31 October 2014

Ruang Dalam Arsitektur

Sebuah Ruang adalah hal unik. Ia tidak sebatas mengkotakan atau memberi garis dalam sebuah lahan lalu menamainya dengan Ruang Keluarga, Ruang Tidur, Ruang Makan, dll. Sebuah Ruang juga bukan sekedar "dikarang" untuk dibagi bahwa Ruang ini untuk Ayah dan Ibu, ini untuk Ani, Ruang ini untuk Budi dan Ruang ini untuk bersama

Ini adalah sebuah kritik saya terhadap sebagian Arsitek dan sebagian orang yang berkecimpung dalam bidang desain Arsitektur yang "meremehkan" Ruang yang hendak diciptakannya. Pikiran sebagian orang dalam hal ini Arsitek dan Owner, bahwa bangunan yang terlihat "Cantik" dari tampak muka, adalah karya Arsitektur yang berhasil. Dan barulah menyadari setelah "Ruang" terbentuk dan merasakan "Aura" Ruang yang dibentuk olehnya. Ketidak nyamanan, ketidak harmonisan dan suasana yang terjadi bisa jauh diluar keinginan. Itu yang bakal terjadi jika seorang membuat sebuah Ruang tanpa mengerti "esensi" dari Ruang yang dibuatnya. 

Jika disebuah tanah lapang saya tarik garis lurus, apa yang ada dipikiran anda? Anda pasti bertanya, paling tidak dalam hati, ini untuk apa? Lalu anda secara tak sadar anda akan "terbatasi" untuk tidak sembarangan melintasi garis yang saya buat. Jikapun anda melintas, anda secara tidak sadar akan melompati garis yang saya buat tadi untuk tidak merusaknya. Setelah anda melewati garis tadi, anda akan dibatasi lagi untuk tidak "sembarangan" untuk keluar dari garis tadi lagi. Anda seolah digiring untuk merasakan suasana lain dalam garis tadi. Itulah Ruang! Saya telah membuat Ruang saya sendiri. 

Jadi Ruang terbentuk bukan sekedar membuat dinding masif disekelilingnya lalu dipercantik dengan aksesoris atau warna‐warni serta tekstur untuk memperoleh suasananya, tapi ruang itu sendiripun memberi suasananya sendiri sesuai tingkatannya, bentuk, ketinggian (dimensi) dan persepsi. 

Ruang akan bicara dengan sendirinya ketika kita meletakan dan membentuk ruang‐ruang itu dalam tingkatan‐tingkatannya. Anda bisa membentuk ruang yang "menyuruh" orang untuk "Ayo Masuk", "Jangan Masuk/Daerah Terbatas" atau "Masuk tapi terbatas" bahkan "Keluar" tanpa anda menaruh Signage atau Tulisan Peringatan. 

Anda juga dapat memberi "bumbu" bagi Ruang sesuai suasana yang diinginkannya (atau tidak sengaja tercipta). Anda bisa membuatnya "Akrab", "Senang", "Sedih", "Menyendiri", bahkan "Seram" atau "Tersiksa". 

Terakhir dalam pembahasan kali ini adalah persepsi yang sengaja dibentuk atau memang telah terbentuk. Anda bisa membuat sebuah lingkaran mengelilingi seorang teman anda lalu anda bentuk persepsi bahwa "jangan keluar dari lingkaran ini". Maka anda telah memberi persepsi ruang yang membuat teman anda tidak keluar dari lingkaran itu! 

Demikian untuk sementara tulisan ini. Insya Allah saya akan melanjutkan tentang ruang dalam tulisan berikutnya. 

Untuk membaca tentang rumah dan Arsitektur, silakan membaca blog saya khusus Arsitektur di http://dsign-rumah.blogspot.com


David Usman

30 October 2014

Begini Cara Teknisi Komputer Bekerja

Anda mungkin sering mengunjungi toko service komputer bukan? Terutama jika terjadi masalah dengan komputer anda. Atau anda memanggil teknisi langganan anda untuk memperbaiki dirumah atau di kantor anda.

Sebagian anda mungkin bertanya? Bagaimana seorang teknisi mengetahui kerusakan komputer anda dan bagaimana pula mereka memperbaikinya? Baiklah, mari kita "bongkar" sedikit rahasia para teknisi.

1. Menanyakan keluhan 

Bak seorang dokter, seorang teknisi tentu membutuhkan keterangan sedikit, meski tidak mutlak info dari anda. Info ini akan mempermudah memperbaiki kerusakan yang terjadi pada komputer anda.

Modal info ini akan menentukan langkah selanjutnya sesuai pengalaman dan keahlian yang mereka miliki.

2. Memasang CPU 

Atas keluhan yang anda hadapi, Teknisi akan memasang CPU anda pada layar monitor dan perlengkapan lain yang tersedia.

Dari keluhan anda dan dari deteksi dengan memasang power dan monitor serta keyboard, teknisi yang berpengalaman akan langsung mengetahui kerusakan apa yang perlu diperbaiki. Dan biasanya teknisi berpengalaman ini akurat 95%... hehehe

3. Membagi 4 Permasalahan dengan 4 Tindakan

Ada 3 permasalahan yang butuh 3 tindakan baik kepada CPU anda atau kepada Anda sebagai konsumen;

Pertama, kerusakan kecil yang butuh sedikit "sentuhan". Maka teknisi akan menyarankan kepada anda untuk meninggalkan saja CPU anda dan kembali beberapa jam kemudian... Ups, jadi buka rahasia... :‐D

Hal ini dilakukan demi mengamankan pendapatan. Salah konsumen juga sih, ketika dibilang atau diperlihatkan lalu diperbaiki masalah "kecil" tadi, sering tidak menghargai keahlian orang lain dengan membayar seenaknya, atau tidak mau  ‐minimal nyesel‐ kalo dihargai standar. 

Kedua, Install Ulang. Nah, instal ulang ini biasanya teknisi lebih senang untuk ditunggui. Karena meski butuh waktu sekitar 2 jam, jika sudah selesai langsung mendapatkan upah dari pemilik CPU. 

Ketiga, ganti hardware. Artinya ada hardware yang dideteksi rusak. Sebagai tandanya, teknisi biasanya menunjukkan hardware yang rusak tersebut dan apa yang terjadi dengan hardware tersebut. Kerusakan seperti ini bagi teknisi yang memiliki stok hardware tentu akan langsung pasang dan ganti. Karena lebih mudah dan cepat terima duit. Bagi yang tidak memiliki stok, biasanya harga hardware akan menjadi sedikit lebih mahal dibanding yang memiliki stok. Bukan apa‐apa, harga jika dibutuhkan kadang teknisi sendiripun bisa membeli lebih mahal. 

Keempat, membongkar CPU. Ini terjadi biasanya jika kerusakan agak sulit di deteksi. Maka teknisi perlu membongkar CPU dan mencari kerusakan dengan membutuhkan waktu yang agak lama. Nah, kalo yang ini bisa jadi teknisi kurang pengalaman atau memang CPU nya anda ada Jin‐nya!

4. Bila Terjadi kesalahan deteksi

Bila sudah yakin, teknisi yang sudah terlanjur bilang apa yang rusak dan apa yang harus diganti atau diperbaiki ternyata salah, maka, tidak ada jalan untuk kembali... hehehe. Maka kerusakan pertama akan tetap kekeh dipertahankan sambil menambahkan kerusakan lain. 

Hal ini guna mempertahankan kredibilitas teknisi dimata pelanggannya agar tak terlihat bodoh... :‐D

Ups... bongkar rahasia lagi...