21 February 2017

Kesombongan Pendukung Ahok di Bayar Tunai oleh Tuhan, Bahkan Tanpa Dicicil

Sepertinya sudah banyak artikel dan tulisan rohani tentang sifat sombong yang harusnya dihindari oleh manusia beragama. Tak terkecuali sifat sombong dan angkuh seorang penguasa berikut pendukung-pendukungnya.

Alih-alih ingin membuktikan kerja nyata seorang Gubernur Ahok guna kepentingan menaikan elektabilitas sang Gubernur yang pada tahun ini juga bersaing memperebutkan kursi Gubernur DKI Jakarta, Ahok dan pendukungnya malah terhempas dengan sangat memalukan. 



Beberapa hari lalu, tepatnya 11 Februari 2017 Fadjroel Rahman dengan akun twitter @FadjroeL membuat cuitan sebagai berikut;

"Jakarta ini hujan melulu sekarang, pagi juga sore juga, tapi banjir tak ada, juga tak ada bendera parpol.. kemanakah si banjir itu?"

Satu hari kemudian Budiman Sudjatmiko juga membuat cuitan senada;

"Musim hujan kok Jakarta gak banjir2 sich? Ini pasti ada "yang salah!"

Begitu pula dengan Joko Anwar di hari yang sama;

"Hujan siang malam. Berhari-hari. Jakarta belum juga kena bencana banjir. Dan kau masih bilang Ahok gubenur gagal."

Sarah Sechan pun merasa tak ingin ketinggalan dengan cuitannya;

"Jakarta diguyur hujan hampir tiap hari dalam beberapa hari ini, tapi gak ada berita banjir. serius nih gak ada yang kena banjir??"

Dan Tuhan pun menjawab kesombongan mereka. Tunai! Bahkan tanpa dicicil sedikipun. Tanggal 20 Februari 2017 kemarin adalah saat hujan membasahi Jakarta. Dan banjirpun terjadi dimana-mana.

Mereka yang menantang dan Tuhan membalas kesombongan mereka. Astagfirullah...

Terlalu; Seorang Bupati Menyebarkan Foto-foto Hoax dalam Cuitannya

Rasanya melakukan hoax baik secara sengaja atau tidak, artinya terjebak Hoax menjadi hal biasa bagi sebagian orang yang mungkin terlalu bersemangat untuk menyebarkan berita hingga tiada lagi check dan crosscheck terhadap sebuah sumber berita. 

Tidak jarang, keengganan melakukan check dan croscheck ini berbuah menjadi petaka bagi sebagian orang! Padahal mereka sekedar men-share sebuah berita yang dianggapnya cukup penting diketahui publik. Tetapi bagaimana bila yang melakukan hoax adalah seorang pejabat publik? Apa sangsi akan juga diberikan? Apalagi pejabat tersebut adalah pejabat dari partai pendukung penguasa?

 
Adalah seorang Dedi Mulyadi, yang merupakan seorang Bupati Purwakarta yang dalam akun twitternya membuat ciutan tentang sebuah kawasan Wisata Air dengan nama "Kampung Air Mbah Jawer" lengkap dengan foto-foto yang terlihat indah dan menarik hati. 

Ternyata foto-foto tersebut adalah foto dari sebuah Wisata di Ross Lake Resort Amerika. 
Bukan itu saja, foto dan situasi yang terekam indah itu bahkan diakui dan di publish dalam situs resmi Pemda Purwakarta. Bahkan beberapa Media juga telah melakukan kesalahan serupa dengan membuat berita tentang wisata air Kampung Air Mbah Jawer dengan foto-foto tersebut. Lalu bagaimana seorang Bupati mempertanggungjawabkan sebuah ciutannya? Bagaimana mungkin Bupati Dedi tidak mengetahui apa yang dibangun di wilayah "kekuasaannya"? 

Adakah ini kesengajaan atau ketidak tahuan? Dan kedua pilihan itu menunjukkan sisi lemah dari seorang pejabat publik. Sayangnya, kita sering hanya menyisakan di alam bawah sadar kita bahwa pejabat seperti ini adalah orang yang "hebat" tanpa kembali menyisakan ruang untuk melihat sisi kelam dari sebuah pencitraan... 

RK Hasibuan: "Mari Kembali Menjadi Indonesia Raya"

Yg mengira bahwa gonjang-ganjing saat ini adalah masalah SARA ... baca ini sampai habis.
Tulisan Menarik...

(ISLAM, KRISTEN), REKLAMASI, CINA RAYA, AL MAIDAH 51, (DAN DEVIDE ET IMPERA)

Di tengah pertunjukan film di Blitz yg  sy tdk tau apa judulnya (tugas mendampingi anak2 menonton sore weekend), sy merenung n tiba2 saja merasa bodoh sendiri

Tiba2 sy merasa menyadari ada konspirasi busuk Cina dalam berbagai "insiden" yg terjadi di Indonesia Raya yg sungguh-sungguh saya cintai ini, dimulai sejak tahun 1998.

Berhari2 sy berpikir, kenapa manusia yg bernama Ahok itu tidak pernah berhenti membuat ulah, bahkan setelah dia menjadi terdakwa atas kasus penistaan agama. Dan kenapa begitu banyak orang bertikai, meributkan agama n keyakinan, di Indonesia Raya ini, yang sejak dulu menghormati n mencintai keberagaman suku, budaya, n agama.

Saya anak Medan. Masa remaja saya dihabiskan di suatu kawasan di mana semua suku berkumpul. Teman main saya ya ada cina, benggali, orang keling, jawa, batak, melayu, campur saja begitu. Sesekali ribut sampai tdk berteguran khas remaja, namun seingat saya, semua baik2 saja. Sy tdk bersoal dg Camu yg rambutnya dikonde padahal lelaki, Surya si cina yg kalau ngomong cadel terus krn klu di rumah dia berbahasa ibunya, n mereka pun tdk bersoal dg sy yg berkerudung. Malah kadang2 ketika sy mau ikut yasinan malam jum'at di masjid, mereka2 ini mengantar sambil menunggui saya sampai selesai. Dan kita baik2 saja
Kok sekarang kita ribut2 soal agama? Kristen n Islam? Muslim n non muslim? N kenapa seolah2 seluruh komunitas cina yg ada di Indonesia ini mewakili kristen? Apakah mereka benar2 kristen?

Hmm... Sy amati berhari-hari, mikir berhari2.

Saya warga BSD, salah satu perumahan elit yg dihuni banyak warga turunan tionghoa (saya gak tulis cina ya, silahkan tebak kenapa). Sdh 13 tahun sy tinggal di wilayah ini. Dari BSD, sekarang tersambung ke perumahan Paramount, Summarecon, di ujung ada Lippo Karawaci. Di tengah2 nya ada perumahan Gading Serpong n Alam Sutera. Sebagian besar penghuni perumahan2 ini adalah warga turunan tionghoa. Saya tidak tau ada berapa persen mereka yg beragama kristen/katolik atau islam, namun sebagian besar sekolah2 kristen/katolik di kawasan ini berisi murid2 keturunan Tionghoa.

Oh ya, di BSD ini ada 3 perayaan. Perayaan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta Imlek alias Gong Xi Fa Cai. Yg paling meriah? Tebak sendiri saja, pasti tau jawabnya.

Yg unik, di kawasan2 ini, dengan jumlah warga muslim yg sebetulnya minoritas, masjid2 luar biasa banyaknya. Hampir tiap sektor punya masjid, bahkan tidak satu. N masjid itu besar-besar, bagus2, n aktif.

Namun, agak mengherankan, tidak banyak gereja mulai dari BSD sampai Lippo Karawaci. Ada satu yg besar di Summarecon, yang bentuknya tidak mirip gereja spt lazimnya. Sisanya hanya bbrp yg itu pun berupa bangunan2 biasa, bahkan ada yg di lantai atas yg di bawahnya adalah show room mobil.

_Jangan marah atau protes dulu ya, baca sampai selesai_

Saya sering bepergian ke Sulawesi Utara dalam rangka tugas, n tentu ke Sumatera Utara, sebab di sana lah kampung saya. Sepanjang jalan dari Manado menuju Bolomongondow, atau dari Siantar sampai Parapat, gereja tidak terhitung. Tiap kampung punya satu gereja kelihatannya. _Padahal, rumah penduduknya sederhana n bersahaja_ Bukan seperti rumah orang2 BSD maupun Lipppo Karawaci.

Pikiran saya sederhana, klu memang orang2 tionghoa yg menghuni kawasan2 elit ini benar2 Kristen/Katolik taat (Ahok menyatakan diri sbg _anak Tuhan_?) , n loyal pd agamanya, tentulah mereka akan dg rela hati menyumbang uang yg banyak untuk membangun gereja yang bagus2, sesuai dg kondisi ekonomi mereka. Tapi kenyataannya? Perayaan Gong Xi fa Cai _yg bukan ajaran Kristen/Katolik_ jauh lebih meriah dan ramai.

Di Sulut dan Sumut? Saudara2 saya yg orang Indonesia Asli itu, mencintai agamanya dengan sepenuh hati. Mereka meskipun secara ekonomi hidup sederhana, rela bahu membahu membangun gereja. Tempat beribadah mereka. Karena mereka memang Kristen sejati. Tentu saja di sini tidak dirayakan Gong Xi Fa Cai apalagi Cap Go Meh. 😊

Hmm... jd soal pilkada DKI, soal ribut2 di Jakarta, yg dipicu dg penghinaan pada umat Islam melalui Al Maidah 51, sebetulnya soal apa?

Mari kita runut kejadian.

Konon kisahnya, waktu tragedi 98, banyak warga turunan cina (sy kembali menyebut cina ya) yg dibunuh, diperkosa, dll. Cerita itu ditiup2kan ke sana ke mari. Dan disebutkan pelakunya adl pria2 muslim. Ah masak? Saya bertugas di RSCM saat tragedi 98. Beberapa kali ikut membantu korban kerusuhan atau sekedar identifikasi *ratusan mayat* yg semuanya bukan warga turunan cina!!!! 😱

Lalu kenapa soal itu digembar gemborkan? Apa iya sebegitu buruknya pria2 muslim smp memperkosa amoi2? Sy ingat Camu, Surya, Thomas, teman main sy saat remaja dulu. Kami beda semua n kami baik2 saja!

Saya pernah baca buku yg ditulis oleh Prof Ryas Rasyid (? mhn koreksi bila sy salah, sy agak lupa nama penulisnya), tentang cita2 Republik Rakyat Cina utk mewujudkan satu Cina Raya. Dalam buku itu, intinya disebutkan bhw RRC punya keinginan utk mewujudkan dunia yg kebijakan n budayanya adalah cina. Oleh karena itu, seorang cina yg punya ktp Indonesia tetap dianggap n diterima sbg  bangsa cina smp kapan pun.

Sy mau cepat2 selesaikan sbb anak sy melotot protes, nonton kok WA an katanya 😬

Saya ingat reklamasi yg dipaksakan dan menakutkan itu. 800 ha! 1 ha menampung 6 ribu unit apartemen. 800 hektar? 4.8 juta unit apartemen. Klu 1 apartemen dihuni 5 imigran cina, maka 2 tahun lagi, DKI Jakarta dihuni 24 juta imigran cina. _Mampus gak loe?_ 😅 Klu proyek reklamasi dilanjutkan pada 10 provinsi di Indonesia dengan luas masing2 800 ha, maka menjelang 2024, negeri kita yg indah ini akan ketitipan 240 juta imigran cina. _modar tho?_

Jd apakah Ahok keslimpet waktu menyinggung Al Maidah! No! *Dia sengaja*. Kan dia tau acara itu diliput pemprov DKI dan dia tau bahwa pemprov DKI  memberitakan semua kegiatan gubernur dalam web mereka yg free diakses siapa saja.  So?

Well, musuh utama ide cina raya pastilah kelompok mayoritas. N mayoritas penduduk Indonesia Raya ini adl muslim. Orang Indonesia, tdk akan tersinggung klu diejek suku2nya. Kerap itu malah jd bahan tertawaan. Kalau org batak sdg diledek, sy yg bakal tertawa terbahak2, bahkan tdk sering yg org jawa meledek sukunya sendiri.

Apa yg bisa membuat org Indonesia bertengkar? Agama. Ini memang sensitif, kapan pun n dimana pun. Krn nya kita2 yg beragam n beragama ini, tdk pernah sedikitpun membawa soal2 agama dlm percakapan kita sehari2.

*Para konspirator cina ini begitu cerdik mengamati situasi.* Mulailah mereka meniupkan kisah minoritas n mayoritas. Mereka menggambarkan minoritas di Indonesia tdk dpt perlakuan yg seimbang. Mereka meniupkan kisah karangan tragedi 98, lalu kisah org2 kristen/katolik yg tdk dpt hak. Apa iya?

Whew! Coba lihat, pernahkah Gubernur Sulut, Papua, Maluku, beragama Islam? Sejak dulu smp hari ini, wilayah2 yg mayoritas kristen ini dipimpin oleh seorang dari kalangan mereka sendiri. N itu sm sekali bukan masalah.

Menteri2? Sejak dulu, komposisi kabinet sll dihuni org2 kristen/katolik, n lagi2, itu bukan persoalan.

Warga cina apakah didiskriminasi?Alamak jang. Bohong n tidak bersyukur mereka klu mereka bilang begitu!!. Mereka jd anak emas di negeri ini dlm bidang ekonomi!! Cb sj klu anda pribumi, lalu mau berhutang ke bank, susaaaahnya separuh mati. Warga turunan cina? *Jalan sutera*. Apa mereka didiskriminasi? Nei!!

So, apakah ada diskriminasi minoritas? Tanya diri sendiri ya, pernahkan sbg org yg bukan muslim, dlm kehidupan sehari2, didiskriminasi?

Kembali pd Ahok. Knp dia menyentil Al Maidah, ya supaya kita ribut dong. Supaya sentimen agama kita muncul, lalu kita ribut sesama kita. N utk selanjutnya, negeri yg kita cintai ini tercerai berai.

Jadi apakah Ahok keslimpet? Tentu tidak. Apakah ia marah dijadikan terdakwa? Tentu tidak. Apakah pengadilan bingung n takut menghukum Ahok? Tentu tidak. *Semua disengaja.* Supaya negeri ini hancur berantakan, lalu cina leluasa masuk n jadi penguasa. Ingat, cina punyak hak veto di PBB, organisasi dunia yg tdk mendukung HAM itu (walau mereka mendengung2kannya).

_Mungkin akan ada yg berargumen, Ahok banyak membangun gereja di DKI, n banyak juga meruntuhkan masjid, berarti benar dia anak tuhan seperti yg dia sebut.

Oh no, itu disengaja. provokasi. Utk mempertontonkan kesenjangan. Supaya saudara2 sy yg beragama kristen merasa disanjung n saudara2 saya yg beragama Islam merasa direndahkan. Devide et impera, kita sdh pernah dibegitukan bukan?_

Kesimpulannya (ini sdh kepanjangan n sy sdh capek), Ahok itu *sengaja*. *Supaya kita terpecah belah, supaya pulau reklamasi lanjut dan lancar, supaya cina raya terwujudkan*.

Siapakah Ahok? Anak tuhan? Pasti bukan. Anak tuhan pasti penuh kasih, mulutnya tertata n terjaga, sikapnya santun dan menyejukkan. Jadi siapa Ahok? Dia eksekutor pimpinan2 nya, yg bernafsu mewujudkan cina raya dengan menginvasi negeri lain. Siapa pimpinan2 Ahok? Semoga Allah segera menunjukkan kepada kita semua.

Lantas kenapa pemerintah (baca : penguasa) begitu membela Ahok? Sangat massif malah. Tentu karena ada kesepakatan setan di belakang.

 _Lho kok mrk mau? Mereka kan Indonesia?_ Jawabnya simpel, karena mereka bodoh dan merasa bahwa mereka akan hidup n berkuasa selamanya. _mungkin bosnya Ahok menjanjikan begitu pd mereka_  Padahal, ketika Indonesia Raya yg indah ini jadi cina raya, *mereka akan bukan lagi siapa2.* _pengkhianat tdk pernah punya tempat, baik di sisi musuh maupun di sisi lawan. Itu rule of the game_

Jadi bagaimana menghentikan ide cina raya ini? Mari kita jadi Indonesia Raya lagi. Yg beragam n selalu saling menghargai. Lalu apa lagi? *HENTIKAN REKLAMASI*. Bagaimana caranya? *Kalahkan Ahok*.

Ingat, *Kristen n Islam di Indonesia tidak pernah bermusuhan.* Musuh kita hanyalah kekuatan apa saja yg hendak memecah belah NKRI yg kita cintai ini. N saat ini, musuh kita adalah *ide cina raya dengan segala taktiknya.*

Ayo seluruh rakyat Indonesia, apa pun agama n sukumu, mari bersatu menjaga Indonesia Raya. Hentikan siapa saja yg hendak mengganggu kita. Hentikan ide cina raya di negeri kita ini, sekarang dan selamanya.

Allaahu Akbar !!!
(RK Hasibuan, FKK Univ Muhammadiyah Jakarta)

06 February 2017

Waspada #PenipuanOL dari Online Shop yang Melakukan Intimidasi dan Teror

1. Penyegaran temlen, kini saya akan membuat kultwit dari cerita soal penipuan oknum Jual Beli Online yang terjadi pada kawan kami #Waspada

2. Pada tgl 2 Februari 2017 yang lalu kawan kami tersebut melakukan transaksi Online untuk pembelian karpet seharga Rp. 400.000 #PenipuanOL

3. Ditanggal yang sama dilakukanlah transaksi. Kawan saya itu melakukan transfer sejumlah 400rb ke rekening yang disetujui #PenipuanOL

4. Berikut nama dan nomor telpon pelaku #PenipuanOL tersebut. Mohon ditindak @DivHumasPolri pic.twitter.com/Nw2BklxhJ8
 
 
5. Modus pelaku #PenipuanOL juga melakukan intimidasi dan teror kepada konsumen
  
6. Alih-alih mendapatkan kiriman barang, kawan saya tersebut malah cuma dikirim pic resi yang tidak jelas via BBM #PenipuanOL pic.twitter.com/9TZHoTINr6
 
 
7. Disertai dalih bhw barang tersebut tertahan di Bea Cukai. Oknum #PenipuanOL tersebut mengintimidasi konsumen bakal terkena pasal penadah
  
8. Itu diketahui setelah ada orang yg mengaku dari Bea Cukai menelpon dan mengancam akan memenjarakan dgn pasal penadah #PenipuanOL
 
9. Sementara si penjual Online belagak terkejut mendengar kasus barang yang tertahan tersebut #PenipuanOL pic.twitter.com/8eM5YEHzes
 
 
10. Dan oknum yang mengaku dari Bea Cukai, mengancam pembeli untuk di penjarakan jika tidak melakukan trf sebesar Rp. 4.800.000 #PenipuanOL 
 
11. Jadi tidak hanya puas dengan menipu konsumen sebesar 400rb sesuai harga transaksi, #PenipuanOL juga meminta 4,8 jt dgn intimidasi
 
12. Anehnya, oknum Bea Cukai tsb meminta trf ke no rek pribadi. Tentu ini tak sesuai dengan ketentuan Bea Cukai #PenipuanOL @DivHumasPolri pic.twitter.com/riek3QO3C6
 
 
13. Korban yang tidak mengerti apa-apa tentu akan merasa takut. Untungnya, korban berkonsultasi dgn kami yg sering berhub dg BC #PenipuanOL
  
14. Lalu bagaimana dg orang lain yg tidak tahu? Dan takut dgn oknum trsb. Mohon @DivHumasPolri & @beacukaiRI Menertibkan oknum #PenipuanOL
 
15. Krn sudah membawa-bawa nama institusi @BeaCukai_Priok @beacukaiRI Maka tentu akan menjadikan preseden buruk bagi Bea Cukai #PenipuanOL
  
16. Demikian kultwit kami soal #PenipuanOL harap waspada melakukan transaksi Online pada situs penjualan OL yg tidak kredibel. Wassalam
 
 

Habib Rizieq Menantang untuk Mubahalah

Apakah Mubahalah itu?

Mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih. Syariat mubahalah bertujuan untuk membuktikan kebenaran dan mematahkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan argumen-argumennya.

Mubahalah termasuk salah satu metode dakwah yang disebutkan dalam Al-Quran. Metode ini digunakan untuk melawan orang kafir dan orang musyrik yang bersikap sombong, dengan tidak mau menerima kebenaran, tetap kukuh di atas kebatilan dan kesesatan. Padahal telah disampaikan dalil-dalil yang sangat jelas, yang menunjukkan kesesatannya.

Kata mubahalah [arab: المباهلة] turunan dari kata al-Bahl [arab: البَهْل] yang artinya laknat. Dalam Lisan al-Arab dinyatakan,

البَهْل: اللعن، وبَهَله الله بَهْلاً أي: لعنه، وباهل القوم بعضهم بعضاً وتباهلوا وابتهلوا: تلاعنوا، والمباهلة: الملاعنة

Al-Bahl artinya laknat. Kalimat ‘bahalahullah bahlan’ artinya Allah melaknatnya. Kalimat ‘baahala al-qoumu ba’dhuhum ba’dha’ artinya saling melaknat satu sama lain. Al-Mubahalah berarti Mula’anah (saling melaknat). (Lisan al-Arab, 11/71)

Allah berfirman,

فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنفُسَنَا وأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran: 59 – 61).

Para ulama menyebutkan bahwa di antara syarat dibolehkannya Mubahalah adalah:

-   Mengikhlaskan niat hanya karena Allah SWT bukan untuk tujuan kemenangan hawa nafsu dan urusan duniawi. Semata-mata untuk membuktikan kebenaran yang hak dan mengalahkan kebatilan dan kesesatan.
-   Meyakini kebenaran yang diperjuangkan.
-   Terlebih dahulu menjelaskan kebenaran kepada mereka yang berbeda.
-   Tampak jelas perlawanan orang yang dihadapi sedang mempertahankan kebatilan.
-   Hanya dilakukan dalam urusan agama yang penting.


Habib Rizieq dan tantangan Mubahalah 

Mencermati pergerakan orang-orang kafir dan musyrik yang menyerang Habib Rizieq secara terang-terangan dan terus menerus, serta sudah menjurus kepada upaya pembunuhan karakter terhadap Habib Rizieq yang saat ini merupakan Ulama yang sangat disayangi umat, tidak salah kiranya jika menganggap masalah ini menjadi masalah umat yang sangat penting saat ini.

Terakhir, Habib Rizieq di fitnah berzina dengan seorang wanita bernama Firza H. Mereka sedang melakukan segala upaya untuk menyusun alur cerita agar terlihat masuk akal. Meski awal ceritapun sudah penuh dengan tipu daya.
Maka lewat akun pribadinya, Habib Rizieq Shihab menantang para penyerangnya, termasuk kekuatan penguasa yang melakukan dusta untuk melakukan Mubahalah.
Berikut tantangan Mubahalah Habib Rizieq Shihab:
"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina. 
Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka meraka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat." 

Maka demi Allah, terimalah tantangan ini jika kalian keras kepala dengan terus menerus melakukan fitnah-fitnah keji terhadap Habib Rizieq. Atau bertaubatlah!

Renungkanlah riwayat tentang Syaikh Tsanaullah al-Amaritsari berdebat dengan Ghulam Ahmad. Setelah Ghulam berada di posisi kalah, akhirnya depat dipungkasi dengan Mubahalah. Syaikh mengatakan,

غلام أحمد من كان على الباطل أماته الله قبل الصادق منهما

Wahai Ghulam Ahmad, siapa diantara kita berada di atas kebatilan, maka Allah akan segera mematikan sebelum orang yang jujur (lawan debatnya) mati.


Pendusta diantara mereka mati lebih dahulu. Ghulam Ahlan mati di WC, terserang penyakit kolera, dan banyak orang menjauh darinya, karena tubuhnya mengeluarkan bau yang sagat tidak sedap. Sementara Syaikh Tsanaullah hidup hingga 40 tahun lagi.  (al-Qodiyaniyah, Ihsan Ilahi Dzahir, hl. 154)

Naudzubillah min dzalik...

Sumber:  
https://konsultasisyariah.com/23525-apa-itu-mubahalah.html
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/13/01/25/mh5m8a-mubahalah-apa-saja-syaratnya

04 February 2017

Ahok, Pemimpin dengan Kesalahan-Kesalahan yang Dilempar kepada Orang Lain

Benarkah Ahok menjadi Gubernur dengan segudang Prestasi? Kenyataannya, banyak nilai atau Indikator menunjukkan nilai minus Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sepertinya bahkan Ahok tidak ingin berkaca bahwa kesalahan dan kekurang itu berasal dari dirinya. Terbukti dengan banyaknya daftar "KESALAHAN" yang dianggap dilakukan orang lain. 

Alih-alih melempar kesalahan kepada orang lain, Ahok malah membuktikan bahwa dirinya sebenarnya tidak bekerja maksimal untuk melakukan hal-hal positif untuk DKI Jakarta yang menjadi tanggungjawabnya. 

Berikut daftar "KESALAHAN-KESALAHAN" yang Ahok atau Basuki Tjahja Purnama itu anggap sebagai tanggungjawab orang lain; menunjukkan jelas dimana kelas seorang Ahok sebagai pemimpin yang menganggap dirinya selalu benar!


Ahok Salahkan BPK

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kembali menyerang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, lembaga pemeriksa keuangan itu terlambat menyampaikan hasil audit laporan keuangan DKI.

Akibatnya, Pemprov DKI terlambat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) DKI Tahun 2014.
 

Link:
http://metro.news.viva.co.id/news/read/674944-telat-ajukan-raperda--ahok-salahkan-bpk
http://touch.metrotvnews.com/read/2015/07/23/414906

Ahok Salahkan Mendagri 

KOMPAS.com
- Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengakui bahwa serapan anggaran Pemerintah Provinsi DKI terendah di seluruh Indonesia.

Basuki mengatakan salah satu penyebabnya adalah karena Kementerian Dalam Negeri lamban dalam memproses APBD Perubahan 2015 DKI. "Makanya saya bilang, Mendagri cepetin dong APBD perubahan kita. Jangan dipingpong sana pingpong sini," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Sabtu (3/10/2015). 
Link;
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/10/03/11520011/Penyerapan.Anggaran.DKI.Terendah.di.Indonesia.Ahok.Salahkan.Kemendagri


Ahok Salahkan presenter TV
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan telah menghubungi Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompas TV dan meminta maaf atas pernyataan kotornya yang membuat stasiun TV swasta itu diberi sanksi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Mantan Bupati Berlitung Timur itu menuturkan, dalam komunikasinya dengan Pemred Kompas TV, ia meminta tidak dihadapkan dengan presenter yang memancing emosinya.
Link:
http://news.okezone.com/read/2015/03/24/338/1123586/bicara-kotor-ahok-salahkan-presenter-tv


Ahok Salahkan Ali Saidikin

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tidak mau disalahkan terkait reklamasi pantai Jakarta Utara. Ahok menuding almarhum Gubernur DKI Ali Sadikin yang memberikan izin kepada Endang Wijaya alias Yap Eng Kui alias A Tjai yang dipercaya sebagai kontraktor tunggal oleh Badan Pelaksana Otorita (BPO) Pluit sejak 1971 sebagai biangnya.

"Kalau saya mau berdebat sama mereka (pengamat) capek. Siapa yang kasih Endang Widjaja (era 70-an) mereklamasi tambak-tambak ikan di Jakarta Utara? Ali Sadikin tuh yang kasih," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015) malam.

Link;
http://touch.metrotvnews.com/read/2015/08/27/162776


Ahok Salahkan Teknis

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih rendah. Tapi Ahok berjanji akan mengejarnya di tahun 2016.
"Harga satuan banyak yang enggak benar. Lelangnya juga. Ya sudah enggak apa-apa, 2016 kita kejar," aku Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/10/2015).
- See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2242883/penyerapan-anggaran-rendah-ahok-salahkan-teknis#sthash.zrKWi8FN.dpuf
NILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih rendah. Tapi Ahok berjanji akan mengejarnya di tahun 2016.
"Harga satuan banyak yang enggak benar. Lelangnya juga. Ya sudah enggak apa-apa, 2016 kita kejar," aku Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/10/2015).
- See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2242883/penyerapan-anggaran-rendah-ahok-salahkan-teknis#sthash.zrKWi8FN.dpuf
"Harga satuan banyak yang enggak benar. Lelangnya juga. Ya sudah enggak apa-apa, 2016 kita kejar," aku Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/10/2015). - See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2242883/penyerapan-anggaran-rendah-ahok-salahkan-teknis#sthash.zrKWi8FN.dpuf


INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih rendah. Tapi Ahok berjanji akan mengejarnya di tahun 2016.

"Harga satuan banyak yang enggak benar. Lelangnya juga. Ya sudah enggak apa-apa, 2016 kita kejar," aku Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Selain persoalan harga satuan yang dianggap tidak benar, faktor revisi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Perubahan Pemprov DKI, oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga jadi alasan.
 

Link;
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2242883/penyerapan-anggaran-rendah-ahok-salahkan-teknis


Ahok Salahkan PLN

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku mendapat perintah dari pemerintah pusat untuk menempatkan Jakarta pada level siaga darurat atas banjir yang melanda Ibu Kota pada hari ini.

"Dibilangin sama pusat kenapa, enggak mau darurat siaga, menurut saya belum darurat siaga kok. Kampung Pulo saja belum tenggelam," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2015) malam.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan bahwa banjir yang terjadi siang tadi, karena pompa-pompa air yang ada Pluit dimatikan oleh PT PLN. Padahal, kondisi di kawasan Jakarta Utara itu tidak dalam kondisi banjir.

Link;
http://news.okezone.com/read/2015/02/10/338/1103647/jakarta-dikepung-banjir-ahok-salahkan-pln


Ahok Salahkan masyarakat

TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak heran dengan peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Menurut dia, kebakaran akan terus mengintai selama pola hidup masyarakat tak tertata rapi.

Ahok menilai pola hidup masyarakat yang tinggal di sekitar Pasar Gembrong semrawut. Rumah-rumah saling berhimpitan. Instalasi kabel listrik juga berantakan. “Apalagi rumah-rumah itu sering bakar sampah sembarangan,” katanya di Balai Kota, Rabu, 5 Agustus 2015.

Sebelumnya, Pasar Gembrong, yang menjadi pusat mainan anak-anak di Jakarta Timur, dilalap api, kemarin malam. Kebakaran itu menghanguskan setidaknya 25 kios di pasar tersebut. Api berkobar selama tiga jam dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.

Link;
http://metro.tempo.co/read/news/2015/08/05/083689306/pasar-gembrong-terbakar-ahok-salahkan-masyarakat


Ahok Salahkan BPN

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyalahkan Badan Pertanahan Nasional soal molornya pembebasan lahan untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

Selama ini, Pemprov DKI menurutnya menunggu BPN untuk membantu mengurus pembebasan lahan melalui proses konsinyasi di pengadilan negeri. Namun, BPN sendiri dinilai lambat menyelesaikan tugasnya.

"BPN menentukan kepemilikan tanah. Makanya kami sangat tergantung pada BPN, kalau BPN di lapangannya terlambat, ya sudah, susah kita," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (12/8). 

Link;
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150812163407-20-71716/pembebasan-lahan-mrt-molor-ahok-salahkan-bpn/


Ahok Salahkan Udar

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengeluarkan penilaian bahwa pengadaan bus Transjakarta sarat praktik korup antara perusahaan pemenang tender dengan pejabat di DKI.

Namun Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak kaget dengan hasil tersebut. Menurutnya penilaian KPPU sudah ditindaklanjuti kejaksaan.

“Memang dan 2013 sudah ketangkap. Itu yang dibuat korupsi kan, itu yang saya bilang mereka membuat spesifikasi khusus yang tidak bisa dibuat oleh perusahaan-perusahaan lain,” kata Ahok di Balai Kota, Kamis (27/8) kemarin.

Ahok juga merasa aneh dengan KPPU yang baru sekarang mengeluarkan penilaian atas kejadian tahun 2013 atau dua tahun berselang.

“Pertanyaan saya sama KPPU kok dulu-dulu enggak pernah ngomong? Itu dari zamannya Rustam Effendi (Zamannya Sutiyoso) masuk penjara udah gitu kasusnya,” ungkapnya.
Soal keterlibatan oknum pejabat DKI, Ahok langsung mengingat nama Udar Pristono yang dianggap dalang kongkalikong korupsi dalam pengadaan bus transjakarta tahun 2013.

“Ya makanya, kenapa si Udar itu bisa masuk penjara sekarang. Enggak masuk akal ngapain sih nyontek bus Bogota, dia bilang dibikin tinggi sendiri hanya perusahaan dari Tiongkok yang bisa bikin, yang lain bikin dibuat bangkrut,” tandasnya.

Sebelumnya, putusan KPPU menyebutkan para perusahaan tender pengadaan Bus TransJakarta lakukan persekongkolan. Salah satunya dibuktikan dengan penggunaan alamat IP (internet protocol) yang sama dalam proses log in (masuk) ke situs pengadaan barang dan jasa.

Link; 
http://www.aktual.com/kppu-putuskan-ada-persekongkolan-di-transjakarta-ahok-salahkan-udar/


Ahok Salahkan Walikota Depok

Merdeka.com - Masalah banjir Jakarta tak hanya karena buruknya pengelolaan tata ruang Jakarta. Banjir di Jakarta terjadi juga akibat kontribusi daerah sekitar Jakarta, seperti Depok, Bogor, dan yang lainnya.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Ahok, hubungan dengan daerah lain di sekitar Jakarta, seperti Depok untuk penanggulangan banjir kian sulit dikendalikan.

"Kita tidak bisa paksa mereka. Sama kayak Depok, banyak daerah yang kontur tanahnya rendah terutama kawasan yang dilintasi Ciliwung. Itu harusnya tidak boleh diuruk, karena volume air naik, masuknya ke daerah yang rendah tadi," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (13/11).

Link; 
http://www.merdeka.com/jakarta/jakarta-banjir-ahok-salahkan-wali-kota-depok.html


Ahok Salahkan PNS

Metrotvnews.com, Jakarta: Ulah dan tangan nakal pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi DKI membuat banyak aset pemerintah DKI melayang. Kerugian negara akibat kehilangan aset ditaksir mencapai Rp495 miliar.

"Tahun ‎2013 sudah keras, masih main juga di 2014. Panggil SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) suruh kembalikan. Kalau tidak bisa kita penjarakan," kata Gubernur Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama  di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2015).

Link;
http://touch.metrotvnews.com/read/2015/07/14/412821


Ahok Salahkan Foke

WARTA KOTA, PALMERAH— Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku bingung dengan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat DKI kehilangan aset sama Fauzi Bowo, BPK malah memberi nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Basuki mengatakan, lemahnya kontrak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan pihak ketiga serta banyaknya peralihan aset pemerintah ke swasta sudah banyak terjadi di pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Sementara, dua tahun berturut-turut, saat Basuki masih menjabat Wakil Gubernur dan kini menjadi Gubernur DKI, opini yang diberikan BPK atas laporan keuangan tahun 2013 dan 2014 menurun menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

"Makanya saya minta standar BPK harus jelas juga dalam memeriksa laporan keuangan. Kenapa zaman Pak Foke (Fauzi) itu dapat opini WTP dengan kasus kehilangan aset yang sama. Sekarang kami sedang perbaiki kehilangan aset itu, dapat (opini) WDP," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (7/7/2015).

Link; 
http://wartakota.tribunnews.com/2015/07/07/dinilai-buruk-oleh-bpk-ahok-malah-salahkan-pemerintahan-foke


Ahok Salahkan Warga

JAKARTA - Hujan lebat yang mengguyur Jumat dini hari (23/1) hingga pagi, membuat sejumlah wilayah di Jakarta banjir. Padahal, air laut tidak sedang pasang. Guyuran air hujan itu terbilang lokal. Artinya, tidak ada luapan air dari sungai dari daerah sekitar. 

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, ada 36 titik banjir yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Sebagian besar titik banjir itu berada di wilayah Jakarta Utara.
Pemandangan kendaraan mogok pun tampak di mana-mana. Selain itu, banyak pula warga yang mulai mengungsi ke posko-posko pengungsian. 

Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) mengakui jika dirinya belum bisa menyelesaikan persoalan banjir di ibu kota. Namun, dia berdalih ada beberapa sebab mengapa permasalahan banjir belum bisa diselesaikan. Antara lain, saat ini masih banyak kawasan kumuh dan permanen yang belum ditertibkan.

Link;
http://www.jpnn.com/read/2015/01/24/283444/Ibukota-Banjir,-Ahok-Salahkan-Warga


Ahok Salahkan PSK

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuding penyebab sepinya Blok G Pasar Tanah Abang gara-gara banyaknya Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal di lokasi iu tiap malam,

"Termasuk pelacuran PSK, saya tau di sini kalau malam banyak yang ngumpul (PSK), makanya kadang yang dagang di sini jadi sepi tuh karena malam digunain PSK," kata Ahok saat ‘blusukan ke Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).

Link;
http://www.suara.com/news/2015/04/15/123006/blok-g-tanah-abang-sepi-ahok-salahkan-psk


Ahok Salahkan BPKD

Jakarta - Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Punama (Ahok) naik pitam karena dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) tak kunjung dicairkan dengan alasan adanya imbauan dari KPK untuk membekukan dana hibah jelang Pemilu. Ahok menyentil kinerja Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti.

Ahok berpendapat program tersebut tak masalah sebab sudah dibuat sejak masa kampanye, bukan program baru yang tiba-tiba muncul jelang Pilpres 2014.

"Makanya saya bilang, Bu Endang itu perlu dievaluasi cara kerjanya. Saya kan sudah bilang beberapa kali, dia itu nafsirin seenak jidatnya. Yang komisi-komisi ditahan, ke KONI ditahan, ke Bogor juga ditahan. Padahal (imbauan KPK) itu kan cuma saran," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014).

Link;
http://news.detik.com/berita/2589846/hibah-kartu-jakarta-pintar-tak-kunjung-cair-ahok-salahkan-bpkd


Ahok Salahkan Dishub

TEMPO.COJakarta - Revitalisasi Terminal Rawamangun dinilai sia-sia karena konstruksinya terlalu sempit untuk bus besar. Selain kontraktor, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Dinas Perhubungan juga bertanggung jawab soal kesalahan dalam rancang bangun terminal.

"Masak iya Dishub tak tahu gambarnya salah? Buat apa mereka sekolah?" kata Ahok kepada Tempo, Selasa, 26 Mei 2015.

Menurut Ahok, Dinas Perhubungan seharusnya punya dasar ilmu soal konstruksi bangunan, dalam hal ini terminal. Alasannya, gambar rancang bangun pertama kali dibuat oleh Dishub sebelum diberikan kepada konsultan. Ahok mempertanyakan dalih Dishub yang mengaku tak tahu apa-apa soal rancang bangun revitalisasi terminal. "Ketidaktahuan Dishub ini jadi masalah tersendiri," ujar Ahok.

Link; 
http://metro.tempo.co/read/news/2015/05/26/083669502/revitalisasi-terminal-mubazir-ahok-salahkan-dishub


Ahok Salahkan Petugas Dishub

WARTA KOTA, PALMERAH— Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi atas beredarnya stiker KIR di bus Scania yang tidak sesuai.

Menurut Ahok kesalahan tersebut diduga memang ada unsur kesengajaan dari oknum Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

"Scania itu nggak ada masalah. Ini saya justru mulai suudzon. Kelihatan orang-orang yang pengin jatuhkan Scania," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

Link; 
http://wartakota.tribunnews.com/2015/08/10/transjakarta-scania-tak-sesuai-uji-kir-ahok-salahkan-petugas-dishub


Ahok Salahkan SKPD

Metrotvnews.com, Jakarta: Kisruh APBD DKI membuat 154 kantor milik Pemerintah DKI menunggak pembayaran listrik Rp 134 miliar. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menuding ada Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang sengaja tidak kooperatif. Sebab, DKI memiliki uang untuk bayar tagihan.

"Ini kelakuan SKPD, kalau saya bilang ini bagian dari sebuah grand design. Tunggakan listrik tidak perlu terjadi, saya sudah telepon Pak Heru (Kepala BPKAD). SKPD sudah ambil duitnya, kenapa dia tidak bayar?," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

Link; 
http://touch.metrotvnews.com/read/2015/04/09/383584


Ahok Salahkan DPRD

KOMPAS.com
- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui adanya keterlambatan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2016.

Keterlambatan inilah yang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ditegur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut dia, keterlambatan itu disebabkan oleh DPRD DKI. 

"Masalahnya, DPRD enggak bisa terima begitu kami buat (KUAPPAS 2016) itu terperinci," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (11/8/2015). 

Link;
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/11/18054461/DKI.Ditegur.Kemendagri.Ahok.Salahkan.DPRD


Ahok Salahkan Anak Buah

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta berencana menampung pedagang kaki lima dalam program Lenggang Jakarta. Namun batal terealisasi karena ada kesalahpahaman antar BPKD dan PLN.

Kepala BPKD DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang PLN membangun gardu di Lapangan IRTI Monas. Tapi yang terjadi, pihak PLN-lah yang tidak ingin memasang gardu listrik karena ada tunggakan listrik yang belum dibayarkan pedagang kaki lima (PKL).

"Kenapa gardu enggak dipasang? Silakan aja (salahkan). Soalnya PLN-nya enggak mau pasang di situ karena di situ masih ada tunggakan PLN Rp 300 juta," jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (30/1).

Link;
http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-salahkan-anak-buah-ternyata-dki-berutang-rp-300-juta-ke-pln.html


Ahok Salahkan Orang Tua

Metrotvnews.com, Jakarta: Abbiyasa Rizal Ahnaf, 2 tahun, meninggal dunia setelah tidak mendapat penanganan medis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, justru salahkan warga karena tidak paham dengan prosedur penggunaan Kartu Jakarta Sehat.

Ahok menilai banyak warga yang belum memahami mekanisme penggunaan KJS. Ini terbukti dari banyaknya kasus serupa di Ibu Kota.

Link;
http://news.metrotvnews.com/read/2014/12/02/326424/bayi-tewas-ditolak-rscm-ahok-salahkan-orangtua


TERNYATA, Ahok Juga Pernah Salahkan Wagub Djarot



INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyalahkan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat yang dinilai menyalahgunakan kewenangan.

Hal itu dilakukan Djarot saat menggagas dan meresmikan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Senayan. Sebab hal itu diluar sepengetahuan Ahok.

"Memang berantakan. Makanya saya sudah tegur Pak Wagub. Sebetulnya wagub itu secara jujur menyalahi aturan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (1/6/2015).

Menurut dia, acara PRJ di Senayan sebenarnya ilegal karena yang mengeluarkan izin itu adalah Wagub Djarot.

Sebab, Djarot tidak punya hak untuk mengeluarkan izin terkait event di Jakarta tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari gubernurnya.

"Wagub tidak bisa mengeluarkan surat izin atas nama pemprov, yang berhak mengeluarkan izin itu hanya gubernur. Apalagi wagub ini bukan pasangan loh untuk kasus Pak Djarot. Saya yang melantik," kata Ahok.
 

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyalahkan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat yang dinilai menyalahgunakan kewenangan.
Hal itu dilakukan Djarot saat menggagas dan meresmikan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Senayan. Sebab hal itu diluar sepengetahuan Ahok.
"Memang berantakan. Makanya saya sudah tegur Pak Wagub. Sebetulnya wagub itu secara jujur menyalahi aturan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (1/6/2015).
Menurut dia, acara PRJ di Senayan sebenarnya ilegal karena yang mengeluarkan izin itu adalah Wagub Djarot.
Sebab, Djarot tidak punya hak untuk mengeluarkan izin terkait event di Jakarta tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari gubernurnya.
"Wagub tidak bisa mengeluarkan surat izin atas nama pemprov, yang berhak mengeluarkan izin itu hanya gubernur. Apalagi wagub ini bukan pasangan loh untuk kasus Pak Djarot. Saya yang melantik," kata Ahok.
- See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2209837/ahok-salahkan-wagub-djarot-soal-prj-senayan#sthash.qpSGKrco.dpuf
Link;
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2209837/ahok-salahkan-wagub-djarot-soal-prj-senayan


Ahok Salahkan Masyarakat 

Metrotvnews.com, Jakarta: Rendahnya daya beli masyarakat Ibu Kota dituding menjadi penyebab minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta 2014. Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahja Purnama mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan realisasi PAD DKI Jakarta hanya tercapai 67,38 persen.

Daya beli masyarakat yang makin rendah membuat pendapatan di beberapa pos anggaran, seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak hotel, dan restoran serta penerimaan pajak air bawah tanah menurun.

"Rendahnya kesadaran masyarakat bayar PKB, kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan fasilitas hotel serta menurunnya daya beli masyarakat sebagai dampak kenaikan harga BBM, menjadi penyebab rendahnya pendapatan," kata Ahok di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih  Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Link;
http://touch.metrotvnews.com/read/2015/09/16/170302


Ahok Salahkan Jepang

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kemarin menerima kunjungan dari pemerintah Jepang yang diwakili oleh Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi Jepang Hiroshi Muto dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki. Menurut Ahok, kunjungan ini dilakukan untuk membicarakan kerja sama lanjutan soal pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta desak Jepang untuk cairkan dana lebih cepat," kata Ahok, saat ditemui di Balai Kota, Kamis, 18 Juni 2015.

Ahok mengatakan salah satu faktor penghambat pembangunan MRT adalah terlalu lamanya pinjaman JICA (Japan International Cooperation Agency) sampai ke pemerintah DKI. Akibatnya, target pembangunan MRT tahap 1 molor.

Link;
http://metro.tempo.co/read/news/2015/06/19/083676503/mrt-lamban-ahok-salahkan-jepang

Kisah yang terakhir, dia  menyalahkan Al-Maidah:51,  Ketua MUI dan Ketua NU Ma'ruf Amin.

Rasanya, tidak ada pemimpin yang begitu banyak "KESALAHAN" yang dilempar begitu saja dan melepas tanggung jawabnya kepada orang lain. Beginikah sosok pemimpin yang kita cari itu? Terserahlah...