25 December 2012

Toleransi Lebih Mudah di Mengerti dengan Melihat, Bukan di Ucapkan...

Pengucapan salam atau selamat terhadap perayaan hari besar agama, sudah menjadi polemik bertahun-tahun. Ini hal yang lucu dan sangat lucu. Padahal, MUI dan sebagian ulama telah mengeluarkan fatwa yang melarang pengucapan salam atau selamat pada perayaan hari besar agama lain.

Jadi jelas bila memperpanjang polemik, dan membesar-besarkan masalah "sepele" seperti ini adalah sebuah propaganda bagi kepentingan tertentu. Geram rasanya, bila sebuah Ideologi di persalahkan atas sebuah ucapan padahal toleransi umat sudah teruji lebih dari sekedar kata-kata.

Ini jadi catatan saya tentang ucapan "SELAMAT" untuk hari Raya Agama lain:

1. Biarkan kami menjalankan IBADAH kami, dan kalian BERIBADAH sesuai keyakinan kalian. Ini sebagai catatan paling PENTING dan sebagai PENGINGAT bahwa masalah mengucapkan atau tidak, adalah masalah "DALAM NEGRI" umat ISLAM. Karenanya, perdebatan masalah ini masih mungkin terjadi di kalangan Umat. Tetapi, akan ada PRASANGKA LAIN ketika umat NON MUSLIM ikut andil masuk dalam PERDEBATAN. Karena kecenderungan untuk menyalahkan Ideologi Islam atau Tokoh/Ulama Islam sulit untuk dihindarkan.

2. Bahasa Verbal semacam itu, sebenarnya ungkapan paling lemah dalam TOLERANSI. Sama seperti seorang anak kecil yang dipaksa mengucapkan kata MAAF oleh seorang Guru karena berantam di kelas. Tapi dalam kontek Ideologis, semua agama di muka bumi ini memandang PENTING sebuah KALIMAT. Artinya, marilah bertoleransi dengan TINDAKAN dan mari menghindarkan Bahasa Verbal untuk memaksa orang dalam sebuah Ibadah yang bukan KEYAKINANNYA.

3. Mari HENTIKAN Polemik ini. Bagi anda yang Non Muslim, silakan beribadah tanpa dikotori dengan ikut berpartisipasi dalam PERAYAAN perdebatan ini. Karena sayang sekali, ada Hari Raya yang seharusnya anda nikmati. Dan bagi Muslim yang menentang Fatwa ini, silakan jalankan menurut pendapat anda bila memang Fatwa Ulama sudah tidak berarti bagi anda. Entah karena pengetahuan agama anda yang lebih tinggi dari Ulama (bahkan lebih tinggi dari Ulama sekelas Buya Hamka), atau malah bagi anda yang tidak tahu apa-apa tapi ngotot mengikuti nafsu pribadi anda. Silakan...

4. Kebanyakan dari anda berpendapat, ITU KAN CUMA KALIMAT! Kalau itu bagi anda cuma sebuah KALIMAT, lalu mengapa PERDEBATAN itu begitu PANJANG? Bukankah dengan alasan yang sama, saya juga bisa bilang ITU KAN CUMA KALIMAT, MENGAPA SAYA TIDAK BOLEH TIDAK IKUT MENGUCAPKAN? Inilah yang cukup mengherankan. Sebagian anda meremehkan arti sebuah kalimat yang di ucapkan, tetapi memberatkan sebuah kalimat yang tidak di ucapkan.

5. Tidak ada keharusan bagi agama lain untuk mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI atau memberi salam dengan ucapan Assalamu'alaikum. Juga tidak ada keharusan bagi Muslim untuk mengucapkan selamat, meski dengan alasan (atau ancaman?) intoleransi.

6. Bagi anda yang Muslim, silakan ikuti pandangan anda sendiri jika memang anda memiliki pandangan yang berbeda. Dan bentengi diri anda dari hawa nafsu, tidak peduli, merasa lebih tahu, apalagi karena pengaruh pemikiran dari luar Islam. Bila cukup dan anda merasa benar, jalankan oleh anda sendiri tanpa menyalahkan saudara-saudara anda yang berbeda pendapat.

Semoga, polemik ini tidak berkepanjangan. Cukup sampai disini, untukmu agamamu dan untukku agamaku...

Karena Toleransi lebih mudah dimengerti dengan melihat, bukan diucapkan...

02 December 2012

Kenapa Setiap Booting Keluar Perintah "Press F1 to Continue"?

Perintah "Tekan F1 untuk Melanjutkan" yang muncul setiap menyalakan komputer terjadi karena kesalahan BIOS menerjemahkan hardware dan settingan lain. Biasanya, teknisi atau yang mengerti tentang komputer membacanya sebagai kelemahan Baterai CMOS menyimpan settingan BIOS. Padahal, ada beberapa masalah yang tidak selalu berhubungan dengan Baterai CMOS.

Perintah "Press F1 to Continue" umumnya disertai dengan keterangan lain, seperti:

1. Keyboard Error or No Keyboard Detected
2. Processor Microcode Update Failure
3. Floppy Disk Not Found
4. Primary Master Hard Disk Error
5. Cmos Checksum Bad, Cmos Date/Time Not Set

Kadang kata-katanya tidak persis seperti di atas tapi intinya sama. Nah, terbuktikan kalo masalah "Press F1 to Continue" tidak selalu berurusan dengan baterai? Lalu bagaimana solusinya? Yuk kita bahas dalam Catatan David Usman kali ini. 

Yang pertama, adalah perintah untuk mengecek perangkat Keyboard anda. Bila anda yakin dengan perangkat Keyboard anda, cobalah mengencangkan soket keyboard yang berhubungan dengan komputer. Bila setelah anda mengencangkan tombol F1 yang anda tekan komputer berjalan berarti masalah anda sudah teratasi. Jika tidak, coba cek mengenai Keyboard yang tidak berfungsi DISINI

Yang kedua, berhubungan dengan processor anda. Bisa jadi, anda mencoba meng-upgrade processor anda dengan processor yang lebih tinggi tetapi Motherboard anda tidak mendukung untuk processor yang anda upgrade. Bila demikian, kembalikan processor anda ke processor awal. Meski dengan menekan F1 program anda berjalan normal, tetapi timbulnya perintah "Press F1 to Continue" tentu sangat mengganggu. Bila anda menerima perintah tersebut dari awal komputer anda dapatkan, coba cari tahu di Google berapa Processor yang optimal untuk Motherboard anda. 

Ketiga, Floppy Disk Not Found. Tentu mudah mencari jalan keluarnya. Anda cukup masuk ke BIOS lalu menyetting Floppy Disk dalam posisi Disable untuk mematikan settingan Floppy Disk. 

Ke empat, berhubungan dengan harddisk anda. Bisa jadi harddisk anda memang rusak. Bisa jadi juga kabel data (IDE) anda rusak sehingga komputer tidak bisa mendeteksi harddisk anda bahkan bisa jadi pula kerusakan pada power yang menuju ke harddisk. 

Nah, yang kelima ini baru berhubungan dengan Baterai CMOS. Anda selalu menyetting tanggal dan waktu tetapi tidak tersimpan? Kemungkinan besar Baterai CMOS lah biang keladinya. Tetapi tunggu dulu, Baterai CMOS bukanlah satu-satunya permasalahan. Bisa jadi, CMOS/BIOS anda memang sudah error. Hingga, anda perlu mengganti BIOS bila memungkinkan. Masalahnya, belum tentu mudah untuk mengganti BIOS diantara berjuta Motherboard. Dan Copy BIOS pun bukan hal yang mudah untuk di lakukan. Karena itu, bila BIOS anda yang rusak, rasanya anda memang harus pasrah dan cukup puas dengan kondisi ini. 
Lalu bagaimana membedakan bahwa yang rusak adalah Baterai CMOS atau BIOS? Cukup mudah. Setting Jam dan Tanggal di BIOS. Keluar dari BIOS, bila tetap terdapat tulisan "Date/Time Not Set" maka besar kemungkinan BIOS anda rusak. Sebab, bila karena masalah BATERAI seharusnya akan tetap tersimpan ketika komputer masih dalam kondisi hidup. Bahkan bila baterai bermasalah, selama kabel listrik anda masih tertancap, BIOS akan tetap tersimpan.  
Bila sudah jelas karena masalah baterai. Ganti Baterai anda dan jangan lupa menyetting tanggal dan waktu anda. Sebab, permasalahan waktu dan tanggal akan berpengaruh pada program anda yang lain. Untuk jelasnya baca "Baterai Bukan Hal Sepele".  

Demikian tulisan dari Catatan David Usman kali ini, semoga bermanfaat. 

Jika anda menginginkan setiap tulisan baru saya muncul di Facebook anda, silakan Like halaman Facebook Catatan David Usman di https://www.facebook.com/CatatanDavidUsman