11 November 2013

Permasalahan Jakarta... ya gitu... gitu aja!

Bicara tentang Jakarta, seujug-ujug ya gitu-gitu aja! Macet, banjir, pedagang kaki lima, transportasi massa dan masyarakat yang tidak tertib. Lah, kalo gak kenal Jakarta yang dari dulu memiliki segudang permasalahan mbo ya jangan jadi pemimpin di Jakarta.

Kritik tentang permasalahan Jakarta terhadap 'kegagalan' Gubernur-gubernur sebelumnya juga bajir bak air bah yang menggenangi Jakarta beberapa tahun lalu. Dan kalo mau jujur, isu ini yang 'dijual' oleh calon Gubernur-gubernur berikutnya termasuk Jokowi. Bahkan dengan santai Jokowi menyebut permasalahan ini sebagai "permasalahan gampang..."

Kita sebagai penghuni dan sebagian lagi beraktifitas di Jakarta, yang mungkin punya mimpi terlalu tinggi dengan Jakarta yang tidak macet, tidak banjir, tidak ada pedagang kaki lima, masyarakatnya tertib. Hingga kita selalu melemparkan sumpah serapah kepada setiap Gubernur yang ternyata 'gagal' (pakai tanda petik) memuaskan ambisi kita.

Konon datanglah putra bumi pertiwi itu, yang senyum bersahaja, walikota terbaik dunia (konon), rajin blusukan, dan merakyat. Dengan senyum menawan Jokowi hadir dengan perkasa dan membuat janji-janji dengan meyakinkan bahwa dirinya  mampu membenahi Jakarta... "Masalah Jakarta itu GAMPANG..."

Dengan satu dua 'gebrakan' yang ternyata tidak pernah dijalankan, Jokowi beraksi dengan ide "GANJIL GENAP", Monorel, denda yang tinggi untuk pelanggar ruas busway (aturan yang ternyata juga melanggar aturan), memperbanyak armada busway, dll...


Satu tahun pemerintahan Jokowi memang bukan waktu yang lama untuk menilai kinerja seseorang pemimpin, tapi satu tahun dengan kondisi "stag" juga hal yang wajar untuk bertanya; "Dia sudah lakukan apa?". Tanpa perlu melihat hal itu berhasil atau tidak, seorang pemimpin perlu melangkah  maju, seorang pemimpin harus menjadi "pemberani" dalam membuat kebijakan publik.

Seperti saya tulis pada pembukaan diatas, sebenarnya tidak apa jika Gubernur Jakarta tidak 'berhasil' membenahi Jakarta karena kompleksnya permasalahan Jakarta. Tapi baru kali ini saya menemui seorang Gubernur yang menyalahkan macetnya Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan, masyarakat yang tidak tertib, tidak didukung oleh pemerintah pusat. Baru kali ini saya menemukan pemimpin Jakarta yang mengeluhkan beberapa hal yang sebenarnya sudah diketahui sejak dulu. Justru inti permasalahan kemacetan harus diselesaikan dari akarnya, dan mencari jalan untuk bisa mencabut akarnya. Kalau berharap supaya tidak ada pertumbuhan jumlah kendaraan, masyarakat tertib, didukung pemerintah pusat, itu sama saja berharap tidak ada permasalahan. Mungkin jika demikian keadaannya, anak SD juga bisa menjadi Gubernur DKI. Maaf Jok...

Hebatnya, baru kali ini 'penggemar' Gubernur mengamini 'keluhan' sang Gubernur. Saya bertanya-tanya, mungkinkah mereka juga menemukan bahwa Gubernur terdahulu juga sebenarnya berkualitas bagus seperti Jokowi, hanya saja tidak didukung pemerintah pusat, masyarakatnya tidak tertib, pertumbuhan jumlah kendaraan yang besar... wah, jangan-jangan mereka pengkritik yang gemar membunuh karakter Gubernur sebelumnya dengan alasan yang sama, tetapi beda penilaian ketika Jokowi berkuasa.

Jujur, takut rasanya berdiskusi tentang permasalahan Jakarta saat ini di sembarang tempat. Sekali bicara, dianggap anti Jokowi. Padahal, dulu sangat bebas bicara tentang kemacetan Jakarta, banjir, pedagang kaki lima, dan permasalahan-permasalahan lain. Kesan yang saya dapat, Jokowi tidak pernah salah, dan tidak patut dikritik apalagi dipermasalahkan.

Dan tentang mobil murah itu, kalian salah besar bung. Mobil murah tidak serta merta membuat 'orang-orang miskin' mampu membeli mobil. Yang membeli tetaplah orang-orang kaya! Jikapun dengan menabung puluhan tahun dapat membeli mobil murah itu, 'orang-orang miskin' hanya akan membeli satu buah mobil. Satu buah!! Lalu dipermasalahkan sebagai biang kemacetan! Padahal bukan rahasia, bahwa orang-orang kaya-lah yang memiliki mobil 'berjubel'. Satu untuk istri, satu untuk dirinya, masing-masing satu untuk anak-anaknya, satu mobil operasional untuk pembantu ke pasar, dan beberapa buah mungkin untuk 'selingkuhannya'... Please, tutup alasan untuk mobil murah ini dengan menyalahkan orang miskin, yang nyatanya tidak mampu membeli mobil! Sebagai orang miskin, saya sungguh tersinggung... :-)

Silakan bekerja Jok, silakan benahi Jakarta! Jangan salahkan pertumbuhan jumlah kendaraan, jangan salahkan masyarakat yang tidak tertib, jangan salahkan pemerintah, jangan salahkan orang miskin. Bekerjalah dari hati, ambil manfaat dari blusukan anda kepada rakyat kecil, untuk membantu mereka. Pendukungmu sudah terlalu besar yang bersemangat menjadikanmu besar, jangan menjadi kerdil hanya karena kebijakanmu satu-satu mentok lalu menyalahkan masalahnya. Lawan masalahnya, selesaikan masalahnya, itu baru pemimpin! Hidup Jokowi Ahok!!!

17 May 2013

Kasus Impor Daging Sapi, Kebenaran yang Terkuak

Ada yang aneh ketika Media Sebesar METRO TV dan TVONE menghentikan siaran langsung pengadilan KASUS IMPOR DAGING SAPI tepat disaat paling menentukan, kesaksian yang meringankan LHI. Disaat yang sama, link Video yang ada di Youtube pun ikut MENGHILANG. Mudah-mudahan ini bukan KTT (Konspirasi Tingkat Tinggi). Berikut Transkrip yang disadur dari Intriknews.com,

linknya: http://www.intriknews.com/2013/05/heboh-kesaksian-ahmad-fathanah-lhi-tak.html

Judul :

Heboh..! Kesaksian Ahmad Fathanah: LHI Tak Terima Suap



#Kesaksian AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor"


AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan"


AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan"

AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)".



AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri"


AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)"


AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan".


AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang"


AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis"


AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya"


AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak"


AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor".


AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan"


AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya"


AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya


AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia"


AF: "soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya"


AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja"


AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda"


AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI


AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain"


AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar

Diberita lain:

TIDAK ADA NIAT SAYA BERI USTAD LUTHFI 1 Milyar

Linknya: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/413742-fahtanah--tak-ada-niat-saya-beri-ustad-luthfi-rp1-miliar

Akhirnya, Ahmad Fathonah meminta maaf kepada PKS dan Kadernya:

Link: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/413730-ahmad-fathanah-minta-maaf-pada-pks

Sebarkan berita kebenaran ini, agar menjadi counter attack terhadap pemberitaan miring dan plintiran berita yang dilakukan rezim MEDIA...

Save KPK Save PKS, karena kita butuh keduanya...

16 May 2013

Kata Johan Budi; Luthfi Hasan Ishaq Tidak Bersalah

Gonjang ganjing tentang Kasus Suap Impor Daging Sapi terhadap Politisi dan Mantan Ketua Partai Luthfi Hasan Ishaaq terjawab sudah. Johan Budi, sebagai juru bicara mengungkapkan bahwa ada beberapa hal juga alasan tentang tidak bersalahnya Luthfi Hasan Ishaaq. Tidak berbeda dengan Johan Budi, Abraham Samad mengungkapkan hal yang sama untuk meminta publik tidak membenturkan antara PKS dan KPK. Berikut ATURAN yang menyebabkan Luthfi Hasan Ishaaq tidak bersalah:

Aturan PERTAMA:
Luthfi Hasan Ishaaq belum menjalani vonis pengadilan. 

Itulah aturan HUKUM yang baku, yang dipergunakan dari Tahun ke Tahun, dan dipakai di semua negara!

Aturan KEDUA:
Jika Anda Ngeyel dan Ngotot LHI bersalah, LIHAT ATURAN PERTAMA! 

Seperti berulang kali diucapkan JOHAN BUDI, sampai mukanya berkeringat dan menahan GALAU dan KEKESALAN: "NANTI DI PENGADILAN"

Masih Ngotot Juga? 

09 May 2013

KPK Versus PKS: SIAPA PEMBOHONG?

KPK dan PKS kembali bersitegang. Kali ini masalah penyitaan Mobil di Kantor DPP Partai PKS. KPK mengklaim sudah membawa Surat PERINTAH, sementara PKS juga NGOTOT bahwa KPK tidak membawa Surat Perintah.Lalu siapa yang melakukan KEBOHONGAN PUBLIK?

Sebagian orang awam akan langsung mengadili PKS keterlaluan karena menghalang-halangi penyidikan. Kecermatan kita dalam menyaring berita, akan menjadikan kita dewasa menilai mana yang benar dan mana yang berbohong.

Bila melihat dari masalah ini ada beberapa hal yang saya garis bawahi: 

Pertama, orang yang biasa berbohong pasti akan melakukan kebohongan-kebohongan lainnya. Itulah sebabnya saya lebih percaya kepada orang yang tidak biasa berkata bohong. (Lihat Daftar Kebohongan KPK di bawah ini).

Kedua, orang yang berkata bohong bila dihadapkan pada kebenaran, sekalipun berusaha menutupi kebohongannya, tetap saja ada guratan ragu atau bila kita tidak melihat gestur maka kata-katanya akan patah-patah. Mencla-mencle kalo orang bilang! Sementara seorang yang tidak berbohong akan berkata LUGAS dan mengalir apa adanya! (Lihat Video Debat Fachri Hamzah Vs Johan Budi).

Ketiga, sasaran tembak KPK terlihat jelas! Bagi KPK, PKS adalah PRIORITAS! Beberapa bulan ini seolah kerja KPK HANYA mencari celah menjerat LHI seraya menjatuhkan Kredibilitas PKS sebagai Partai Bersih.

Video Debat Fachri Hamzah vs Johan Budi di MetroTV



Daftar KEBOHONGAN-KEBOHONGAN PUBLIK KPK terhadap LHI dan PKS
  1. Menyatakan LHI TERTANGKAP TANGAN. Ini jelas KEBOHONGAN BESAR yang menjadi pangkal utama yang Insya Allah akan menjadi cikal bakal kehancuran OKNUM-OKNUM KPK yang memendam kebencian terhadap kemenangan Partai ISLAM. Karena AF lah yang tertangkap tangan! Dan seorang yang tertangkap tangan bukan berarti pernyataannya, yang akan memberikan uang tersebut ke LHI serta merta membuat LHI tertangkap tangan atau ikut menikmati hasil KORUPSI. Jika DEMIKIAN, silakan tangkap semua orang yang disebutkan NAZARUDIN (dimana banyak Politisi Partai DEMOKRAT di sebutkan!). Jika DEMIKIAN, silakan tangkap PRIYO BUDI SANTOSO yang disebut oleh Zulkarnaen Jabar dalam KORUPSI PENGADAAN AL-Qur'an. Bahkan, SERET pula JOHAN BUDI, Juru Bicara KPK yang disebut oleh LIMAK (Lembaga Informasi Masyarakat Anti Korupsi) TERLIBAT KONGKALINGKONG KASUS HAMBALANG!
  2. REKAMAN PEMBICARAAN ANTARA AF DAN LHI. Alih-alih membuat PEMBENARAN terhadap Penangkapan BUKAN TANGAN LHI, KPK malah membuat DAGELAN dengan Pernyataan Kontradiktif. Dengan DAGELAN pula KPK MEMBANTAH adanya REKAMAN PEMBICARAAN itu. Dengan DAGELAN pula KPK membantah TELAH MEMBUAT PERNYATAAN ADANYA REKAMAN PEMBICARAAN itu.
  3. TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG adalah KEBOHONGAN PUBLIK berikutnya. Karena Tindak Pidana Pencucian Uang berlaku ketika ada tindak KORUPSI, bila Korupsinya saja TIDAK BISA DIBUKTIKAN, bagaimana KPK akan MEMBUKTIKAN TPPU!
  4. KORUPSI yang DITUDUHKAN adalah KORUPSI KUOTA IMPOR DAGING SAPI di KEMENTAN. Ini SANGAT-SANGAT MENGGELIKAN. Karena pada KENYATAANYA, KEMENTAN sedang berusaha MATI-MATIAN MELINDUNGI PETANI dengan MEMBATAS KUOTA IMPOR DAGING SAPI! Lihat di ILC bagaimana KEMENTAN di Serang dengan naiknya HARGA DAGING SAPI dengan Kebijakan KEMENTAN yang MEMBATASI IMPOR. Lagi-lagi IRONI yang MENGGELIKAN diperlihatkan. Disatu sisi LHI, KEMENTAN, PKS di SERANG dengan TUDUHAN SUAP IMPOR DAGING SAPI, disisi lain LHI, KEMENTAN, PKS di SERANG dengan KEBIJAKAN MEMBATASI IMPOR DAGING SAPI. Dunia yang LUCU...

Kesimpulan Akhirnya adalah, KPK memang sedang BERJIBAKU untuk menyerang PKS dan Kader-kadernya! Dan akhirnya sang CICAK berupaya membunuh NYAMUK, sayangnya CICAK dengan DUKUNGAN PENUH MASYARAKAT ANTI KORUPSI (PKS) TAPI TIDAK ANTI KORUPSI HAMBALANG dan CENTURY, tidak MUDAH membunuh NYAMUK yang KINI MULAI NAIK PITAM KARENA KONSPIRASI KPK YANG TERLIHAT KASAR!!!

02 May 2013

Berbagi dengan Lebih Baik

Terima kasih sudah setia dengan Blog saya; Catatan David Usman. Terima kasih sudah memberikan masukan, komentar, kritik dan lain sebagainya.

Sebagai blogger yang cukup lama ngeblog; meski sambil lalu. Kiranya, saya memerlukan wadah yang lebih besar dan wadah yang lebih profesional untuk menjangkau lebih banyak kalangan dan lebih banyak pembaca. Dengan begitu, saya lebih bisa "berbagi dengan lebih baik".

Perkenankan saya mungkin tidak bisa lebih banyak waktu di blog ini, karena saya sudah mengelola blog pribadi yang Insya Allah lebih baik, www.davidusman.com.

Semoga, perkenalan kita disini akan berlanjut di blog saya tersebut. Blog ini tidak akan saya hapus atau saya lantarkan sama sekali, sebab blog inilah uji coba saya pertama ngeblog.

Mudah-mudahan, kita bisa berbagi dengan lebih baik...

Salam

David Usman

26 March 2013

Komputer jadi Lelet? Apa sebabnya?

Sudah banyak tulisan mengenai bagaimana membuat komputer agar menjadi cepat. Tapi dari beberapa tips yang diberikan ada yang benar-benar berguna, lebih banyak yang sia-sia. Kenapa komputer tetap lelet? Berikut kita coba telusuri beberapa sebab komputer menjadi lelet dan perlu tindakan lebih lanjut.



1. Ram Tidak Terbaca

Sering terjadi RAM anda tidak terbaca sebagaimana mestinya. Untuk itu, anda perlu tahu apa spesifikasi komputer anda. Jika komputer anda memiliki RAM 1 gb misalnya, ternyata hanya terbaca 512, tentu saja berpengaruh banyak terhadap komputer anda.

Bila RAM yang anda miliki terdapat 2 keping atau lebih, tentu lebih mudah untuk mengecek mana RAM yang mati atau eror dan RAM yang hidup normal. Anda bisa mencoba membersihkan RAM yang tidak terbaca dengan membaca ini: Hapusan Bisa Berfungsi sebagai Alat Service.

Banyak juga terjadi, RAM anda terbaca setengahnya. Ini sering terjadi pada RAM yang memiliki IC pada dua sisi kepingnya. Tidak terbacanya RAM sebagaimana mestinya ini disebabkan rusaknya IC pada salah satu sisi RAM.

Lalu bagaimana membaca RAM anda? Baca: Cara Mengetahui Spesifikasi Komputer Anda!

2. VIRUS! 

Virus menjadi penyebab kedua yang menyebalkan bagi leletnya komputer kita. Karakter Virus yang aktif di Background, mengkopi dirinya, memperbanyak files, merusak file, dll sungguh menjadikan komputer super lelet.

Ampuhkah Antivirus jika sudah begini? Saya jamin TIDAK! Antivirus akan bekerja untuk mencegah Virus, tetapi jika sudah TERINVEKSI, maka antivirus hanya memiliki pilihan untuk mempenjara (Quarantine) atau menghapus (Delete) File yang terinfeksi. Akibatnya, Virus akan tetap aktif jika hanya di Quarantine atau antivirus akan menyebabkan crash jika yang ter delete adalah file program atau file Windows.

Beberapa Virus, bahkan mampu tetap aktif dan tidak terdeteksi atau tidak terserum dengan baik. File seperti Autorun Virus diketahui bahkan kebal terhadap beberapa Anti Virus.

Memberikan banyak Antivirus, misal menggabungkan Antivirus Lokal dan Antivirus dari Luar diketahui juga tidak efektif, bahkan merupakan salah satu sebab leletnya kompi anda.

Saran saya, format dan install ulang kompi anda. Lalu berikan Antivirus yang mampu mendeteksi file-file Autorun atau file virus sejenis lalu mem blokir nya. Jangan berikan gabungan 2 Antivirus, karena akan memperlambat kompi anda. Beberapa gabungan Antivirus bahkan diketahui malah membuat crash.

3. Bad Sector 

Bad Sector yang terjadi pada Harddisk adalah kerusakan yang terjadi pada sector tertentu di harddisk. Penyebab kerusakan ini beraneka ragam. Seperti terantuk, jatuh, kejutan listrik, bad yang memang sengaja disembunyikan, dll.

Bad sector menyebabkan pembacaan pada file sebuah program menjadi lambat atau malah membuat Hang komputer.

Jika sudah demikian Disk Defragment jadi tak memungkinkan untuk mempercepat loading kompi anda.

Beberapa bad yang terjadi bisa dibersihkan "hanya" dengan memformat komputer. Tetapi beberapa yang lainnya, mengharuskan memakai program seperti Disk Manager atau program penghilang bad sector.

Tidak tertutup kemungkinan jika sedemikian parah, anda diharuskan mengganti harddisk anda.

4. Panas

Salah satu syarat untuk bekerjanya sebuah komputer, adalah panas yang bisa diredam oleh Heatsink dan Kipas. Sering terjadi, kita cuek dengan kondisi ini, karena kita tidak terbiasa mengecek temperatur kompi kita. Panas yang dibiarkan menyebabkan beberapa hal:

Pertama, komputer akan menjadi lelet. Kita akan merasakan kinerja komputer kita menjadi "lain dari biasanya".

Kedua, Hang. Bila terus dibiarkan, komputer menjadi Hang. Tanpa sadar, kita hanya mematikan dan menunggu beberapa saat lalu menghidupkan kembali. Hidupnya komputer karena panas mereda, lalu akan kembali Hang beberapa saat kemudian.

Ketiga, bila terus dipaksakan maka Motherboard anda akan rusak. Terutama pada elcho-elcho yang menggembung atau rusak.

Keempat, Prosesor anda akan dihajar. Yang menyebabkan komputer mati total!

Anda bisa mengecek panas komputer anda di BIOS pada Hardware Management. Bisa juga memegang Heatsink apakah panasnya normal atau tidak, atau dengan software tertentu.

Panas, disebabkan beberapa hal seperti:

Pertama, kotoran. Kotoran yang melekat pada Heatsink menyebakan sirip-sirip pada Heatsink tidak mendapatkan pelepasan panas yang sempurna dari kipas. Bersihkkan kotoran-kotoran yang melekat pada Heatsink.

Kedua, kipas yang mulai tidak bekerja normal. Kipas memiliki perioda tertentu sampai akhirnya akan tidak bekerja normal atau bahkan mati. Ganti kipas anda dengan yang baru, atau coba oleskan minyak, oli, atau contact cleaner pada as di kipas agar kipas kembali berjalan normal.

Ketiga, kipas yang tidak terpasang dengan baik. Kipas atau Heatsink, melekat pada Prosesor melalui penjepit-penjepit. Bila penjepit ini tidak terpasang sempurna, baik karena kelalaian atau patah pada salah satu sisi penjepit maka akan menyebabkan panas yang berlebihan. Pastikan penjepit kipas terpasang baik. Bila patah, ganti penjepit dengan yang baru.

Keempat, pasta yang mengering. Pada jarak antara prosessor dan heatsink biasanya diberikan pasta (Heatsink Compound/Thermal Pasta). Bila sudah mengering, pasta ini malah bukan jadi peredam panas, tapi malah menyebabkan panas. Bersihkan pasta yang melekat baik pada Heatsink maupun pada Prosessor. Bila perlu, berikan pasta kembali. Fungsi pasta (Heatsink Compound/Thermal Paste) adalah menghilangkan celah yang mungkin terjadi antara Prosessor dan Heatsink yang mengakibatkan tidak sempurnanya penyerapan panas yang dilakukakan oleh Heatsink.

Selanjutnya penting juga bagi anda membaca : Perlunya Mengecek Kondisi Kipas pada Komputer

Demikian tulisan mengenai Komputer Jadi Lelet? Apa Sebabnya? Dari David Usman. Semoga bermanfaat bagi anda.

Terima Kasih.

26 February 2013

BODONG

Bingung juga saya dengan pengertian kata ini; BODONG. Sewaktu kecil, yang saya tahu BODONG adalah kondisi dimana puser "nonjol" keluar, dan saya termasuk salah satu yang (berpusar) BODONG!

Terus saya mendengar istilah motor BODONG. Nah, apa motor punya puser? Ternyata diartikan untuk motor yang nggak punya surat-surat. Nggak nyambung, kalo mau dipaksain juga mungkin kalo kita pake motor yang nggak punya surat-surat selalu ketakutan dan membuat puser kita menonjol, alias BODONG... hahaha...

Kemaren, saya baca kritikan terhadap JOKOWI yang disebut punya prestasi BODONG. Loh, apa puser JOKOWI nonjol? Nggak mungkin, perut JOKOWI kan langsing?

Ternyata BODONG nya JOKOWI soal KLAIM sebagai Walikota Terbaik SEDUNIA! Karena ternyata pemilihannya juga baru ditentukan bulan OKTOBER. Lagi pula, Mayor Foundation yang disebut sebagai penyelenggara juga bukan Institusi bergengsi. Dan pertimbangannya pun bukan berdasarkan prestasi, tapi pollling macam Indonesian Idol! Walah, semoga pak Jokowi nggak semakin BODONG pusernya denger kenyataan ini! Begitu juga loyalisnya... hahaha -lagi- (Semoga pendukungnya gak ikut-ikutan BODONG pusernya baca tulisan ini!). Ayo, semangat JOK! Buktikan di Jakarta ente nggak pakai jurus prestasi BODONG! Jangan berlama-lama terbuai dengan MEDIA, mentang-mentang Media Darling... hahaha...

Karena saya udah acak-acak pengertian BODONG, sekalian aja saya pengen bilang kalo Rieke Diah Pitaloka juga punya (puser) BODONG! Bayangin, demi ambisinya, Rieke dan pendukungnya bawa DATA BODONG untuk mengelabui masyarakat! Jelas terlihat ketika Debat Kandidat Cagub dan Cawagub Jawa Barat di TVOne. Semua data yang dibawa dengan menilai buruk prestasi AHER ternyata terbantahkan oleh AHER sendiri... Duh, kalo calon pemimpin BODONG begini, jangan-jangan Jawa Barat jadi BODONG juga... Huft, untung nggak ...

Sebaliknya, prestasi seorang Gubernur Jawa Barat yang Dramatis dengan 92 penghargaan malah dianggap BODONG! Aneh. Padahal, penghargaan adalah indikasi dan fakta keberhasilan. Dan kasihan sekali Institusi yang mengeluarkan penghargaannya dianggap BODONG.

Ada yang lebih lucu di sebuah forum terkenal semacam KASKUS, entah memang yang komen orang-orang BODO(H)NG atau pura-pura BODO(H)NG! Masa baca prestasi dibilang "PANTESAN YANG NGASIH PENGHARGAAN DINAS NYA SENDIRI", trus ditambah ketawa "HAHAHA...". BODO(H)NG kan? ITU YANG DAPET PENGHARGAAN DINASNYA bung! Dinasnya! Yang ngasih penghargaan Pemerintah INDONESIA! Hahaha ... (Sekarang saya yang harus ketawa).

Hah, udah ah. Bicara Bodong entar puser saya jadi ikut Bodong! Mending cari info yang BETUL, ketimbang berita-berita BODONG dari stasiun-stasiun TV yang dimiliki Ketua-ketua Partai... Macam ARB (TVOne dan ANTV) dari GOLKAR, Surya Paloh (MetroTV) dari NASDEM, Harry Tanoesudibyo (RCTI) sekarang di HANURA, dijamin makin BODONG aja beritanya... HAHAHA (kembali saya ketawa)...

25 February 2013

(Akhirnya) KPK Berhasil di Gagahi

Ada yang aneh ketika saya melihat wawancara Johan Budi, juru bicara KPK ketika diwawancara TV One tentang status hukum Anas Urbaningrum. Johan Budi yang biasanya "gagah" sejalan dengan kegagahan KPK ketika menentukan status tersangka seseorang, saat itu keliihatan "galau" dan sama sekali tidak kelihatan "gagah". Bahkan, KPK yang biasanya PEDE, kali ini bersikap "cengeng". Lebih aneh lagi dalam akhir wawancaranya, Johan Budi mengatakan bahwa penetapan tersangka Anas Urbaningrum ini bisa saja KPK salah, karena itu kita lihat saja di Pengadilan. Lebih lanjut, KPK melalui Johan Budi mengatakan untuk menjunjung azas praduga tak bersalah terhadap Anas Urbaningrum. Ini hal yang aneh, se ujuk-ujuk, saya tidak pernah mendengar pernyataan ini dalam setiap penentuan status tersangka seseorang oleh KPK. Yang pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa KPK berhasil di "Gagahi".

Sebelumnya, kita tahu bahwa KPK selalu Pede dengan segala keputusannya. Bahkan, pada peristiwa Mochtar Muhammad (Mantan Walikota Bekasi dari PDI Perjuangan) yang diputuskan tidak bersalah, KPK dengan gagah "menguber" Mochtar Muhammad hingga ditingkat banding akhirnya diputuskan bersalah. Begitu pula KPK dengan gagah melakukan penangkapan langsung kepada Bupati Buol yang saat itu dilindungi oleh beberapa pengawalnya.

Kita juga dipertontonkan kegagahan KPK saat melindungi Novel Baswedan yang saat itu akan diangkut oleh pihak kepolisian karena kasus pembunuhan. Ini peristiwa patriotik dimana KPK melindungi bawahannya dengan cara "pasang badan", yang akhirnya membuat Kepolisian terpaksa "gigit jari" pulang dengan tangan hampa. Hingga sekarang Novel Baswedan bebas "berkeliaran" karena perlindungan KPK, bahkan Novel diketahui salah satu petugas KPK yang menggiring LHI.

Peristiwa yang terbaru, dalam kasus penangkapan LHI. Kita lagi-lagi dipertontokan kegagahan KPK dengan menangkap LHI walau dengan banyak ke-aneh-an, karena kita tahu, bahwa KPK tidak "berhasil" menangkap tangan LHI. Tapi dengan dalih "Tertangkap Tangan" yang bukan "tertangkap tangan", KPK dengan "Gagah" tetap keukeh bahwa penangkapan LHI telah sesuai prosedur.

KPK juga dengan sigap akan bereaksi kepada setiap statement yang dianggap tidak benar atau merugikan KPK. KPK dengan lantang membantah ketika dianggap penangkapan LHI terkait KONSPIRASI, begitu pula ketika KPK disebut lembaga politis. Tapi lagi-lagi KPK (akhirnya) berhasil digagahi ketika loyalis Anas Urbaningrum menyebut adanya KONSPIRASI dalam penangkapan Anas. Lagi-lagi KPK terlihat pasrah tanpa perlawanan ketika keputusannya dianggap dipengahuri oleh kekuatan dari luar. KPK benar-benar seperti anak gadis ceria yang "galau". KPK jadi bulan-bulanan dan benar-benar Impoten dihadapan loyalis Anas. Padahal, tuduhan konspirasi adalah tuduhan serius yang layak dilawan oleh KPK.

Salahkah jika akhirnya saya berkesimpulan, bahwa KPK (akhirnya) berhasil di Gagahi?

16 February 2013

Geramnya Kasus Impor Daging Sapi

Mendengar kasus korupsi, siapa yang tidak geram? Anda geram, saya geram. Tapi Kasus Impor Daging Sapi ini memang sangat spesial, karena yang tersangkut di dalamnya adalah sebuah partai yang dikenal bersih oleh masyarakat.

Bila anda berprasangka buruk, itu hak anda. Tapi jika saya berprasangka baik, itu juga terserah saya! Bila saya kenal dengan adik saya atau teman saya yang berprilaku baik, saya akan langsung menolak bila dia dijerat peristiwa kejahatan, itu wajar saja. Tapi bila anda tidak tahu siapa yang anda tuduh, lalu beramai-ramai menghujat, itu sama sekali tidak wajar!

Itu kegeraman saya! Saya geram karena kasus ini terasa tidak adil bagi saya, dan mungkin bagi sebagian orang (yang peduli dengan kebenaran, tentunya). Bila anda orang yang rajin menghujat, terserah anda untuk terus menghujat sampat kebenaran terbukti (dan tentunya anda akan terus menghujat, kasus Misbakun; siapa yang gentlemant untuk meminta maaf karena dari mulutnya sudah keluar kata-kata kotor? Tidak ada!).

Saya geram karena tanpa tahu permasalahan, banyak orang yang sudah merasa "tahu" (sok tahu, lebih pantas). Saya geram karena kita telah banyak "kehilangan" putra-putra terbaik dan berkah bagi bangsa ini karena ke "sok tahu" an kita serta hujatan dan caci maki. Ingat Suripto, yang di "hajar" dengan kasus pembelian helikopter, ingat pula Rama Pratama yang di "tenggelamkan" oleh kasus korupsi yang tidak jelas. (Rama Pratama adalah Penggerak Mahasiswa UI yang akhirnya melengserkan Suharto, ingat bahwa pada saat itu mahasiswa negeri adalah Mahasiswa yang "patuh" dengan pemerintah, dan Rama Pratama adalah "pembangkang" pemerintah dan mengambil resiko untuk bergabung bersama rakyat!).

Saya bukan kader PKS, bahkan pada beberapa tulisan saya, saya sempat mengkritisi partai ini. Tapi bagaimanapun, tidak ada Partai yang lebih baik dengan kasus yang (bila anda ingin mengganggap ini kasus) lebih sedikit dibanding Partai lain. Sayangnya, Partai ini memang bukan media darling, sehingga kebaikannya tidak menjadi berita baik, tapi -sedikit- keburukannya menjadi berita yang menghebohkan. Meski PKS harus tetap berbangga, sebab sebuah -maaf- t*i di tempat sampah memang tidak pernah menarik perhatian dibanding setitik noda dilantai bersih!

Kegeraman saya akan hanya jadi cemooh bila saya tidak menyertakan alasan, okelah. Bila anda ingin menghujat juga tulisan ini, jawab beberapa point yang saya sebutkan di bawah ini:

Tertangkap Tangan? 

Literatur mana yang menyebutkan pengertian tertangkap tangan adalah seorang A menerima uang, dan akan menyerahkan pada B, dan B adalah orang yang tertangkap tangan? Sebutkan teori mana yang bisa menyebukan LHI tertangkap tangan.

Ini jelas kebohongan besar. Sayangnya kebohongan besar itu diamini oleh pengamat dan narasumber, media, dan KPK. Saya jamin, tidak akan ada yang bisa menyebut teori bahwa LHI tertangkap tangan! Selain hanya berbelit bahwa "Kita memegang 2 alat bukti yang cukup". Bersyukurlah anda, sebab Ahmad Fathanah menyebut LHI untuk duit yang dia terima. Bagaimana kalau dia menyebut Anda, saudara Anda, orang tua Anda!

Dan sangat wajar jika kemudian saya berfikir bahwa LHI memang menjadi target! Entah itu target konspirasi atau apalah! Karena hanya dengan teori "TERTANGKAP TANGAN" maka KPK bisa langsung menahan LHI!

Apa Kepentingan Suap Terhadap LHI

Sekarang saya kembali bertanya, apa kepentingan pelaku suap menyuap LHI? Alasan kewenangannya bisa menekan Menteri dari PKS adalah alasan yang tidak masuk akal bagi saya!

Bila saya adalah menteri yang anda ingin untuk melakukan sesuatu, anda tentu akan memilih untuk langsung menyuap saya ketimbang menyuap ketua partai saya! Ini pilihan yang paling LOGIS, ketimbang harus menyuap si A untuk menekan si B!

Sebab menyuap 2 orang adalah upaya yang lebih beresiko ketimbang menyuap satu orang! Biar saya perjelas: "Bila menyuap 1 orang PKS adalah SULIT, maka menyuap 2 orang PKS adalah LEBIH SULIT!". Dan hanyalah orang-orang bodoh, lebih tepatnya penyuap yang bodoh untuk keluar duit lebih banyak dan resiko yang lebih besar untuk menyuap banyak orang!

Dan penyuap (atau penuduh) yang bodoh pula menyuap seorang yang tidak punya kewenangannya terhadap impor daging sapi. Sampai disini, jika keadilan ditegakkan di pengadilan maka banyak orang akan kecele karena ternyata Menteri Pertanian Suswono SAMA SEKALI tidak punya kewenangan untuk "mengotak-atik" impor daging sapi! Silakan anda mengotak-atik juga masalah kewenangan ini dengan membaca dan mempelajari, silakan pula anda yang doyan mencaci maki untuk mengotak-atik otak kotor anda untuk menambah cacian anda!

Konspirasi?

Sebenarnya, sudah banyak sekali petinggi PKS yang menyebutkan "keanehan" kasus LHI, mereka bahkan sudah capek dan menyerahkan semua kepada sang Khalik. Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wani'man nasir.

Padahal betapa berbahayanya negeri ini bila sebuah kekuatan mampu untuk menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang harus ditangkap dan siapa yang bisa dikatakan "belum cukup bukti". Betapa bahayanya  bila ada sebuah kekuatan super power  yang bisa menangkap orang seenaknya, bisa menghalangi polisi untuk menangkap pelaku kejahatan, bisa mengatur polisi agar tidak ikut campur terhadap peristiwa kriminal seperti bocornya rahasia negara.

Saya tidak akan bicara konspirasi yang saya tidak tahu asal-usulnya. Tetapi konspirasi yang jelas terjadi adalah konspirasi oleh Media dan Pengamat. Itu jelas terjadi, dan jelas membuat saya geram!

Media, membuat kasus "tertangkap tangan" kepada LHI menjadi sebuah kebenaran, bahkan sebagian media mengarahkan LHI tertangkap disebuah hotel bersama M, astagfirullah! Betapa besar keinginan media untuk membuat buruk seorang ustadz seperti LHI.

Dan dalam beberapa kesempatan, media mengarahkan LHI sebagai pesakitan tanpa ada yang berupaya untuk menahan "moncongnya" terhadap prasangka "tidak bersalah" sebelum bukti-bukti pengadilan membenarkannya.

Para pengamat dan narasumber pun tidak berbeda jauh. Konspirasi untuk membuat cap "TERTANGKAP TANGAN" dan cap "BERSALAH" terhadap LHI didengungkan. Padahal mereka adalah orang-orang pintar yang mengerti apa itu "Tertangkap Tangan" dan Presumption of Innocence. Maka jika orang-orang pintar seperti mereka mengabaikan hal itu, tentu saja orang-orang bodoh akan lebih nikmat untuk berkoar dan mencaci maki. 

Lebih terlihat lagi konspirasi pengamat ini adalah ketika pengamat sekelas Profesor Tjipta Lesmana dengan berapi-api menyebut "KEJANGGALAN" pada penangkapan LHI, dan menyebut KPK dengan sebutan lembaga Politis di hari pertama LHI tertangkap. Bahkan Tjipta Lesmana menyebut penangkapan LHI aneh dan sebagai upaya menutupi kasus besar (lebih jelas baca DISINI). Tapi beberapa hari kemudian sang Profesor luluh bahkan keceplosan bahwa ia sempat disindir sebagai "juru bicara PKS". Dalam beberapa hari selanjutnya Tjipta Lesmana ikut dalam barisan konspirasi pengamat dan narasumber untuk satu suara membenarkan prilaku KPK. 

Sebenarnya, banyak yang ingin saya tulis karena ke-geraman saya terhadap kasus impor daging sapi ini. Tetapi saya cukupkan saja sebagai protes saya dengan banyaknya caci maki dan hujatan yang tidak jelas! Saya tidak ingin membela PKS, karena saya bukan kader PKS. Sejujurnya saya memang simpatisan, dan simpati saya untuk partai yang tidak pernah di expos terhadap banyak "manfaat" yang sudah diberikan untuk bangsa ini, dan tiba-tiba menjadi bom atom media ketika bahkan masalah "sekecil" gambar porno yang belum jelas juga asal-usulnya. 

Dan ingatlah, ketika anda ingin menghitung kasus LHI sebagai kasus korupsi, maka kader PKS adalah partai yang paling sedikit sekali terkena kasus ini, belum lagi jika LHI tidak terbukti, maka kader PKS tidak ada yang terlibat kasus korupsi SAMA SEKALI, yang ada hanyalah tuduhan-tuduhan terhadap Misbakun, Soeripto, Rama Pratama, bahkan Neneng Nurbaeti yang bukan kader PKS disangkut-pautkan hanya karena Adang Dorojatun sang suami adalah kader PKS. 

Dan ingat pula ketika anda ingin "membunuh" partai yang tergolong bersih ini, anda membunuh cita-cita anda sendiri terhadap munculnya politikus-politikus yang bersih dan santun. Artinya, tanpa mengabaikan banyaknya orang-orang bersih di partai lain, setiap partai adalah aset, dan orang baik adalah aset, politikus bersih adalah aset yang tentunya banyak bertebaran di banyak partai, dan PKS adalah salah satunya! 

Ingat pula ketika anda menyebut Kasus Sapi Berjanggut, anda telah mencemooh terhadap agama Islam, yang mungkin merupakan agama anda sendiri. Dan kalau itu terjadi, betapa menyedihkannya anda!