26 December 2016

TKA Ilegal asal China; Diantara Desas Desus dan Fakta

Berita tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menjadi sorotan bagi Netizen tanah air. Fakta bahwa negri ini mulai mendapat serbuan TKA asal China tersebut nampaknya cukup membuat Pemerintahan Jokowi kebakaran jenggot. Beberapa menteri bahkan Jokowi sendiri sempat membantah tuduhan tersebut.

Dengan kencangnya isu yang beredar, disertai beberapa fakta yang terjadi, seharusnya Pemerintah melakukan antisipasi dan menyelidiki kebenaran adanya TKA tersebut. Namun tampaknya Pemerintah via Jokowi lebih memilih untuk "membungkam" keresahan sebagia anak bangsa tersebut dengan mengancam akan melakukan penindakan terhadap orang yang menyebarkan isu TKA asal China tersebut. (Link: Jokowi Minta Polri Tindak Penyebar Isu Tenaga Kerja China)

Tentu saja, hal ini bukannya membuat reda, namun semakin menguatkan beberapa orang untuk menuntut Pemerintah melakukan sesuatu. Klarifikasi dari Pemerintah sendiri makin menjelaskan adanya ketidak pedulian Pemerintah terhadap fakta soal TKA asal China tersebut. Menteri Luhut sempat membenarkan adanya 800 TKA Ilegal asal China (Link: Luhut: Tenaga Kerja Ilegal China di Indonesia Hanya 800 Orang). Jika Pemerintah benar mengakui 800 Pekerja Ilegal tersebut, artinya Pemerintah seharusnya bisa melakukan penindakan.

Sementara Presiden sendiri mengakui adanya TKA asal China (bukan Ilegal) sejumlah 21.000 orang. Jumlah ini sesuai dengan data yang ada di Kemenaker. Masalahnya, data ini adalah data TKA terdaftar dan legal, sementara yang dipermasalahkan sendiri adalah jumlah TKA Ilegal asal China.

Dirjen Imigrasi sendiri melalui akunnya @IMIGRASIHUMAS mengakui adanya 1,3 juta WN Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Dan tercatat hingga Desember ini ada 2029 orang Overstay (melebihi izin tinggal). 



Dampak Kebijakan Bebas Visa?

Pemerintahan Jokowi memang memberlakukan kebijakan bebas Visa terhadap WN China yang berkunjung ke Indonesia. Kebijakan ini menurutnya bertujuan untuk menjadikan Indonesia target wisatawan bagi Turis China. Target untuk mendatangkan 10 juta Turis China ini yang membuat Indonesia memberikan kebijakan bebas Visa.

Kebijakan inilah tampaknya yang mendorong membanjirnya TKA asal China untuk bekerja di Indonesia. Dampak Tenaga Kerja asal China ini tentu meresahkan bagi masyarakat Indonesia sendiri dengan banyaknya pengangguran. Apalagi ditenggarai pekerja asal China memiliki gaji yang jauh lebih tinggi dari pekerja lokal.

Belum lagi, pekerja asal China bahkan bukan hanya mengisi posisi sebagai tenaga ahli tetapi juga mengisi posisi sebagai pekerja kasar yang seharusnya bisa di isi tenaga kerja lokal Indonesia.

Pembiaran dan ketidak pedulian Pemerintah terhadap Tenaga Kerja Asing asal China ini tentu akan menjadi kekhawatiran sendiri dan sewaktu-waktu bisa menjadi bom waktu yang bisa saja meledak. Semoga Pemerintah sigap.

Berikut Video soal Tenaga Kerja Asing asal China.




24 December 2016

Semakin Parah! Saat ini, Mengungkap Fakta atau Memberi Info Diancam Dengan Hukuman

Kita pantas membelalakan mata dan terkejut dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Ketika ada Fakta dengan data yang valid disertai narasumber yang bisa dipercaya, maka penguasa merasa patut untuk langsung memotong kebenaran itu. Dan siapa yang sudah mengungkapkan maka sangsi hukuman tak akan terelakan.

Kebenaran tampaknya memang jadi domain penguasa, atau mereka yang merasa berhak untuk menilai apa yang pantas dan tidak pantas. Apa yang benar dan apa yang tidak benar. Kita dibungkam untuk mengikuti saja! Jangan ikut menyodorkan fakta apalagi data!

Padahal, seberapa kecilpun kebenaran atas keresahan yang ada di masyarakat seharusnya pihak penguasa cepat tanggap. Seberapa kecilnya pun kebenaran akan isu yang ada dimasyarakat jika itu sudah mulai memasuki ranah "keresahan" seharusnya penguasa cukup bijak untuk menanggapi.

Bukan malah membungkam dan melakukan pembiaran. Sebab, bara yang mulai muncul akan sewaktu-waktu bisa menjadi api. Pemerintah seharusnya sigap atau setidaknya klarifikasi kebenaran dari sebuah cerita. Bukan melakukan pembelaan yang tidak jarang malah semakin membingungkan!

Contoh ini terjadi pada Ranu Muda, jurnalis dari Panjimas.com yang melakukan penelusuran terhadap kegiatan yang ada di Social Kitchen, Solo. Ranu mengungkapkan dalam sebuah tulisannya di Panjimas bahwa ditempat ini dikenal sebagai tempat pesta miras, tarian telanjang dan narkoba.

Alih-alih berita ini menjadikan aparat "aware" terhadap keresahan yang ditimbulkan, Ranu Muda malah dijadikan pesakitan. Ranu Muda Nugroho (36 th) ditangkap dirumahnya pada 22 Desember 2016. Penangkapannya pun terkesan seperti tindakan penangkapan terorisme.

Penangkapan ini seakan memberi pesan kepada kita; bahwa Rezim ini sudah terlalu bebal untuk setiap kritik, bahkan kritik yang menuju kebaikan sekalipun. Keresahan dimasyarakat tampaknya harus kita telan dalam hati sambil mengelus dada mengucap dzikir. Maka, jadilah selemah-lemahnya iman.

Terbaru berita tentang Tenaga Kerja Asing Ilegal asal China pun rasanya kita harus berhati-hati, bahkan bersiap jika sewaktu hari ada lagi korban yang akan di "cokok" dari rumah karena memberitakan keresahan akan banyaknya TKA asal China di Indonesia.

Dengan gaya "intimidasi" seperti ini, kita mampu berbuat apa? Apa kita akan mundur pada era dimana kebebasan itu dibungkam? Entahlah...

21 December 2016

Benarkah Ahok Berjasa Bagi Umat Islam?

Pada eksepsinya terhadap Dakwaan Jaksa Ahok dan Kuasa Hukumnya menyebutkan beberapa hal tentang kontribusinya bagi umat Islam. Ahok dan Kuasa Hukumnya menyebutkan bahwa Ahok terlibat dalam pembangunan beberapa Masjid di Jakarta. Seperti Masjid Fatahillah di Balai Kota dan Masjid Raya Daan Mogot di Cengkareng.

Selain itu disebutkan bahwa Ahok berjasa dalam mengumrohkan 40 orang penjaga masjid (Marbot) dan Kuncen makam di Jakarta pada tahun 2015. Pada tahun 2016 sebanyak 50 orang dan ditambahkan bahwa Ahok berencana mengumrohkan 100 orang pada 2017.

Kita boleh saja terpesona dengan "kemuliaan" seorang Ahok. Tapi tentu saja, dibalik pembelaannya ini mengandung propaganda yang luar biasa menyesatkan buat mengopinikan seorang Ahok adalah seorang yang pro Islam.

Bahwa dengan menyebut "diri" nya berjasa, Ahok melenyapkan pemikiran sebagian orang, bahwa apa yang dia lakukan tidak lebih dari tugasnya sebagai Gubernur Jakarta. Apa yang dia lakukan adalah terkait dengan kewajibannya sebagai Gubernur DKI dalam mengelola dana APBD. Tidak ada istimewanya, tidak ada nilai plus nya. Biasa saja.

Jika dibandingkan dengan Ahmad Heryawan misalnya juga melakukan banyak pembangunan Masjid Raya yang mencapai 20 titik. Bahkan, sebuah Masjid Raya yang Megah akan dibangun di Gedebage dengan dana mencapai 1 Trilyun. Lengkap dengan Hotel Syariah, Restoran, Pusat Pembinaan Ummat dan Museum Keislaman di sekelilingnya.

Sedangkan mengumrohkan Marbot dan Kuncen, juga hal yang biasa dilakukan oleh kepala Daerah. Dibeberapa daerah rutin dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten dengan memberangkatkan 200 warga masyarakat Banten pada bulan September 2016. Begitu pula Pemerintah Kota Pare Pare memberangkatkan 48 Imam Masjid ke Tanah Suci. Pada Tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga memberangkatkan 93 Jemaah Umroh gratis yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015.

Menjadi jelas, bahwa ucapan Ahok dan Kuasa Hukumnya "mengungkit-ungkit" kebaikannya bagi umat Islam sekedar lips service untuk mengambil simpati ummat tentang betapa baiknya seorang Ahok. Padahal, kita juga mencatat dihancurkannya 2 Masjid di Jakarta pada era Gubernur Jokowi dan Gubernur Ahok. Masjid Baitul Arif di Jatinegara dan Masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki.

Yang jelas kasus ini adalah kasus penistaan Agama Islam oleh Ahok yang tidak berhubungan sedikitpun dengan apa yang ia lakukan diluar sana tentang jasa-jasanya buat umat. 

Maka, masihkah kita terpedaya?

Survey Elektabilitas, AHY Menempati Posisi Teratas pada Banyak Lembaga Survey

Kunjungan Agus Yudhoyono ke Masyarakat tampaknya mulai membuahkan hasil. Kunjungan yang selalu penuh dengan warga yang menghadiri itu, selain diisi dengan pertemuan dengan warga juga melakukan sosialisasi terhadap program-program yang akan beliau lakukan jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Kompaknya Tim Agus Yudhoyono bekerja baik dalam pertemuan dengan warga, Pidato politik yang berkonsep Town Hall Meeting dan beberapa kegiatan untuk anak muda berhasil menarik dukungan pemilih Jakarta untuk lebih menerima Agus Yudhoyono sebagai salah satu alternatif terbaik dalam Pilkada DKI Jakarta.

Dari 5 Lembaga Survey yang melakukan survey terhadap elektabilitas Calon Gubernur DKI Jakarta, 4 diantaranya menempatkan Agus Yudhoyono sebagai calon Gubernur dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan yang lain. Sementara satu Lembaga Survey, yaitu LSI menempatkan Ahok dan Djarot di posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 31,8% mengalahkan Agus yang berada di posisi kedua dengan 26,5% disusul oleh Anies dan Sandi dengan 23,9%.

Selebihnya, 4 Lembaga Survey yaitu LSI Denny JA, Poltracking, Charta Politika dan Indikator menempatkan Agus Yudhoyono di posisi pertama dengan elektabilitas tertinggi.



Yang mengejutkan, adalah hasil Survey Litbang Kompas yang menempatkan Agus Yudhoyono dengan posisi yang tertinggi dari hasil elektabilitas Lembaga yang pernah melakukan Survey. Agus Yudhoyono memiliki elektabilitas cukup "fantastis" dengan 37,1% yang kemudian disusul oleh Anies Baswedan dengan 33%. Sementara Ahok menukik tajam dengan 19,5%.



Untuk tingkat Popularitas, Ahok tetap menempati posisi pertama dengan 88,5% disusul Agus Yudhoyono dengan 84,4% dan Anies dengan 79,5%. Pada tingkat Kesukaan, Anies menempati posisi atas dengan 87,0% yang disusul dengan Agus Yudhoyono 86,4% juga Ahok dengan 70,6%.





17 December 2016

Petaka dari Munculnya Buzzer-buzzer Berbayar dan Dipelihara


Rezim Jokowi dengan koleganya Ahok tampaknya mulai panas dengan sindiran-sindiran dan kritikan yang dilakukan di Sosial Media. Mereka mulai melakukan intimidasi serta penangkapan-penangkapan kepada Aktifis. Ini teror! Dan kita hanya bisa pasrah.

Beberapa tahun lalu, Jasmev terbentuk dengan gerakan masif membuat isu dan fitnah untuk menjatuhkan lawan sembari menaikkan elektabilitas buat yang didukung, saat itu mereka mendukung Jokowi dan Ahok untuk Pilkada DKI Jakarta 2012.

Petaka inilah yang saat ini akhirnya membuat Rakyat saling sikut sendiri karena sifat pendukung yang memang berbayar. Mereka punya kewajiban untuk terus melakukan serangan dan counter balik terhadap kritikan. Sosial Media tidak sehat karena ulah sebagian orang.

Kenyataan bahwa Buzzer Ahok dan Jokowi pada waktu itu "Panen Emas" tidak bisa terelakkan dengan begitu "Subur" nya kehidupan mereka sekarang, dibanding saat pertama kemunculan mereka. Yup, betapa kerja sebagai Buzzer Ahok sangat menggiurkan dengan untung segudang.


Sebenarnya, ini kejahatan Politik. Dengan membayar buzzer-buzzer bahkan hingga mereka tetap berkuasa, setiap buzzer melakukan fitnah maka akan terlindungi oleh penguasa. Sementara, untuk pengkritik salah sedikit maka Polisi akan jadi urusannya.

Miris sebenarnya. Ketika kita butuh kontrol yang baik buat penguasa dan pejabat negara, penguasa memiliki "pasukan" yang siap menghadang. Bahkan tak segan untuk menghancurkan karakter si Pengkritik. Ad Hominen, Kill the Messenger, tak segan mereka lakukan. Saat pengkritik terpancing untuk melawan, sedikit terpeleset saja akan dihadapkan pada Hukum. Hukum yang tidak berkeadilan!

Akhirnya, pengkriti berhadapan dengan "Pasukan" dengan kesombongan yang luar biasa! Pengkritik serasa lemah karena Penguasa siap memberi "Surat Sakti" pemanggilan. Pengkritik terteror oleh penguasa, yang dipilih rakyat. Dan bukan tidak mungkin dipilih juga oleh kini jadi pengkritiknya.

Maka, dunia Buzzer harusnya dihentikan setelah Penguasa yang di dukungnya berkuasa. Kewajiban dan Hak Rakyatlah untuk mengontrol, bahkan sekalipun dengan cara yang salah. Rakyat tidak punya kuasa apa-apa selain berteriak dan memaki. Sementara penguasa punya banyak kakuatan untuk melakukan apapun. Selayaknya penguasa mendengar keluhan apalagi sudah berupa kemarahan rakyat.

Ada yang salah dengan negeri ini. Dan kita masih betah untuk berada dalam kesalahan-kesalahan yang akhirnya akan merugikan kita sendiri...

14 December 2016

Ini Kata Netizen Soal #AirMataBuaya yang Jadi Trending Topic Pasca Sidang Perdana Ahok


Ini Kata Netizen Soal #AirMataBuaya yang Jadi Trending Topic Pasca Sidang Ahok. Pasca sidang yang diwarnai tangisan memilukan, Ahok bukan mendapat simpati tetapi malah mendapatkan sindiran tentang perilakunya selama ini yang terlihat Arogan, bahkan jauh dari rasa belas kasihan. Jadi, rasanya kita tak perlu juga merasa kasian dengan orang yang dalam kesehariannya bahkan tak pernah mau melihat tangisan orang lain.

Hestek #AirMataBuaya pun bertengger lama dalam Top Trending Topic Indonesia sejak kemarin. Berikut beberapa cuitan Netizen:



@Dhaniisah

liat Ahok memaki & membuat org miskin menangis. Eh skrg dia yg nangis. Apakah


@Adot1998
kau nistakan islam 
saat kejepit kau bawa ayah angkatmu 
dan bikin pengajian islam 
kau lupakan agama &ibu kandungmu 
bedebah


@viraagustinaa
Kalo kata orang jawa: gak sumbut ambek nakale hehe

@MPuspalia


Kami Pemaaf,Tapi bukan PELUPA !!

 
@darahjuang_

ente ndak ingat ini ?


@Chaeruddin_B
JIKA PEMIMPIN SERING BIKIN NANGIS YG DIPIMPINNYA, BERSIAPLAH UNTUK MENEBUS AIR MATA MEREKA


@Gemacan70
Jangan percaya πŸ‘‰ πŸ˜œπŸ˜œπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒNenek Asyanti pun TETAP DI PENJARA karena dituduh MENCURI KAYU !!!

Terakhir, kita liat yuk angkuhnya Ahok dengan mengatakan "Republik ini saya lawan semua",  seperti yang di Video yang di Upload oleh @yudissejahtera

Jgn prcy jika org spt ini nangis2 di persidangan. Wong republik ini katanya mau dilawan semua kok πŸ˜‚


video

Jangan Mau Dibohongi PAKAI Eksepsi Kuasa Hukum Ahok

Sidang Penistaan Agama dengan terdakwa Ahok tampaknya cukup memberikan tontonan Hiburan bagi kita untuk melepas setidaknya "kepenatan" atas kasus Penistaan yang tak kunjung lepas dari "adu jotos" antar pendukung dan anti terhadap penistaan.

Boleh aja Ahok berkata apapun dengan raut ala sinetron Alay berseri tak kunjung usai. Jika perlu dengan judul yang merajuk penuh romantisme dan tangis berurai disepanjang episode. Tapi rakyat sudah cukup pintar untuk menilai.

Eksepsi terdakwa dan Kuasa Hukum terdakwa banyak memuat tipuan, menggiring terdakwa seolah menjadi sang korban yang penuh aniaya. Bahaya dan semakin menghina buat yang sadar akan hal itu. Jangan mau dibohongi PAKAI Eksepsi Kuasa Hukum Ahok, kata orang-orang.

Ada beberapa point kesalahan dan bahaya dalam kata-kata yang mengalir seolah terlihat membuat iba;

Pertama, yang disampaikan Kuasa Hukum dan Ahok beraroma Pledoi. Padahal Eksepsi merupakan penolakan terdakwa atas benar atau tidaknya dakwaan disertai alasan-alasan keberatannya. Disidang pertama ini, seharusnya masih berbicara seputar pembelaan atas dakwan Jaksa, belum masuk pada pokok perkara. Baca; http://www.teropongsenayan.com/53702-mirip-pledoi-eksepsi-pembela-ahok-blunder

Kedua, bahaya ketika Ahok dan Kuasa Hukumnya "menyelipkan" aroma Kampanye dalam sidang. Ahok dan Kuasa Hukumnya berbicara tentang beberapa program yang dia lakukan untuk Islam termasuk membangun Masjid di Daan Mogot. Padahal, orang belum juga lupa tentang beberapa Masjid yang dia runtuhkan. Seperti Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur. Masjid bersejarah Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki. Serta beberapa program yang "anti Islam" seperti menghilangkan baju Muslim di Sekolah dengan baju Betawi. Melarang Takbiran, mendukung legalisasi prostitusi, mendukung wacana penghapusan kolom Agama, membolehkan BIR, melecehkan ayat suci dengan menyebut harus tunduk pada ayat konstitusi, wacana menghapus cuti bersama saat lebaran, dll.

Ketiga, Ahok dan Kuasa Hukumnya tampaknya belum lelah untuk "menyerah" bahwa penafsiran dan pembicaraan soal ayat suci adalah domain Ulama dan ummat Islam sendiri. Bukan kembali ditafsirkan dan dipermasalahkan kembali. Terbukti, Ahok dan Kuasa Hukumnya malah "blunder" dan membuatnya kembali akan dilaporkan oleh ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) karena statement nya yang mengatakan (seperti saya kutip dari http://sarkopos.com/read/2016/12/13/1343/nah-logaragara-ucapannya-disidang-perdana-ahok-kembali-di-laporkan/) "Diduga mengulangi tindak pidana. Dengan mengatakan ada ayat yang digunakan untuk memecah belah rakyat".

Keempat, Tuduhan tak berdasar. Bukannya mengajukan keberatan atas surat dakwaan, Ahok dan Kuasa Hukumnya lagi-lagi kembali melakukan blunder dengan mengatakan adanya "Politisi Busuk" yang mempergunakan Al Maidah. Seperti saya kutip dari Portal Piyungan, “Selalu ada ayat yang sama digunakan politisi busuk untuk memecah belah rakyat dengan tujuan memuluskan jalan untuk meraih puncak kekuasaan oleh politisi busuk yang kerasukan roh kolonialisme,”.

Dan beberapa kesalahan lain yang saya catat. Ahok dan Kuasa Hukumnya tampaknya sedang berupaya membuat persidangan ini jadi momentum buat "menendang balik" orang-orang yang bersebrangan denganya. Dan membuat sosok Ahok seperti orang yang baik hati, berbudi luhur, peduli Islam sekaligus memanfaatkan momen Pilkada untuk berkampanye. Padahal, kita sama tau perilakunya yang sangat menyakiti hati rakyat...





12 December 2016

Jika pengadilan berbuat benar maka #BasukiHarusDiBui1312

Jika pengadilan berbuat benar maka #BasukiHarusDiBui1312 sebuah Chirpstory from @dapitdong 



1. Tidak bisa disangkal, kasus Penistaan Agama yang dilakukan Ahok membuat beberapa institusi ketar-ketir #BasukiHarusDiBui1312

2. Dari institusi Kepolisian hingga lembaga tinggi negara. Ah*k memang sudah buat ulah yg sulit diredam #BasukiHarusDiBui1312

3. Dengan melempar bola api ke Kapolri, nampak jika Lembaga Kepresidenan bahkan sudah nyerah utk berbuat apa #BasukiHarusDiBui1312

4. Meski semua terlihat kompak scr tidak langsung membela si Penista, disisi lain semua juga saling main lempar bola #BasukiHarusDiBui1312

5. Kita sama tdk tau dibelakang itu ada apa? Yg jelas bola api trs bergulir & semua tak rela menggenggam trll lama #BasukiHarusDiBui1312

6. Polri mencapai prestasi terbaik dengan membuat BAP yg langsung P21 begitu diserahkan ke Kejaksaan #BasukiHarusDiBui1312

7. Sehingga kita bahkan tak sempat untuk melakukan Aksi agar Kapolri melakukan penahanan terhadap tersangka #BasukiHarusDiBui1312

 8. Begitu pula, Kejaksaan mencapai salah satu prestasi terbaik dalam 2 hari berkas sudah sampai pengadilan #BasukiHarusDiBui1312

9. Terlihat jelas, kasus ini membuat mereka jengah untuk menyimpan terlalu lama... #BasukiHarusDiBui1312

 10. Kini bola api tersebut mengendon di Kehakiman. Maka, sampai sidang ini berakhir bola api tsb akan menetap disana #BasukiHarusDiBui1312

11. Tentu Kehakiman juga akan "Kepanasan". Kehakiman tak akan kuat mendapat tekanan #BasukiHarusDiBui1312

12. Maka tak ada pilihan, jalan terbaik adalah melakukan spt apa yg diamanahkan Undang-undang #BasukiHarusDiBui1312

13. Ah*k akan menerima takdirnya. Bukan hanya sebagai terdakwa, tapi juga menikmati amisnya lantai penjara #BasukiHarusDiBui1312

14. Maka kita harus terus menekan Pengadilan untuk terus berbuat benar! Sebab si Penista memang selayaknya ditahan #BasukiHarusDiBui1312

15. Sebab jika tidak, maka segala yang kita lakukan hanya akan sia-sia! Meski dgn status terdakwa Ah*k bebas..Bebas! #BasukiHarusDiBui1312

16. Bahkan jika Pengadilan memutuskan bersalah pun Ah*k masih bisa banding dengan tetap bebas berkeliaran #BasukiHarusDiBui1312

17. Ini butuh waktu lama! Bahkan jika bandingpun kalah, Ah*k bisa melakukan Kasasi... #BasukiHarusDiBui1312

 18. Butuh 10 th bhkn lebih hingga perjalanan Ah*k mencapai ruang tahanan. Itupun kalo kita masih tak bosan mengingat #BasukiHarusDiBui1312

19. Dan Ah*k adalah terdakwa tanpa jeruji, bhkn jika sdh menjadi terpidanapun maka jd terpidana tanpa jeruji penjara #BasukiHarusDiBui1312

20. Hebatkan? Bagaimana mereka mempermainkan kita? Maka tak ada pilihan lain! #BasukiHarusDiBui1312





11 December 2016

(Video) Moshing; Cara Agus Yudhoyono Meng-Entertain Pendukungnya

Ini sudah yang kedua kali, Agus Yudhoyono melakukan Moshing (melompat ke arah penonton) kepada pendukungnya. Setelah yang pertama dilakukan pada di Stadion Tugu, Jakarta Utara pada tanggal 23 Oktober 2016. Sabtu kemarin 10 Desember 2016 Agus Yudhoyono melakukannya di Kalideres, Jakarta Barat.

Tampaknya, inilah cara Agus Yudhoyono meng-Entertain pendukungnya. Cara ini tampaknya bakal lebih efektif ketimbang memberi hiburan semacam dangdutan dan hiburan lain.

Karena dengan begitu, sepenuhnya panggung milik Agus. Agus tahu benar bagaimana pendukungnya disuguhkan dengan berbagai program dan selalu mengingatnya. Berikut mengingat momen-momen penting seperti moshing yang dilakukannya.

Berikut Video moshing yang dilakukan Agus Yudhoyono



Menakar Program Perumahan Rakyat milik Agus Yudhoyono; akankah Terealisir?

Setelah sebelumnya saya membuat tulisan mengenai "Menakar Program Perumahan Rakyat Cagub Agus Yudhoyono dan Permasalahan-permasalahannya", kini ada baiknya kita menganalisa hitungan-hitungan realistis dalam membangun sebuah "Perumahan Rakyat" tersebut.

Masalah dalam pembangunan rumah untuk rakyat, dalam hal ini dikota-kota besar bisa dikatakan mau tidak mau, setuju tidak setuju dilakukan dengan penataan dari bangunan horizontal kepada bangunan vertikal. Hal ini tentu saja yang dimaksud adalah "Rumah Susun".

Sebagaimana diketahui, pembangunan Rumah Susun untuk rakyat ini memiliki kendala-kendala yang cukup pelik bagi Pemda untuk melakukan pembangunan. Masalah peliknya pembangunan rumah susun tersebut bisa kita sebutkan sebagai berikut:

1. Biaya pembangunan yang harus realistis disesuaikan dengan pendapatan masyarakat, selain tentu saja dipertimbangkan dengan kemampuan Pemda memberi subsidi bagi pembangunan rusun.


2. Sistem pembiayaan bagi masyarakat, apalagi jika Rusun tersebut dialokasikan menjadi kepemilikan (Rusunami) bukan Rusun dalam sistem sewa (Rusunawa).

3. Desain bangunan yang tetap harus mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat agar tidak terjadi "shock" atau "keterkejutan" menyesuaikan diri dalam lingkungan vertikal.

4. Tidak jarang, Rusun-rusun yang pada akhirnya menjadi pemandangan yang juga "kumuh" karena perilaku masyarakat penghuninya.

Dan tentu saja masalah-masalah lain yang tidak terdapat dalam point diatas.

Wah, akhirnya melantur kemana-mana juga ya? Hahaha. Sebenarnya saya cuma ingin menghitung, berapa sih analisa realistis sebuah bangunan Rusun?

Studi kasus:

Jika ada 500 KK yang akan direlokasi dan ditempatkan di rumah susun, dengan masing-masing KK memiliki hak kepemilikan tanah dengan luas masing-masing 30 M2. Maka ada sekitar 15000 M2 tanah yang tersedia untuk membangun Rusun. Dengan target untuk membangun minimal 500 Rumah.

Dengan 15000 M2 jika KDB pada tempat tersebut sekitar 40% maka hanya boleh dibangun dengan luasan 6000 M2. Jika mengabaikan Fasilitas sarana dan prasarana lain, maka 6000 M2 tersebut jika 60% efektif digunakan untuk rumah sementara 30% adalah sirkulasi, maka tersisa 3600 M2 untuk rumah. Jika rumah yang ada bervariasi dengan luasan antara 21 M2 hingga 36 M2 maka satu lantai bisa di isi sekitar 130 rumah.

Untuk bangunan Rusun dengan mempertimbangkan aspek biaya bangunan, maka maksimal ketinggian seharusnya adalah 5 lantai. Sementara, lantai pertama biasanya dimanfaatkan sebagai lahan usaha (warung, dsb). Maka efektif lantai yang dapat dipergunakan adalah 4 lantai. Sehingga didapatkan sekitar 520 rumah. Artinya bangunan Rusun tersebut hanya dapat menampung penghuni yang akan direlokasi.

Sekarang, berapa besar pembiayaan untuk bangunan?

Dengan luas bangunan sekitar 3600 x 5 Lt x 3 jt/meter maka biaya pembangunan di dapat Rp.  54.000.000.000, atau 54 M

Untuk pembersihan lahan dan cut n fill jika dihitung biaya permeter 1 jt permeter x 15000 sekitar 15.000.000.000 atau 15 M

Hingga kebutuhan untuk pembangunan sekitar Rp. 69 M atau jika dibulatkan Rp. 70 M

Jika pembangunan ini dibagi dengan 500 KK maka masing-masing menanggung Rp. 140.000.000,- Itu diluar perhitungan harga tanah tentunya. Tampaknya, disini program Agus Yudhoyono mulai terlihat masuk akal.

Diluar itu, Pemda akan memiliki kerugian dari tanah dan harga jualnya. Jika diambil paling tidak harga tanah per Meter Rp. 10.000.000 maka di dapat 15.000 x 10.000.000 = 150.000.000.000 atau 150 M.

Dengan asumsi 1/3 adalah pemilik sertifikat, 1/3 adalah pemilik Akta Jual beli dan 1/3 nya memang tinggal tanpa keduanya. Maka Pemda mengalami kerugian sekitar 75 M. Jika dibebankan kepada 500 KK tersebut menjadi 150.000.000.

Sehingga harga rumah menjadi Rp. 300.000.000 per Unit Rusunami

Dengan pola pembiayaan secara cicil maka setiap bulan setiap KK harus mencicil Rp. 1.700.000 untuk cicilan jangka panjang selama 15 tahun.

Mampukah masyarakat dengan biaya sekian tersebut? Tentu berat. Lalu bagaimana Pemda bisa membantu masyarakatnya? Pemda masih bisa menghitung dari penjualan atau sewa dari toko-toko yang berada dibawah Rusun, Penyewaan tempat Parkir dan Fasilitas lain seperti Sekolah atau TK.

Pemda juga bisa mengikut sertakan masyarakat untuk membangun sehingga biaya pembangunan bisa ditekan. Hingga kemungkinan biaya yang dibebankan kepada masyarakat bisa seminim mungkin dan dibawah 1 juta perbulan. Sebuah angka yang realistis yang dibebankan kepada masyarakat.

Selebihnya, tentu saja Pemda harus mengikhlaskan memberikan subsidi bagi rakyat. Begitu tentu yang Agus Yudhoyono maksud dengan "Jakarta untuk Rakyat". Pemda memang harus berkorban untuk menjadi bagian dari penataan Masyarakat perkotaan. 

Meski berat, semoga Agus Yudhoyono beserta Tim nya memang punya hitungan-hitungan yang cukup realistis untuk membantu masyarakat Jakarta. Dan memang benar-benar siap memberikan "Jakarta untuk Rakyat" seperti yang dijanjikannya. Sehingga program ini benar-benar punya makna, bukan sekedar lips service...

Wassalam...

Meraih kecintaan warga yang menguber-nguber #AhokNgosNgosan Pun Jadi Trending Topic

Meraih kecintaan warga yang menguber-nguber #AhokNgosNgosan








1. Inilah cerita heroik tentang Ah*k #AhokNgosNgosan


2. Dicintai hingga tak satupun mau terlewatkan utk bertemu dgn sang Maha Bintang #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/gbOevU093K
 
 
3. Dengan jam kerja yang sibuk, Ah*k berusaha mencapai warga yang mencintainya #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/Ix2uEHZhvm
 
 
4. Ditunggu setiap saat, dalam suka dan duka #AhokNgosNgosan 
 
5. Ah*k tetap berjalan, meski dengan iringan suara sumbang #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/9VTwwdEAmG
 
 
6. Dia lah Pahlawan yang berkampanye dari rumah Lembang (sebagai tempat teraman)  #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/MgLU5Al6XN ✊
 
 
7. Berkawan rakyat kecil dan tak sungkan naik angkot #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/JT7aUtyLfe
 
 
8. Sampai saat kecintaan warga akhirnya cukup membuat dia lelah #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/7pqRnOHdrm
 
 
 
 
10. Saatnya istirahat kawan... #AhokNgosNgosan pic.twitter.com/MKWm66prNs
 
 
 
 
 
 
 


09 December 2016

Pic Frame Salah Satu Aplikasi Foto Kolase Terbaik untuk Android Anda

Anda butuh Aplikasi Photo Collage untuk menggabungkan beberapa foto anda dalam satu bingkai? Pic Frame adalah salah satu applikasi terbaik untuk Android yang bisa digunakan. Selain ringan, aplikasi ini bisa dibilang cukup jempolan sebagai aplikasi andalan untuk anda. 

Untuk menggunakannya, silakan unduh Pic Frame - Photo Collage Grid di Google Play Store anda; 







Pic Frame - Photo Collage memiliki beberapa kelebihan, diantaranya: Menampung lebih dari 100 Layout yang bisa dipilih untuk anda gunakan. Anda bisa membuat kreasi Kolase Photo anda dengan banyak pilihan.









Selain itu, Pic Frame - Photo Collage memiliki fasilitas Mirror, untuk membuat Photo anda memiliki arah berlainan. Juga fasilitas Rotate untuk memutar foto anda serta fasilitas Stylize untuk mengkreasikan foto anda dengan style yang berbeda di tiap Frame.







Kebebasan untuk mengatur ukuran, dan warna di tiap Frame,







Dan terakhir, anda juga langsung bisa membagikan hasil Kolase anda pada akun-akun Media Sosial yang anda miliki.






Gimana? Menarik bukan? Silakan gunakan Pic Frame - Photo Collage pada Android anda dengan Klik Link berikut (Lewat Android anda): https://play.google.com/store/apps/details?id=com.leyiapps.picframe 


Selamat Mencoba...


07 December 2016

Menakar Program Perumahan Cagub Agus Yudhoyono dan Permasalahan-permasalahannya

Perumahan Rakyat memang menjadi masala serius dalam pembangunan kota-kota besar. Tidak dipungkiri, bahwa sebagian besar kepadatan yang terjadi pada Perumahan-perumahan di kota-kota besar akan menjadi sebuah pemandangan yang "lain dari pada yang lain". Kondisi kumuh dan tak teratur dengan rapi tentu akan mengganggu dari banyak segi. Baik dari segi keindahan kota, juga kemungkinan menjadi masalah buat banjir, rawan bagi kriminalitas dan masalah-masalah lain.

Permasalahan perumahan rakyat ini tentu tidak akan semudah itu untuk diselesaikan. Jika tanpa melakukan penggusuran tetapi hanya dengan penataan "kampung kumuh" tersebut, setidaknya seorang Romo Mangun saja butuh bertahun-tahun untuk merubah cara berfikir dan mentalitas masyarakat sebelum berhasil menata "Kampung deret". Perlu butuh bertahun-tahun lagi untuk menata dan membangun bahkan perlu seumur hidup setelahnya untuk tetap menjaga semangat awal yang dicita-citakan Romo. Perlu banyak komunitas yang terlibat dalam masyarakat. Mungkinkah konsep ini dilaksanakan seperti halnya Cawagub Sandiaga Uno pernah janjikan? Nyatanya pernah berhasil, untuk orang sekelas Romo Mangun. Adakah Romo Mangun lain saat ini yang akan begitu sabar dan telaten? Sejujurnya, sangat berat...

Balik lagi ke semangat seorang Agus Yudhoyono untuk membangun "Perumahan Rakyat" sebagai Programnya. Mungkinkah dilaksanakan? Sebelumnya Agus menjabarkan tentang 7 Prinsip dalam membangun Perumahan Rakyat. Baik, kita akan tinjau kembali 7 Prinsip itu;

1. Membangun tanpa menggusur
2. Onsite Upgrading, Pembangunan di Lokasi
3. Melibatkan komunitas yang ada
4. Masyarakat memiliki rumah, bukan menyewa rumah
5. Tersedia tempat untuk mengembangkan usaha
6. Pembangunan terintegrasi 
7. Program dilakukan dengan kolaborasi antara Pemda, Swasta dan BUMN

Masalah Perumahan Rakyat di kota besar terutama Jakarta selalu terkesan "Imposible". Dan Cagub yang menjanjikan dapat mengatasi juga seperti terkesan janji "Surga". Sementara Rakyat yang selalu lugu dengan janji pemimpinnya selalu berharap dengan prasangka baik seperti saat dijanjikan Gubernur sebelumnya. Maka saya akan menganalisa dengan hitungan "kasar" sebagai seorang Arsitek. Mungkinkah program "Perumahan Rakyat" ini terlaksana seperti janji seorang Agus Yudhoyono?

Sebaiknya kita lihat apa permasalahan-permasalahan terhadap konsep "Perumahan Rakyat" tersebut. Bisa kita analisa diantaranya;

Pertama, tingginya harga tanah di Jakarta. Tingginya harga tanah ini tentu akan jadi pertimbangan yang sangat berat bagi "Pemda" yang mau meng-ikhlaskan sebagian dari investasi nya untuk rakyat. Harga tanah di Jakarta saja paling rendah sekitar 10 jt permeter. Dibagian lain Jakarta, harga tanah bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Akankah Pemda memberi cuma-cuma untuk rakyat? Sementara pembangunan selama ini bagi siapapun adalah sebuah "investasi". Akankah Pemda bisa menganggap rakyat sebagai sebuah investasi yang lebih besar dari kepentingan sesaat? Let see...

Kedua, sebagian rakyat yang menghuni pemukiman-pemukiman kumuh di Jakarta berstatus tanah garapan. Tinggal bertahun-tahun dari tanah antah berantah. Hanya sebagian kecil yang memiliki dengan status girik (Akta jual beli), sementara lebih sedikit sekali yang memiliki sertifikat. Jika diambil rata-rata harga tanah Rp. 20 juta permeter saja, maka hanya sedikit yang "berhak" atas Rp. 20 juta itu, sebagian harga jual yang dimiliki rakyat dengan hanya memiliki Akta Jual Beli bisa kurang dari setengahnya. Bahkan yang lebih banyak pemilik tanah garapan akan lebih membuat Pemda "berkorban" lebih besar lagi.

Ketiga, minimnya penghasilan para penghuni yang berada di pemukiman-pemukiman kumuh dan tidak tertata tersebut. Penghasilan mereka bahkan bisa jauh dari UMP yang ada di DKI sekitar 3 juta, harus kita akui masih banyak buruh-buruh kasar dan pekerja informal lain dengan standar hidup yang bahkan tidak mencapai setengahnya.

Keempat, tingginya harga "membangun". Apakah akan masuk akal, ketika pembangunan di Jakarta terutama untuk bangunan tinggi begitu mahalnya, maka Pemda akan bisa meng-cover harga pembangunan dan ikhlas memberikan untuk rakyat?

Kelima, Sarana dan Prasarana, Utilitas, Akses dan Infrasturkur. Semua itu harus disediakan demi membuat sebuah pemukiman bagi rakyat. Semua itu bisa dibilang investasi yang juga tidak kecil dan menjadi "kehilangan" bagi Pemda yang harus diikhlasan.

Keenam, Aspek sosial budaya. Mungkin hal yang satu ini kita bisa sedikit abaikan, meski pada awal-awal isu ini, bangunan vertikal jadi utama bagi masyarakat yang terbiasa bersosialisasi secara horizontal.

Itulah beberapa permasalahan untuk menjalankan Program "Rumah untuk Rakyat" yang sebaiknya jadi pertimbangan awal. Semoga sudah dipertimbangkan, bahkan sebelum program itu dikemukakan. Dalam tulisan berikutnya kita akan meninjau studi kasus untuk menilai masalah Perumahan Rakyat ini pada bagian lain dari tulisan ini... Sampai jumpa

04 December 2016

Yang Unik, Aneh, Miris, Menyedihkan, Menjijikkan semua ada di #AksiBelaTaipan412

Panas sama aksi kemarin tapi gak bisa nyamain sama sekali mulai dari massa sampe akhlak. Sampah dimana2, taman diinjekin #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/snmKZFRhph
 
 
 
Ohh ternyata begini toh Aksi Tandingannya . Yang katanya 'kebhinekaan' . #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/32MteUPMvV
 
 
 
Ohh ternyata begini toh Aksi Tandingannya . Yang katanya 'kebhinekaan' . #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/32MteUPMvV
 
 
 
Maaf sekali lagi maaf, kok di tiga kata ini terselip kata yg sama ya? parTAI, TAIpan, kiTAIndonesia #AksiBelaTaipan412 
 
 
SUMPAH PEMUDA 212 : jong jawa, jong papua, jong celebes, dll 412 : jong os PNS, jong os AG, jong os ASG, jong os Nsdm, #AksiBelaTaipan412 
 
 
Jadi siapa yg sebenarnya di tunggangi partai politik?? #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 #KamiAlumni212 pic.twitter.com/9nMxaferul
 
 
Penasaran apa yang  Yang Unik, Aneh, Miris, Menyedihkan, Menjijikkan semua ada di #AksiBelaTaipan412? Baca selanjutnya di http://chirpstory.com/li/338913 
 
 
 

Sebagai Aksi Tandingan, #AksiBelaTaipan412 Pergunakan Surat Edaran dan Pemaksaan

Sebagai Aksi Tandingan, #AksiBelaTaipan412 Pergunakan Surat Edaran dan Pemaksaan sebuah Chirpstory by @floritalistyani



1. Sukses menggelar aksi Bela Islam III 212 muncul aksi tandingan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember besok #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/bQafzPURqr
 


2. Beberapa selebaran imbauan untuk mengikuti aksi 412 beredar di kalangan wartawan dan sosial media, Sabtu (3/12/2016) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/YGymXSkmNf
 


3. Baik lembaga setingkat kementerian ataupun swasta. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah.#AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/JkeKunLMK9
 


4. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/cWMD8DxFc6
 


5. Misalnya, mengeluarkan surat edaran Nomor: 046/SJ-DAG/SE/11/2016 tentang Olahraga Bersama Menteri Perdagangan #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/vvunYuiEJT
 


6. Imbauan yang sama dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos) lewat surat Nomor: 2139/DYS-Sekt/12/2016 #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/3YoYiAkiU8
 


7. Acara Gelar Budaya 'Bhinneka Tunggal Ika' akan dihadiri oleh Presiden RI dan melibatkan seluruh kementerian & lembaga. #AksiBelaTaipan412 


8. Partai Golkar lewat surat bernomor B.871/Golkar/XI/2016 arahan ketua umum dan ketua bidang pemenangan pemilu #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/Mb79AdPwOm
 


9. Aksi kebangsaan ini akan berlangsung di seputaran Jalan Sudirman-MH Thamrin Jakarta #AksiBelaTaipan412 


10. Aksi diinisiasi oleh para ketua umum partai politik pendukung pemerintah, pemimpin ormas, dan tokoh masyarakat #AksiBelaTaipan412 


11. Seluruh karyawannya dari level kepala divisi, koordinator wilayah hingga sopir dan office boy untuk menghadiri  #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/76FqxrjXXq
 


12. Hal itu dinilai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono  bentuk dari kesewenang2an penguasa (...) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/oaICZ6g4gc
 


13. Dan kesewenang2an parpol seolah ingin mempertontonkan ke publik bahwa partai pendukung mampu mengerahkan massa #AksiBelaTaipan412 


14. Tp berbahagialah bahwa kesuksesan Aksi Bela Islam menginspirasi #AksiBelaTaipan412 salah satunya bawa kantong sampah sendiri πŸ˜†πŸ˜† pic.twitter.com/ptRIQV1kAr
 


15. Jgn lupa buat yg tdk ikut berpartisipasi dlm #AksiBelaTaipan412 bsok pg... jgn lupa di rumah pd cuci kaos kaki ya πŸ˜‰ . pic.twitter.com/rfSmS04fA9