PP:
Halo mas Taburi Jalan dengan Roti... selamat siang, senang anda bisa berkunjung. Sori udah merepotkan dan menyita waktu anda sebentar.
Partai Golkun:
No, Problem...bro. Kita kan teman, kita tetap koalisi kan?
Hahaha... keduanya tertawa.
PP:
Of course... bro...of course. Sejujurnya, cuma andalah koalisi yang kami perhitungkan!
Hahaha... keduanya kembali tertawa.
PP:
(Sambil berbisik) yang lain kecil-kecil... (sambil menunjukkan ujung jari kelingking yang di takar oleh jempol).
Hahaha... keduanya tertawa.
Partai Golkun:
Meskipun setiap pemilu partai kami punya capres sendiri?
PP:
You still my bro... (Sambil mengedipkan mata dan menyalin tangan kanannya seperti pistol).
Partai Golkun:
Meskipun kami mendukung penyelidikan kasus Century?
PP:
You still my bro... (sambil kembali mengedipkan mata)
Partai Golkun:
Meskipun kami juga mendukung penyelidikan wisma atlit?
PP:
You still my bro... (kembali mengedipkan mata, meski kemudian harus mengucek matanya karena kelilipan).
Hahaha... Keduanya tertawa riang.
PP:
Gini mas bro... seperti mas bro tau, kita perlu dukungan koalisi untuk menggolkan kenaikan BBM... dan I need your support... gimana?
Partai Golkun:
Wah, nggak bisa mas bro. Nanti pemilu yang akan datang kita bisa nggak menang, kan ente tau sendiri gelombang penolakannya besar sekali! Kalo ente mah enak sebagai partai penguasa, bisa bermain sedikit menang deh... Kalo ane kan perlu sedikit keliatan "bersih" di depan rakyat...
PP:
Ente mau menteri ente saya keluarin dari kabinet?
Partai Golkun:
Jangan dong mas bro... ane kan cape ngejilatnya untuk dapetin ntu jatah menteri...
PP:
Ente mau saya rekayasa sebagai partai koalisi yang "mbalelo" dan kita buat seolah-olah plin-plan, haus kekuasaan, hingga kita suruh keluar tanpa kita harus mecat! Kita akan buat kesan di masyarakat cuma haus kekuasaan! Dan penolakan terhadap kenaikan BBM jadi gak ada arti, karena kita bombardir dengan berita jelek! Kita menguasai pers loh...
Partai Golkun:
Jangan dong mas bro...
PP:
So, you have to be agree with us!
Partai Golkun:
Gini aja deh mas bro... kita buat pasal baru di Undang-undang misalnya jadi pasal 6abc yang berbunyi, "Dalam hal minyak dunia naik sedikit aja, pemerintah boleh menaikkan harga BBM", gimana? Jadi kami tetap menolak kenaikan harga BBM...
Keduanya nyengir lalu tertawa...
Hahaha...
PP:
You still my bro... you are my bro...
Sambil menyatukan kedua tangan mereka berdua seperti orang adu panco...
Hahaha...
Kembali mereka tertawa dan keselek sama-sama...



"Agar menghilangkan dugaan politisasi kasus Bank Century, seperti yang dikemukakan teman-teman Demokrat seperti untuk mengulur-ulur sampai 2014, maka saya usulkan kasus Bank Century harus selesai tahun ini, atau saya akan mundur untuk pulang kampung,"
(Abraham Samad, 15 Februari 2012)




















2 komentar:
lucu bang sandiwaranya...
begitulah gambaran para elit politik kita
Iya, habis elit kita lucu2... jadi saya adu dengan kelucuan aja dari pada nyere hate... hehehe. Thanks Muro'i El-Barezy
Poskan Komentar