18 December 2014

Pegang tanganku erat mama



Pegang tanganku erat mama









 





Aku ada dan slalu berusaha ada
Disaat-saat kau butuhkan

Aku menikmati saat pelukanmu
Dan genggaman tanganmu
Menemaniku tumbuh

Dan tangan yang lunglai ini
Biarlah jadi saksi
Betapa aku mengasihimu

Pegang tanganku erat mama

Selamanya,
Sampai Sang Pemilik semesta ini
Mengambil alih
Menggenggam tanganmu

La hawla wala quwwata illa billah...


(Tulisan ini dibuat tanggal 13 Desember 2014 di RS Harum, pada tanggal 15 Desember 2014 sekitar jam 7.30 Ibunda (mertua) meninggal dunia).

14 December 2014

Layar

Episode di Layar ini dimulai dengan lahirnya bayi mungil nan cantik. Keluarga bahagia, ayah yang sukses dengan pekerjaannya dan ibu yang sibuk dengan kariernya.

Masuk ke episode menyedihkan, layar menyuguhkan penderitaan demi penderitaan. Ayah yang sakit-sakitan hingga meninggalkan utang untuk biaya pengobatan. Ibu yang dipecat karena sibuk mengurus sang suami. Dan anak yang terseok-seok menyelesaikan sekolahnya.

Dilayar lain di cerita yang lain, sebuah keluarga miskin berjuang gigih mencapai cita-citanya. Hingga pada suatu saat keluarga tersebut sukses. Sayangnya, sang ayah lupa diri. Minum, clubbing, dan berzina jadi rutinitasnya. Hingga keluarga tersebut kembali pada titik dimana episode dimulai. Menjadi kembali miskin!

Begitulah layar-layar ini menyuguhkan episode demi episode sesuai dengan keinginan Sang Pemilik Skenario. Cerita mengalir membuat duka, gembira, tegang, berwarna, hampa, sakit, sehat, penuh cinta atau nestapa.

Episode-episode apik di layar membuat cerita menjadi seru, lucu, dan kadang menegangkan!

Di Layar yang lain, peperangan demi peperangan terjadi, tidak pernah berhenti, tidak pernah berakhir. Mujahid-mujahid baru lahir setiap hari, dan korban-korban juga berjatuhan setiap hari! Anak-anak kehilangan orang tuanya, orang tua kehilangan anaknya.

Ya Allah, layar-Mu  menyuguhkan beragam warna, beragam cerita, beragam kisah, dan beragam makna. Tidak ada satupun Sutradara menyamai sempurnanya "Kisah" yang Kau buat!

Kau arahkan kami, disaat lain kau ombang-ambingkan kami. Membuat kesombongan kami jadi tidak punya arti. Kau "permainkan" kami, orang-orang yang Kau sayangi dengan kisah dan ujian. Kau beri sedikit kesenangan dengan harta, kekuasaan dan keturunan, lalu Kau "hempaskan" kembali dengan bencana, kesakitan, kelaparan dan kesedihan!

Maka ketika "Layar" itu masih Kau sutradarai, maka kami tidak lebih dari orang-orang yang kau Rahmati dengan penuh kasih.

Dan ketika Engkau telah merasa "bosan" dengan kelakuan kami yang tidak juga sadar diri, maka Kau biarkan kami lepas dari "arahan-Mu". Seperti domba yang dilepas di padang tandus, kami tersesat sejauh-jauhnya. Sejauh maksiat yang ingin kami buat, sejauh kesenangan syahwat yang buat kami nikmat. Naudzubillah... 

Dilayar lain, seorang lelaki tua tengah tergelak di dalam gelap bersama seorang wanita berpenampilan tak lengkap. Setiap malam, ia nikmati tegukan minuman keras, dan melampiaskan syahwat. Ujian kebangkrutan perusahaannya bukan membuat ia tersadar dan kembali, tapi malah membuatnya semakin menjadi! Dan dimalam ini, setelah menikmati beberapa tegukan dan melepaskan syahwat, ia mati dalam sebuah kecelakaan. Naudzubillahi min dzalik...

Ya Allah, beri kami terus peringatan. Beri kami kesedihan, kesakitan dan kelaparan jika itu kami perlukan. Sayangi kami dan "Sutradarai" kami dalam setiap episode di "Layar"-Mu. Jangan lepaskan kami hingga kami lupa diri, jangan lepaskan kami hingga kami tersesat...


01 December 2014

Beberapa Konsep Perumahan yang (Mungkin) Belum Terpikirkan

Saat ini, berkembang beberapa konsep Hunian. Mulai dari konsep Kota Wisata, dengan beragam Arsitektur dunia disetiap Cluster atau Blok. Sampai konsep Hunian Kota Mandiri, dengan kelengkapan fasilitas kota yang komplit. Rata-rata, konsep Hunian/Perumahan itu dilaksanakan dalam skala besar dan untuk kalangan atas atau elit.

Lalu bagaimana dengan konsep hunian atau perumahan kecil? Mereka sepertinya lebih kepada pemenuhan mencari keuntungan. Hingga, untuk perumahan kecil yang memiliki luas lahan kecil atau berupa Cluster-cluster lebih terkesan "asal jadi". Bahkan beberapa pengembang, tidak memiliki perencanaan apa-apa. Dan sebagian lainnya hanya mencontek konsep dan bentuk rumah dari beberapa perumahan yang sudah ada.

Padahal, akan terasa lebih apik jika pengelolaan perumahan -meski dalam skala kecil/menengah- dilaksanakan dengan memikirkan konsep hunian yang baik untuk penghuninya. Beberapa pemikiran, akan memberi pilihan yang memuaskan selera pembeli atau penghuni.

Berikut ini adalah beberapa Konsep Perumahan yang terpikirkan oleh saya dan mungkin juga bagi anda, tetapi belum banyak terealisir. Contoh berikut sekedar Ide, yang selebihnya bisa dikembangkan sendiri oleh masing-masing pengembang sesuai kondisi dan lingkungan sekitar perumahan yang akan dibangun.

1. Rumah Tumbuh

Konsep Rumah Tumbuh sering kita dengar dari sebuah pembangunan rumah. Tapi saya sendiri belum pernah dengar konsep ini diterapkan oleh sebuah perumahan. Konsep rumah tumbuh ini, akan membuat pembeli rumah tipe kecil, memiliki kesempatan menambah rumahnya baik vertikal (ke atas/Tingkat) atau Horizontal (Kesamping/belakang/depan) tanpa harus melakukan perombakan berarti terhadap rumah yang dibelinya.

Kita tahu, bahwa banyak -dan hampir semua- perumahan tipe kecil akan mengalami renovasi setelah beberapa tahun ditempati penghuninya. Rasanya, kita perlu mempertimbangkan sebuah konsep rumah tumbuh hingga penghuni dapat berkreasi menambah kamar atau ruangan lainnya dengan tidak banyak mengeluarkan biaya.

Rumah Tumbuh Vertikal

Syarat-syarat untuk bisa tumbuh vertikal/ke atas adalah dengan membuat tiang-tiang bangunan yang berpola dan dengan besaran yang lebih dari pada sekedar kolom praktis.

Pola-pola/Grid kolom akan mempermudah penghuni dalam membuat pola ruang diatasnya. Sementara, kolom yang cukup besar memungkinkan penghuni tidak perlu membuat kolom tambahan (Kolom suntik).

Rumah Tumbuh Horizontal

Untuk rumah horizontal, konsep bisa diatur dengan perletakan ruang yang apik. Misalnya; biasanya sebuah rumah kecil memiliki ruang tamu kecil, ruang makan dan dapur disatukan atau malah tidak ada. Maka perlu sebuah konsep, ketika menambah besar ruang tamu maka ruang tamu yang ada bisa difungsikan sebagai ruang makan dan dapur. Atau misal sebuah ruang tidur akan ditambah, sehingga ruang tidur utama bisa diberikan kamar mandi sendiri, maka pengaturan dan perletakan Kamar Mandi harus diatur agar memungkinkan dapat disatukan tanpa merubah Kamar Mandi itu sendiri.

Organisasi ruang perlu dipikirkan dalam hal ini, sehingga kita bisa menambah ruang seperti Kamar Tidur, menambah Dapur, memperbesar Ruang Tamu dengan leluasa tanpa banyak melakukan renovasi.


2. Dua Rumah Satu Tampak

Jujur, konsep ini pernah saya dengar dari senior saya. Beliau menjelaskan tentang konsep bagaimana sebuah rumah dengan tipe kecil, bila seseorang yang misalnya suatu saat memiliki keinginan untuk membeli rumah di sebelahnya, maka kedua rumah itu akan tampak seperti satu Rumah!

Ini salah satu konsep unik yang perlu dipikirkan juga oleh pengembang. Kejadian seperti ini, yaitu orang yang membeli dua rumah dalam perumahan kecil dengan fasilitas KPR banyak terjadi. Maka, ketika pengembang membuat sebuah konsep perumahan dengan Tampak yang bisa menyatu ketika seorang membeli dua rumah, akan memudahkan penghuni untuk tidak banyak melakukan perubahan pada rumah yang telah ia beli.

Kesatuan ini juga perlu dipikirkan tidak hanya berhubungan dengan Tampak/Fasade, tapi juga kesatuan ruang yang memungkinkan penggabungan akan memberi fungsi pada masing-masing ruang. Misalnya, ketika digabungkan, dengan sedikit perombakan akan menjadikan fungsi Ruang Tamu yang satu menjadi Ruang Tamu dan yang satu lagi menjadi Ruang Keluarga, misalnya.


3. Rumah Islami

Ini yang sangat menjadi konsen saya. Saya seringkali memikirkan sebuah konsep Rumah Islami. Dimana dalam konsep itu tidak hanya memikirkan konsep "Islami" yang umum, yang sering menjadi tulisan, tetapi tidak benar-benar mencapai sasaran. Tetapi konsep Islami yang benar-benar "Islami".

Maksud saya, banyak tulisan mengenai "Rumah Islami" tapi hanya memikirkan bahwa sebuah rumah harus bersih, indah, nyaman bagi penghuni, dll. Padahal, konsep seperti ini adalah konsep umum yang harus ada pada rumah.

Konsep Islami yang saya maksud, bahwa penataan ruang dan bangunan benar-benar mempengaruhi penghuni untuk membangun kehidupan Islami yang sesuai Al-Quran dan Sunah Rasul. Beberapa hal yang mungkin saya bisa tuliskan disini:

- Rumah Islami harus mampu membatasi/menjaga penghuninya dari aurat yang terbuka. Maka konsep "hijab" dalam rumah Islami harus benar-benar membatasi antara ruang publik, semi publik dan privat.

- Ruang makan yang memungkinkan penghuninya menjalankan sunah Rasul. Mampu "memaksa" penghuni untuk tidak makan berdiri, menyuap dengan tangan kanan, dan sebagainya.

- Ruang Tidur harus membuat penghuninya tidur secara sunah. Lampu yang mati ketika hendak tidur, badan miring ke arah Kiblat dan sebelah kanan, dll.

- Kamar Mandi yang tidak menghadap Kiblat dan Ruang Shalat yang jadi "central" sebuah Rumah Islami, sehingga memungkinkan semua penghuni selalu betah dan ingat waktu-waktu sholat.

Itulah beberapa konsep perumahan yang ada dalam "Impian" saya. Dan konsep-konsep lain masih mungkin bisa terpikirkan seandainya saja kita serius memikirkan kebutuhan penghuni dalam membuat sebuah perumahan.

Semoga bermanfaat


sumber: Rumah Idaman

08 November 2014

Trend Rumah Tahun 2015

Setelah sebelumnya menulis tentang Trend Ruko Tahun 2015, kini saya mencoba 'peruntungan' dengan membuat tulisan Trend Rumah Tahun 2015. Trend ini saya analisa berdasarkan kecenderungan-kecenderungan yang ada. 

Saya tidak akan menghubungkan tulisan Trend Rumah Tahun 2015 ini dengan Babi, Kuda, Kelinci ataupun binatang imoet lainnya. Karena saya bukan akan bicara tentang binatang, lagipula saya bukan ahli di dalam dunia per'binatangan'.

Ada beberapa hal yang saya lihat berdasarkan 'penerawangan' saya.

1. Minimalis Murni 

Selama ini, kita bicara tentang minimalis, tetapi kita terlalu "ribet" dalam membuat fasade rumah. Tempel sana, tempel sini, aksesoris disana-sini dan semacamnya. Minimalis murni memungkinkan sebuah fasade yang sangat simpel. Sisi keindahan dipancarkan dari 'kesimpelannya'. Ini yang disebut minimalis murni. 



(Gambar ini saya ambil dari Group SketchUnesia di Facebook. Linknya pun asli, dan gambar tanpa saya edit dan saya crop. Bila ada keberatan, saya akan hapus. Trims)

2. Mudah dalam perawatan (Zero Maintenance)

Batu alam, adalah salah satu elemen yang akan banyak berkurang dalam alternatif pembangunan rumah di tahun 2015, jika tidak mau dibilang ditinggalkan. Sebab penggunaan batu alam membuat perawatan sebuah rumah semakin 'ribet'. Selain berlumut/berjamur, batu alam semakin hari akan semakin terlihat kusam.

Begitu pula dengan tali air yang merupakan salah satu ornamen 'andalan' bagi seorang Arsitek ditengah ke‐monotonan ruang. Akan dibuat seminim mungkin, atau bahkan tidak dipergunakan sama sekali. 

3. Kemudahan pembangunan

Beberapa bahan bangunan akan ditinggalkan karena kesulitannya dalam pembangunan. Batu bata dan ornamen seperti Gypsum akan dihindarkan. 

Ornamen berbentuk profilan yang melengkung‐lengkung juga agak sulit untuk bertahan beberapa tahun kedepan. 

4. Sifat Bersosialisasi

Manusia adalah makhluk sosial. Maka, bersosialisasi adalah kebutuhan dasar bagi seorang manusia. Teknologi yang pernah dan sampai saat ini memanjakkan kita, seperti Laptop, PC, Handphone Android, ternyata tidak mampu mengisi kebutuhan itu. 


(Gambar ini saya ambil dari Group Kampoeng 3D di Facebook. Linknya pun asli, dan gambar tanpa saya edit dan saya crop. Bila ada keberatan, saya akan hapus. Trims)

 
Maka Trend Rumah Tahun 2015 akan semakin terbuka. Akan banyak jendela‐jendela, yang bukan saja berguna bagi penerangan alami tapi juga sebagai bentuk keterbukaan untuk bersosialisasi. Begitu juga dengan pagar yang tertutup serta dibuat tinggi, akan semakin terbuka untuk bisa melihat dan menyapa para tetangga. 

Uniknya, selain bentuk minimalis murni yang akan jadi jawara, kecenderungan tumbuhnya rumah‐rumah arsitektur tropis yang di dominasi penggunaan atap prisma atau pelana dan bahan‐bahan kayu juga akan tumbuh berkembang di tahun itu. 

Trend rumah seperti ini bisa mengadopsi bentuk bangunan tradisional Indonesia maupun bangunan tradisional Jepang. 

Untuk membaca tentang rumah dan Arsitektur, silakan membaca blog saya khusus Arsitektur di http://dsign-rumah.blogspot.com
  

06 November 2014

Keuntungan Membuat Blog

Sebelum membuat Blog Pribadi ini, saya sangat suka membuat puisi dan tulisan-tulisan yang umumnya saya simpan sendiri. Sebagian, pernah ada sekitar 2 buah tulisan berupa cerpen yang saya kirim ke sebuah Majalah remaja yang saat itu sedang digemari. Tapi kedua tulisan itu, beserta tulisan-tulisan lainnya kandas begitu saja dan terbuang menjadi sampah. 

Inilah keuntungan Pertama dari membuat sebuah Blog. Lewat Blog Pribadi ini, saya bisa mengekspresikan tulisan saya tanpa harus berpikir, apakah tulisan ini akan diterima redaksi atau tidak. Saya bisa menulis bebas semaunya, tanpa ragu dan rasa takut tulisan ini akan bagus atau buruk. Dihina atau dipuja. Karena dalam sebuah Blog, anda boleh suka dan tidak suka tulisan seseorang. Tinggal membaca atau meninggalkan!

Nyatanya, Alhamdulillah tulisan-tulisan saya sebagian bisa diterima, meski sebagian lagi mungkin ditinggalkan :-( . Sebagian tulisan-tulisan saya di copy ulang di Blog lain, meski sebagian besar tanpa menyertakan sumbernya. Bahkan, sebagian dari yang mengcopy tulisan saya, ada yang merupakan situs besar.

Dari kebebasan berekspresi dalam menulis itu, saya coba menuliskan bisnis-bisnis yang saya jalani. Blog, saya jadikan media dalam beriklan untuk mendapatkan kerjaan dan proyek. Alhamdulillah, hasilnya saya mendapatkan beberapa pekerjaan yang cukup lumayan dan borongan komputer dari beberapa perusahaan. Bahkan beberapa perusahaan itu terbilang perusahaan Multinasional. Inilah keuntungan Kedua dari membuat sebuah Blog! 

Dengan aktif di dunia Blogging, saya berkesempatan berkenalan dengan teman-teman Blogger dari seluruh pelosok Nusantara. Mengikuti Komunitas Blogger, dan berkenalan serta bertatap muka dengan beberapa Blogger terkenal. Ada banyak motivasi yang bisa kita dapatkan dari mengikuti Komunitas-komunitas ini. Inilah keuntungan lain, keuntungan Ketiga dari membuat sebuah Blog. 

Tentu banyak hal lain dan efek dari membuat Blog. Bila tulisan anda bermanfaat bagi orang lain, bukankah anda telah menyimpan tabungan pahala yang tidak akan habis selama tulisan anda terus bermanfaat? Ya, itulah keuntungan Keempat

Dan masih banyak keuntungan lain yang mungkin luput dari tulisan saya ini. Tapi seperti kata orang tua, niatkanlah untuk berbuat yang terbaik tanpa harus memaksa tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Karena keuntungan akan mengikuti disetiap langkah baik yang kita buat. 

Karena bila sekedar memperoleh keuntungan, maka sebagai pemula dalam dunia Blogging anda akan mengalami "Frustasi". Sebab, tidak mudah untuk mempelajari teknis SEO sambil terus membuat tulisan yang baik dan berkualitas hingga mendatangkan pengunjung. Dan mendatangkan keuntungan... 

Lalu, bagi anda sendiri apa keuntungan maupun manfaat dari membuat Blog? Silakan berbagi di kolom komentar ya? 


31 October 2014

Ruang Dalam Arsitektur

Sebuah Ruang adalah hal unik. Ia tidak sebatas mengkotakan atau memberi garis dalam sebuah lahan lalu menamainya dengan Ruang Keluarga, Ruang Tidur, Ruang Makan, dll. Sebuah Ruang juga bukan sekedar "dikarang" untuk dibagi bahwa Ruang ini untuk Ayah dan Ibu, ini untuk Ani, Ruang ini untuk Budi dan Ruang ini untuk bersama

Ini adalah sebuah kritik saya terhadap sebagian Arsitek dan sebagian orang yang berkecimpung dalam bidang desain Arsitektur yang "meremehkan" Ruang yang hendak diciptakannya. Pikiran sebagian orang dalam hal ini Arsitek dan Owner, bahwa bangunan yang terlihat "Cantik" dari tampak muka, adalah karya Arsitektur yang berhasil. Dan barulah menyadari setelah "Ruang" terbentuk dan merasakan "Aura" Ruang yang dibentuk olehnya. Ketidak nyamanan, ketidak harmonisan dan suasana yang terjadi bisa jauh diluar keinginan. Itu yang bakal terjadi jika seorang membuat sebuah Ruang tanpa mengerti "esensi" dari Ruang yang dibuatnya. 

Jika disebuah tanah lapang saya tarik garis lurus, apa yang ada dipikiran anda? Anda pasti bertanya, paling tidak dalam hati, ini untuk apa? Lalu anda secara tak sadar anda akan "terbatasi" untuk tidak sembarangan melintasi garis yang saya buat. Jikapun anda melintas, anda secara tidak sadar akan melompati garis yang saya buat tadi untuk tidak merusaknya. Setelah anda melewati garis tadi, anda akan dibatasi lagi untuk tidak "sembarangan" untuk keluar dari garis tadi lagi. Anda seolah digiring untuk merasakan suasana lain dalam garis tadi. Itulah Ruang! Saya telah membuat Ruang saya sendiri. 

Jadi Ruang terbentuk bukan sekedar membuat dinding masif disekelilingnya lalu dipercantik dengan aksesoris atau warna‐warni serta tekstur untuk memperoleh suasananya, tapi ruang itu sendiripun memberi suasananya sendiri sesuai tingkatannya, bentuk, ketinggian (dimensi) dan persepsi. 

Ruang akan bicara dengan sendirinya ketika kita meletakan dan membentuk ruang‐ruang itu dalam tingkatan‐tingkatannya. Anda bisa membentuk ruang yang "menyuruh" orang untuk "Ayo Masuk", "Jangan Masuk/Daerah Terbatas" atau "Masuk tapi terbatas" bahkan "Keluar" tanpa anda menaruh Signage atau Tulisan Peringatan. 

Anda juga dapat memberi "bumbu" bagi Ruang sesuai suasana yang diinginkannya (atau tidak sengaja tercipta). Anda bisa membuatnya "Akrab", "Senang", "Sedih", "Menyendiri", bahkan "Seram" atau "Tersiksa". 

Terakhir dalam pembahasan kali ini adalah persepsi yang sengaja dibentuk atau memang telah terbentuk. Anda bisa membuat sebuah lingkaran mengelilingi seorang teman anda lalu anda bentuk persepsi bahwa "jangan keluar dari lingkaran ini". Maka anda telah memberi persepsi ruang yang membuat teman anda tidak keluar dari lingkaran itu! 

Demikian untuk sementara tulisan ini. Insya Allah saya akan melanjutkan tentang ruang dalam tulisan berikutnya. 

Untuk membaca tentang rumah dan Arsitektur, silakan membaca blog saya khusus Arsitektur di http://dsign-rumah.blogspot.com


David Usman

30 October 2014

Begini Cara Teknisi Komputer Bekerja

Anda mungkin sering mengunjungi toko service komputer bukan? Terutama jika terjadi masalah dengan komputer anda. Atau anda memanggil teknisi langganan anda untuk memperbaiki dirumah atau di kantor anda.

Sebagian anda mungkin bertanya? Bagaimana seorang teknisi mengetahui kerusakan komputer anda dan bagaimana pula mereka memperbaikinya? Baiklah, mari kita "bongkar" sedikit rahasia para teknisi.

1. Menanyakan keluhan 

Bak seorang dokter, seorang teknisi tentu membutuhkan keterangan sedikit, meski tidak mutlak info dari anda. Info ini akan mempermudah memperbaiki kerusakan yang terjadi pada komputer anda.

Modal info ini akan menentukan langkah selanjutnya sesuai pengalaman dan keahlian yang mereka miliki.

2. Memasang CPU 

Atas keluhan yang anda hadapi, Teknisi akan memasang CPU anda pada layar monitor dan perlengkapan lain yang tersedia.

Dari keluhan anda dan dari deteksi dengan memasang power dan monitor serta keyboard, teknisi yang berpengalaman akan langsung mengetahui kerusakan apa yang perlu diperbaiki. Dan biasanya teknisi berpengalaman ini akurat 95%... hehehe

3. Membagi 4 Permasalahan dengan 4 Tindakan

Ada 3 permasalahan yang butuh 3 tindakan baik kepada CPU anda atau kepada Anda sebagai konsumen;

Pertama, kerusakan kecil yang butuh sedikit "sentuhan". Maka teknisi akan menyarankan kepada anda untuk meninggalkan saja CPU anda dan kembali beberapa jam kemudian... Ups, jadi buka rahasia... :‐D

Hal ini dilakukan demi mengamankan pendapatan. Salah konsumen juga sih, ketika dibilang atau diperlihatkan lalu diperbaiki masalah "kecil" tadi, sering tidak menghargai keahlian orang lain dengan membayar seenaknya, atau tidak mau  ‐minimal nyesel‐ kalo dihargai standar. 

Kedua, Install Ulang. Nah, instal ulang ini biasanya teknisi lebih senang untuk ditunggui. Karena meski butuh waktu sekitar 2 jam, jika sudah selesai langsung mendapatkan upah dari pemilik CPU. 

Ketiga, ganti hardware. Artinya ada hardware yang dideteksi rusak. Sebagai tandanya, teknisi biasanya menunjukkan hardware yang rusak tersebut dan apa yang terjadi dengan hardware tersebut. Kerusakan seperti ini bagi teknisi yang memiliki stok hardware tentu akan langsung pasang dan ganti. Karena lebih mudah dan cepat terima duit. Bagi yang tidak memiliki stok, biasanya harga hardware akan menjadi sedikit lebih mahal dibanding yang memiliki stok. Bukan apa‐apa, harga jika dibutuhkan kadang teknisi sendiripun bisa membeli lebih mahal. 

Keempat, membongkar CPU. Ini terjadi biasanya jika kerusakan agak sulit di deteksi. Maka teknisi perlu membongkar CPU dan mencari kerusakan dengan membutuhkan waktu yang agak lama. Nah, kalo yang ini bisa jadi teknisi kurang pengalaman atau memang CPU nya anda ada Jin‐nya!

4. Bila Terjadi kesalahan deteksi

Bila sudah yakin, teknisi yang sudah terlanjur bilang apa yang rusak dan apa yang harus diganti atau diperbaiki ternyata salah, maka, tidak ada jalan untuk kembali... hehehe. Maka kerusakan pertama akan tetap kekeh dipertahankan sambil menambahkan kerusakan lain. 

Hal ini guna mempertahankan kredibilitas teknisi dimata pelanggannya agar tak terlihat bodoh... :‐D

Ups... bongkar rahasia lagi... 

23 September 2014

Trend Ruko Tahun 2015

Tahun 2015 masih sekitar 3 Bulan lebih. Tetapi perkembangan Tetapi Trend Ruko 2015 memperlihatkan arahnya. Perkembangan Trend Ruko dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang baik. Diperkirakan, perkembangan pembangunan Ruko akan mengalami masa yang baik seiring dengan perkembangan ekonomi.

Tahun 2014, trend perkembangan ruko masih di dominasi oleh bentuk-bentuk arsitektur minimalis dengan permainan tekstur dan warna. Di sisi lain, bentuk minimalis yang lebih simpel muncul secara sporadis pada beberapa daerah. Bentuk yang dimaksud adalah bentuk ruko dengan permainan kaca. Hampir semua fasad diberi kaca dengan permainan garis dan sedikit sekali variasi warna dan tekstur.

Lalu bagaimana dengan Trend Ruko Tahun 2015?

Ada dua kemungkin arah trend yang berkembang. Pertama, bentuk-bentuk minimalis yang simple atau modern. Diperkirakan trend ini akan terus berkembang dan arahnya akan lebih "minimalis", artinya, sedapat mungkin menghindari permainan warna, permainan tekstur dan permainan bentuk yang rumit. Arah minimalis lain yang akan muncul adalah bentuk-bentuk modern dan futuristik. Bentuk ini seperti mengadopsi bangunan-bangunan dari "impian" tentang masa depan. Seperti permainan warna-warna silver atau putih yang "berkilau". Ruko minimalis ini juga lebih didominasi oleh permainan kaca.

Bentuk simple ini lahir dari kenyataan bahwa pemilik ruko umumnya kembali "meredesain" rukonya sesuai karakteristik usaha yang akan dijalaninya di ruko tersebut. Oleh karenanya, pebisnis ruko akan lebih mudah membuat dan membangun. Sebaliknya, pembeli ruko akan lebih mudah untuk me-redesign atau merenovasi bentuk-bentuk rukonya.

Contoh bangunan minimalis modern (tentu ini bukan bangunan ruko, tetapi sekedar contoh bentuk arsitektur modern)





Arah perkembangan kedua adalah kembali kepada arsitektur mediteranian. Bentuk arsitektur yang pernah trend dikalangan pebisnis properti ini, bukan tidak mungkin akan kembali "booming". Kenyataannya, arsitektur mediteranian paling cocok untuk diterapkan dalam arsitektur tropis. Warna-warna yang tidak mencolok, profil yang tidak terlalu ribet dan terlihat "kalem".

Kejenuhan terhadap bentuk-bentuk minimalis yang sebelumnya jadi trend adalah penyebab utamanya. Pasar akan merespon kejenuhan ini dengan larisnya bentuk arsitektur yang dianggap berbeda ketimbang bentuk-bentuk yang sudah banyak dibangun.

Contoh Ruko gaya Mediteranian

(Maaf, karena saya buat wireframe karena ini desain ruko yang saya disain sendiri)


Demikian tulisan saya mengenai Trend Ruko Tahun 2015. Semoga bermanfaat.

Untuk membaca tentang rumah dan Arsitektur, silakan membaca blog saya khusus Arsitektur di http://dsign-rumah.blogspot.com

14 September 2014

Trik Agar Keramik Tidak Mudah Retak dan Pecah

Banyak bangunan yang dalam beberapa tahun bahkan hanya beberapa bulan saja keramiknya sudah mulai terlihat menggelembung (kopong), lalu retak dan pecah. Tentu hal ini sangat menganggu bagi pemilik dan pengguna bangunan tersebut. Apalagi, bila keramik pengganti bagi keramik yang pecah dan retak tersebut discontinue di pasaran. Atau bilapun ada, warnanya akan jelas terlihat berbeda karena keramik yang lama telah mengalami pemburaman.

Pecah dan retaknya keramik disebabkan oleh gelembung udara yang terdapat di dalam lantai kerja keramik tersebut. Gelembung udara tersebut, mendesak lantai keramik keatas hingga membuat keramik terkelupas dari perekat. Dan jika keramik yang menggelembung tersebut di injak pada saat tertentu akan membuatnya retak dan pecah.

Berikut trik agar keramik tidak mudah retak dan pecah. Trik tersebut berdasarkan pengalaman saya di lapangan dengan memperhatikan beberapa cara kerja tukang keramik yang berpengalaman.



Sederhana saja, setelah adukan pasir di ratakan pada lantai kerja, berikan adukan semen tipis pada bagian bawah keramik. Pemberian adukan semen ini akan menghindari gelembung udara pada keramik, karena keramik menyatu kuat pada lapisan pasir di bawahnya. 
(Lihat Gambar).

Demikian trik sederhana pemasangan keramik agar tidak mudah menggelembung yang kemudian pecah dan retak. Semoga bermanfaat.

23 August 2014

Bisnis Tanpa Modal

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari Bisnis Modal Kecil yang telah saya posting sebelumnya. Seperti janji saya untuk memberikan beberapa contoh Bisnis Modal Kecil, maka saya akan tulis dalam beberapa seri. Berikut contoh bisnis tanpa modal yang bisa dijalankan bagi anda yang berniat untuk memulai bisnis.

Benarkah kita bisa berbisnis tanpa modal? Saya yakin sekali bisa. Tapi seberapa besar kemampuan anda untuk berjuang, akan menentukan hasilnya. Semakin besar perjuangan anda, semakin besar pula hasil yang bisa anda dapatkan.

Bahkan, menurut saya beberapa bisnis merupakan 'turunan' dari Bisnis Tanpa Modal. Artinya, misalkan sebuah bisnis anda jalankan tanpa modal bisa menghasilkan sejumlah "a" rupiah, maka dengan modal bisa menghasilkan beberapa kali lipat tergantung modal yang anda keluarkan. Dengan pernyataan ini, saya ingin mengatakan bohong jika anda dapat bertahan bertahun-tahun di bisnis anda jika anda bertahan tanpa modal. Cobalah mendapatkan modal baik dengan menghemat pengeluaran anda, dan sedikit-sedikit menambah modal, atau dengan cara mencari investor dan pinjaman bank.

Kita cukupkan basa-basi kita. Baik, kita mulai dengan pertanyaan, "Bisnis apa yang bisa dijalankan tanpa modal?" Maka saya akan jawab, setidaknya ada 3 bisnis atau yang mungkin anda lakukan jika anda tidak memiliki modal.

1. Bisnis Makelar

Terkesan serem ya? Padahal tidak. Makelar adalah kata lain dari Marketing atau penjualan. Saya menggunakan istilah Makelar karena pengertian kita Makelar adalah "mencari pembeli dari suatu barang atau jasa untuk mendapatkan 'fee' dari Penjual (dan Pembeli) atas transaksi tersebut"... Benar!

Dan kesan seramnya adalah, Makelar adalah "Perecok" dalam hubungan penjual dan pembeli. Menurut saya ini yang salah besar. Penjual yang ingin barangnya cepat terjual tentu butuh "pertolongan" dari orang lain. Sebaliknya, pembeli yang susah mencari barang sudah barang tentu membutuhkan "pertolongan" dari orang lain.

Dan percayalah, bahkan seorang yang menjual barang, misalnya rumah atau tanah dengan memampang besar-besar tulisan "TANPA PERANTARA", sebagian besar dari mereka baru bisa terjual rumah atau tanahnya setelah ditolong oleh Makelar!

Anda bisa menjual apa saja dengan menjadi Makelar. Mulai dari barang kecil seperti Elektronik dan Komputer, sampai rumah maupun tanah. Jangan menganggap remeh orang yang menjadi Makelar. Sebab, beberapa orang ada yang berhasil karena memulai dari bisnis ini. Kedua, bisnis makelar ini berkembang besar dan di "Modernisasi" menjadi bisnis coorporate dengan kantor besar dan cabang di mana-mana. Contohnya Raywhite, New Era bahkan Berniaga.com (oxl.com) dan sejenisnya.

Memulai bisnis ini, anda pertama harus tahu produk yang anda jual. Misal barang komputer. Anda harus tahu spesifikasi dan harga pasarannya. Dengan mengetahui produk yang anda jual, anda bisa menjelaskan secara detail kepada pembeli.

Kedua, anda harus memiliki koneksi dengan orang-orang yang berhubungan dengan bisnis ini. Misal dalam hal menjual produk komputer, anda harus memiliki hubungan dengan penjual/pedagang, teknisi, dan pengguna/pembeli produk yang bisa jadi perorangan maupun kantor/instansi.

Ketiga, anda harus memiliki image seperti yang mereka bayangkan! Artinya, misal anda adalah makelar tanah maka orang harus melihat muka anda seperti... tanah! Jadi jika nama anda Panjul, orang harusnya mengenal anda sebagai "Panjul Tanah" atau "Panjul Komputer". Dan image ini bukan hal yang mudah anda dapatkan. Anda harus banyak melakukan penjualan, dengan reputasi yang baik.

2. Menjual Keahlian

Anda memiliki keahlian? Maka anda bisa berbisnis tanpa modal! Keahlian tertentu dibutuhkan oleh orang-orang tertentu. Misal anda memiliki keahlian dalam elektronika, maka anda bisa memulai dengan menjadi teknisi dirumah atau menerima panggilan kerumah-rumah maupun ke kantor-kantor.

Jika anda tidak memiliki keahlian tetapi ingin mencoba bisnis ini, maka anda bisa mulai belajar dari buku dan internet. Anda juga bisa memiliki keahlian dengan bergaul bersama orang-orang yang memiliki keahlian tersebut. Sedikit demi sedikit, anda bisa minta diajari atau jika anda yang memiliki otak "tokcer" tentu anda bahkan bisa mempelajari hanya dengan melihat. Atau anda juga bisa sedikit "mengorbankan" diri anda menjadi karyawan di toko-toko yang anda butuhkan keahliannya, jika anda sudah merasa bisa, anda bisa keluar dan membuka usaha sendiri.

Contoh usaha ini misalnya; Teknisi Komputer, Teknisi elektronik, AC, HandPhone, Usaha sablon dan percetakan, Bengkel Motor. Semua usaha tersebut anda bisa lakukan dirumah jika anda tidak memiliki modal.

3. Menjual Jasa

Sengaja saya memisahkan antara menjual keahlian dengan menjual jasa. Karena menurut saya, menjual jasa bisa dilakukan tanpa anda harus memiliki keahlian.

Mungkin sedikit terlihat "hina", padahal tidak! Tidak ada yang hina dari mencari uang untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, orang tua, apalagi anak dan istri. Yang hina itu, tidak melakukan apa-apa karena "gengsi" memiliki ijasah "S1" dan membiarkan diri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya terlantar!

Contoh bisnis ini adalah jasa pengurusan SIM, KTP, Paspor, Pembayaran Rekening PLN dan Telpon, Angkut Barang, Ojek, Kurir, dan lain sebagainnya. Prinsipnya, disaat orang lain butuh pertolongan, disitu ada BISNIS!

Itulah 3 jenis usaha yang bisa anda lakukan tanpa modal. Setidaknya, itu yang ada difikiran saya. Saya tidak mau "muluk-muluk" membuat tulisan Bisnis Tanpa Modal tapi setelah mencari "Keyword" itu di Google, anda harus kecewa karena ternyata dalam tulisan itu tidak benar-benar memuat usaha/bisnis yang tanpa modal.

Dan anda tidak harus berhenti disana! Anda harus keluar dari "jebakan" bisnis ini, hanya karena anda merasa cukup. Bergerak cepat untuk mendapatkan modal dari cara menyimpan atau mencari investor untuk mengembangkan usaha anda. Baik usaha yang sudah anda jalani, atau usaha lain yang anda anggap baik prospeknya.

Anda tidak perlu membayangkan bahwa bisnis itu menjadi orang sukses dengan memakai setelan komplit jas dan dasi serta koper di tangan. Karena anda tidak memiliki modal (maaf), tetapi anda harus mempunyai impian itu...! 

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam...



David Usman 


17 August 2014

Bisnis Modal Kecil

Bisakah kita bisnis modal kecil? Jawabannya Bisa! Bahkan bila orang bertanya, mungkinkah bisnis tanpa modal? Maka jawabannya mungkin. Tapi tentu saja dengan 'kadar' perjuangan yang berbeda dengan bisnis yang memiliki modal besar.

Beberapa tulisan di internet, untuk pencarian keyword "Bisnis Modal Kecil" ternyata banyak yang sekedar beretorika. Karena beberapa tulisan tidak benar-benar memberi petunjuk kepada langkah nyata untuk memungkinkan orang yang mencari petunjuk tentang hal itu bisa dilaksanakan.

Mungkin, hal yang mereka tuliskan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata sang Penulis atau admin. Jika demikian, tentu sulit untuk memberi gambaran dan langkah nyata dalam upaya memberi petunjuk bagi orang yang benar-benar ingin memulai usaha dengan modal kecil.

Saya, termasuk yang beruntung memiliki pengalaman bagaimana usaha itu dimulai dengan modal minim. Tahun 1998 yang merupakan kondisi berat yang dialami bangsa ini karena krisis ekonomi, saya memulai usaha saya dengan uang jajan bulanan yang saat itu masih saya terima dari orang tua. Bagi saya saat itu, lulus Sarjana Arsitektur sudah cukup membebani orang tua saya. Saya tidak akan membiarkan mereka terus menerus memberi uang saku!

Alhamdulillah, setelah usaha yang saya jalani, 3 bulan kemudian saya meminta orang tua saya untuk menghentikan uang saku untuk saya. Bahkan dalam perjalanannya, saya bisa membagi sedikit rejeki saya kepada orang tua. Tentu ada sebagian anda yang memimpikan hal demikian bukan?

Baik kita mulai pembahasan kita. Sebagai pemula, dengan modal yang minim, ada syarat tertentu yang harus anda penuhi jika ingin berhasil sebagai pe-bisnis modal kecil. Syarat ini tentu lebih berat dibanding pebisnis yang memulai usahanya dengan modal besar. Jika anda siap, maka siapkan diri anda memenuhi syarat berikut:

1. Yakin. Bisnis dengan modal kecil, anda harus yakin dengan apa yang anda lakukan. Yakin? Yup, tidak ada kepastian memang yang akan membuat yakin bisnis anda akan berhasil. Tetapi keyakinan anda akan memulai, berjuang dan pantang menyerah tatkala anda membaca "Bismillah, saya mulai bisnis ini" adalah langkah penentu bagi langkah anda selanjutnya. Seperti juga halnya keyakinan bahwa Allah memberi rezeki kepada setiap makhluknya, dan langkah anda, adalah ikhtiar menyambut rizki anda.

2. Kerja keras. Setiap pekerjaan dan bisnis atau apapun dalam rangka kita berikhtiar memang diperlukan kerja keras. Tetapi bagi Bisnis dengan modal kecil, anda harus mengejar ketinggalan dalam hal modal dengan pebisnis lain dengan kerja keras yang lebih 'keras' dari mereka. Tidak ada kata istirahat, apalagi bermalas-malasan. Setiap waktu tenaga anda harus keluar, dan otak anda harus berfikir. Jika anda kehilangan semangat itu, anda membiarkan bisnis anda mati dengan sendirinya. 

3. Belajar dan mengembangkan diri. Belajar adalah hal umum dalam bisnis. Terlebih dalam bisnis dengan modal minim, maka anda harus meng-'upgrade' pengetahuan anda tentang bisnis yang akan anda jalani. Mulai dari awal, anda menentukan bisnis apa, hingga perjalanan bisnis anda dan tanpa akhir, selama bisnis anda berjalan. Maka orang yang malas untuk belajar dan mengembangkan diri akan 'gugur' juga dalam bisnis.

4. Hemat. Kunci untuk membuat usaha anda bertahan adalah sebisa mungkin menghemat pengeluaran. Ini adalah syarat untuk menjadikan usaha anda besar! Karena anda harus sadar, bahwa dengan minimnya modal, kita tidak bisa mengharapkan apa-apa atau dari siapapun untuk mendapatkan modal kecuali dari diri kita sendiri. Tidak ada teman, tidak ada pinjaman bank! Itu harus anda sadari, bahwa kita 'hampir' tidak bisa bergantung pada siapapun! Usaha anda kecil, siapa yang bisa percaya?

5. Pantang menyerah. Ini syarat yang ketiga. Setiap pebisnis yang berpengalaman bertahun-tahun pasti menyadari, tidak ada bisnis yang bisa berjalan mulus, bagaimanapun kerasnya kita berusaha. Dalam bisnis, adalah hal biasa mendapati kerugian yang mungkin akan membuat kita terpuruk. Meski akan ada juga keuntungan besar yang akan kita dapati. Jangan 'berjikrak' ketika mendapati untung besar, dan jangan 'lemas' ketika mendapati kerugian. Biasa-biasa saja, semua pebisnis baik besar maupun kecil pernah merasakannya.

6. Inovatif. Nah, jika anda memiliki 5 syarat diatas, anda telah cukup untuk memulai bisnis modal kecil. Inovatif, adalah syarat tambahan yang membuat anda sukses. Jika anda bisa mempelajari bisnis anda, kemudian anda menemukan cara bagaimana bisnis anda bisa menjadi besar maka anda akan melangkah di depan orang-orang yang berbisnis dengan cara 'konvensional'. Inovatif ini tergantung dari 'feeling' bisnis anda yang anda bisa asah selama menjalankan bisnis. Inovasi anda bukan tanpa resiko, bahkan mungkin akan membuat anda terpuruk. Tetapi dengannya anda akan belajar lebih baik lagi, dan lebih berani berinovasi. Inovasi anda akan memberi loncatan pada bisnis anda, yang bukan tidak mungkin akan mengejar ketertinggalan dengan bisnis yang memiliki modal besar.

Demikian tulisan "BISNIS MODAL KECIL" bagian Pertama ini. Berikutnya, saya akan menulis tentang beberapa contoh Bisnis Modal Kecil bagian Kedua (lihat: Bisnis Tanpa Modal). Dan bagian selanjutnya, Insya Allah saya akan menceritakan pengalaman bisnis saya sebagai contoh yang mungkin bisa anda ambil hikmahnya.


Terima Kasih,


David Usman

17 June 2014

Penyebab Runtuhnya Bangunan dalam Tahap Pengerjaan

Akhir-akhir ini setidaknya ada dua bangunan yang runtuh atau ambruk pada saat pengerjaan. Gedung pertama yaitu sebuah stadion di Koja, Jakarta. Dan yang kedua sebuah ruko di Menado.

Tentu menjadi sebuah pertanyaan bagi kita? Bagaimana sebuah bangunan yang direncanakan dengan baik, bisa hancur pada saat pembangunan dilaksanakan.

Ada beberapa pihak yang terkait dalam pembangunan sebuah gedung. Pertama; Owner atau pemilik bangunan. Pemilik bangunan ini adalah pemilik modal atau pengguna bangunan. Kedua; Arsitek atau perencana bangunan. Arsitek merancang bangunan sesuai keinginan pemilik modal.

Ketiga; Perencana Struktur. Perencana struktur membuat dan mendisain struktur bangunan sesuai dengan desain bangunan, kondisi lahan dan teknologi yang ada.

Keempat adalah pengawas dan pelaksana; pengawas dan pelaksana ini bertugas memastikan bangunan yang dikerjakan sesuai gambar dan jadwal, sesuai spesifikasi, dan mengambil keputusan lain di proyek.

Dan terakhir, tentu para pekerja proyek yang terdiri dari mandor, kepala tukang, tukang dan kenek.

Pada bangunan seperti stadion dan ruko ini, jelas  bahwa kelas bangunan yang dikerjakan termasuk katagori sederhana sampai dengan sedang dalam skala proyek. Kerumitan pekerjaan dan struktur juga termasuk sederhana. Oleh karena itu, tanpa bermaksud membela siapapun, maka menurut saya sebagai seorang Arsitek yang melaksanakan pembangunan gedung setipe atau sekelas bangunan tersebut, kita bisa mengabaikan faktor perencanaan. Baik perencana desain atau Arsitek, maupun Insinyur Sipil.

Pengalaman saya dalam hal ini, Teknik pengerjaan di lapangan perlu diperhatikan dengan tepat. Pengawas dan pelaksana harus benar-benar mengerti gambar dan kondisi lapangan. Dan para Insinyur, setidaknya mereka perlu mengadakan pengawasan juga ke lapangan guna mengindari kesalahan pelaksanaan.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yang bisa membuat bangunan yang dalam tahap pengerjaan runtuh atau ambruk:

1. Target waktu

Target waktu adalah hal yang paling sering membuat pekerja, pengawas dan pelaksana banyak melakukan kecerobohan. Hendaknya meski setiap proyek pasti memiliki progres, target waktu harus dibuat sesuai standar dan masuk akal.

Owner, atau pemberi tugas harusnya tidak tergesa-gesa dan mendesak pengerjaan kelar secepat mungkin. Dan para pembuat progres juga harus mempertimbangkan benar-benar sesuai desain, bahan, kondisi lapangan, dll.

2. Kekuatan Stut dan bekisting

Stut, atau penyangga dan bekisting adalah faktor utama untuk membentuk struktur bangunan. Sebagai penyangga terutama saat pembetonan, fungsi tiang-tiang dan rangka ini berpengaruh besar pada keamanan pengerjaan. Jika kurang kuat, baik karena jumlah maupun kualitas bahan maka nukan tidak mungkin kecelakaan terjadi pada saat pengerjaan cor beton.

3. Faktor kebekuan beton

Beton kita ketahui akan membeku atau mengering sempurna di umur 3 minggu sejak penuangan. Pada proyek-proyek kejar tayang, bisa saja lebih cepat dari itu dengan menggunakan obat tertentu.

Nah, disinilah masalahnya, terkadang, karena mengejar waktu dan menghemat biaya, beton yang belum kering sempurna dibuka bekistingnya pada saat belum waktunya. Ditambah lagi pembebanan pada bagian atasnya, jika masih ada lantai berikutnya.

4. Pengetahuan tentang struktur

Pengetahuan tentang struktur, perlu dipahami bukan hanya oleh insinyur, pengawas dan pelaksana. Tapi juga harus dipahami oleh mandor dan tukang di lapangan.

Jika tidak, maka kejadian yang berakibat ambruknya bangunan mungkin saja terjadi. Pengetahuan seperti pembesian, extra besi untuk tumpuan dan lapangan, penyambungan, kualitas beton sampai pada kekentalan cairan beton perlu diketahui. Dengan demikian, maka tukang dapat bekerja maksimal untuk mengurangi kerusakan pada bangunan

Demikian analisa sederhana saya, mudah-mudahan berguna.

15 May 2014

Memaknai Kerusakan Alam dengan Konsep Green Building

 
Kultwit dari @dapitdong


Green Building, hmm... coba saya terjemahkan dari sudut pandang saya ya? Yang mungkin beda, mungkin juga salah makna...

Manusia punya kerinduan. Alam adalah asalnya, gedung adalah creasinya. Bosan mengacak-acak pola, membuat kerinduan pada manusia

Rindu pada hijaunya dedaunan. Rindu pd embun di rerumputan. Rindu sinar mentari yang penuh kehangatan dan kicauan burung yg hinggap di dahan

Ruang, disuguhkan oleh alam. Dulu manusia menciptakan ruang sesuai keperluan. Sekarang, manusia menciptakan ruang untuk mendapatkan uang

Dulu, manusia menciptakan ruang sesuai fungsi, sekarang manusia menciptakan ruang agar berfungsi...

Inilah pangkal terjadinya revolusi arsitektur... industrialisasi, kapitalisme dan urbanisasi memaksa manusia mengabaikan segalanya!

Ruang (baca:bangunan) berlomba-lomba menghabiskan lahan. Ruang, berlomba-lomba menang ketinggian.

Keserakahan, membuat kita menyingkirkan beberapa habitat hewan dan tumbuhan. Kita juga memusnahkan beberapa ekosistem dan rantai makanan...

Lalu dgn kerusakan itu, kita berbangga pd teknologi yg kita punya. Panas kt akali dg Air Conditioner, Gelap kita akali dg lampu puluhan Watt

Meski terlambat, timbulah konsep yang bersahaja itu; "Green Building". Sayangnya, tidak semua Arsitek dan perencana kota punya persepsi sama

Ada yg dg semangat membara meng-klaim "Green Building" padahal hanya menempelkan pot bunga di depan jendela...

Ada yg ngaku "Green Building" tapi AC harus menyala sepanjang masa. Lampu harus terus nyala utk menuntun mata

Padahal "Green Building" adalah integrasi dari banyak hal! Green Building adalah ruang ciptaan yang berteman dg ruang alam

"Green Building" juga meminimalisir energi buatan yang harus digunakan. "Green Building" juga membantu beban mengurangi efek rumah kaca

Dan membagi ruang utk hidup bersama. Dg burung2 yg hinggap di dahan, dg ulat2 di dedaunan, dg rumput hijau, dg air, dg tanah, dg langit...

"Green Building" mencoba berbaikan dg alam yg terlanjur sakit hati. Juga mencoba tobat memperbaiki diri...

Bersyukurlah manusia, meski malu-malu, alam masih bisa dirayu...

Tinggal niat dan kesungguhan hati, bukan basa basi, bukan setengah hati.

Bukan dg menambah kerusakan lewat reklamasi dan eksplorasi. Ruang dan alam perlu interaksi dan permisi... Begitu kira2 kita hrs memaknai...

02 May 2014

Seharusnya... Ada Etika di Antara Kita

Pasca krisis ekonomi tahun 1998, perkembangan usaha kecil dan menengah mengalami lonjakan besar-besaran. Toko-toko pinggir jalan di isi oleh pengusaha-pengusaha dadakan, hasil dari anjloknya perekonomian yang mengakibatkan banyaknya pengangguran dari PHK masal oleh Perusahaan-perusahaan besar.

Munculnya pengusaha dadakan ini tentu menggembirakan, sebab selain membantu Pemerintah dalam mengatasi pengangguran, juga membantu menggerakkan roda perekonomian yang sempat mandek pada waktu itu.

Tapi perkembangan ini tidak melulu membuat perubahan positif, tetapi juga dampak negatif yang diakibatkan karena overgrowth usaha-usaha kecil dan menengah pada waktu itu. Pada akhirnya, teori-teori usaha banyak yang tidak dipedulikan, dan etika-etika bisnis banyak dilanggar. Yang akhirnya, menyulitkan pengusaha-pengusaha itu sendiri. Bisa saya sebutkan beberapa hal disini:

Persaingan Harga

Persaingan harga adalah hal terparah yang terjadi. Karena banyaknya usaha-usaha sejenis, membuat pengusaha harus membanting harga agar barang dan jasanya laku atau digunakan. Dengan jenis barang yang sama misalnya, mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang termurah. Begitu pula jenis usaha jasa, berusaha meminimalisir harga jasa dan keahlian yang mereka miliki.

Jelas ini merupakan hal yang tidak sehat. Pada beberapa pengusaha yang memiliki modal pas-pasan, tentu akan mati usahanya dalam beberapa bulan atau paling lama setahun. Sebab keuntungan yang mereka dapat tidak sebanding dengan pengeluaran yang terjadi. Sebab mengambil keuntungan kecil hanya bisa dilakukan dengan stok barang yang besar atau partai. Sedang bermain pada level eceran tentu akan menyulitkan mendapat untung maksimal.

Pada usaha jasa, persaingan membuat beberapa jenis usaha jasa mengabaikan beberapa item pelayanan kepada konsumen. Entah itu garansi atau jaminan jasa, kealian yang sekedarnya dan pelayanan lain yang harus dikalahkan demi meminimalisir harga jasa agar bisa bersaing.

Distribusi

Ada etika dalam usaha, bahwa pengusaha besar (atau Industri) tidak bisa bermain pada level bawah (eceran). Kalau diurutkan maka bagan - nya  akan menjadi kira-kira begini: Industri - Distributor - Supplier - Pengecer. Ini adalah sebuah alur yang seharusnya menjadi prinsip yang tidak boleh dilanggar oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya.

Tapi dunia usaha kita telah banyak melakukan penyimpangan demi keuntungan pribadi. Contoh mudah adalah mini-mini market yang banyak betebaran hingga ke pelosok-pelosok perkampungan. Tetapi sebagian Industri pun sudah mempersiapkan sales-sales yang sasarannya langsung memasarkan produk mereka ke pengecer.

Padahal, keuntungan yang mereka dapat dengan sistem "potong jalan" ini hanya akan bertahan sementara waktu, pada kelanjutannya akan menyulitkan mereka sendiri. Sebab, mereka akan butuh banyak pengeluaran untuk membayar sales-sales mereka. Sementara bila membiarkan sistem distribusi berjalan apa adanya, distributor atau supplier akan datang sendiri membantu mereka menjual produk nya.

Penipuan

Penipuan adalah efek dari kedua hal di atas. Dengan semakin sulitnya mencari keuntungan, maka pengusaha berusaha menekan modal demi mendapat keuntungan besar.

Penipuan bisa berupa penjualan barang dengan kualitas KW, Refurbis, Rekondisi atau istilah PI dengan harga baru. Atau setidaknya, tidak memberi tahu konsumen akan istilah-istilah yang jarang dimengerti konsumen itu. Silakan lihat disini untuk mengerti istilah tersebut (http://bloggerbekasi.com/2010/02/26/refurbish-tray-dan-rekondisi.html).

Contoh lain, pada usaha jasa adalah dengan membohongi konsumen terhadap item yang harus dikerjakan atau diperbaiki. Hal ini dilakukan demi mendapatkan keuntungan lebih besar dari jasa yang dikeluarkan.

Itu beberapa hal, ada banyak hal mungkin tetapi tidak bisa saya identifikasi karena keterbatasan saya. Yang jelas, hal tersebut sangat terasa mengganggu bagi usaha-usaha yang seharusnya tumbuh membantu perekonomian bangsa yang rapuh ini.

Karena pada akhirnya, kepercayaan konsumen akan runtuh dan usaha akan semakin mempersulit dirinya sendiri.

Solusinya? Perlu forum atau persatuan diantara pengusaha sejenis untuk menyatukan pandangan soal barang dan jasa yang akan dilempar pada konsumen. Dengan forum atau persatuan ini, pengusaha bisa membuat peraturan-peraturan diantara mereka baik soal harga, pelayanan dan syarat lain yang melindungi mereka dan konsumen.

Pada pemerintah, perlu membimbing usaha-usaha kecil dan menengah baik dalam hal permodalan, deregulasi dan pembinaan.

Dan ujung-ujungnya, adalah pada pengusaha itu sendiri. Pengusaha harus menjunjung tinggi etika bisnis di antara mereka...


David Usman