11 November 2010

Catatan David Usman: Refleksi dari Perjalanan Ngeblog Bag. 3


Mau Bisnis Online, Dapet dari Bisnis Offline...

Bukan hendak mematahkan semangat bisnis kawan-kawan. Tetapi bila anda memiliki pekerjaan tetap, maupun tidak tetap, bisnis online adalah bisnis yang tidak pernah saya rasakan keuntungannya.

Dari iklan-iklan PTC yang sudah "mengotori" blog saya saja, dalam setahun saya tidak mendapatkan 50 ribu acan! Apalagi bisnis lain yang mengharuskan saya mengklik iklan. Hasilnya baru pegel di tangan saja...

Tapi bukan mengharamkan bisnis yang tentu saja selalu ada celah untuk sukses. Bila nanggung, sebaiknya anda lebih konsentrasi pada pengembangan bisnis anda dan pekerjaan anda. Biarlah suatu saat bisnis ini akan menghasilkan secara alami dari pada kita bersusah-susah lalu kecewa...

Hasil Lumayan dari Blog...

Bukan iklan yang menghasilkan duit dari blog, bukan pula bisnis klik iklan sana-sini. Tetapi keahlian yang saya miliki yang saya tawarkan ternyata berhasil menarik perhatian beberapa orang.

Pertama, penawaran warnet dan lab komputer sekolah yang saya tawarkan di blog ternyata berhasil nyangkut juga. Ada beberapa orang yang tertarik untuk membuat warnet dan itu menghasilkan pemasukan yang lumayan. Bila saya hitung, yang mengajukan pembuatan warnet ke saya lewat blog ini ada sekitar 5 orang.

Kedua, kursus pengolahan limbah komputer. Ada beberapa orang yang tertarik untuk usaha ini. Lewat kursus yang diberikan oleh guru yang pengalaman di bidangnya, saya juga diberikan komisi yang cukup lumayan.

Ketiga, beberapa orang juga menawarkan penjualan barang bekas komputer. Bahkan ada beberapa yang berasal dari borongan komputer kantor.

Dan tentu bisnis lain yang saya sendiri lupa untuk mengingatnya. Yang terpenting untuk disimpulkan adalah, bila anda bukanlah orang yang SERIUS untuk bisnis Online, jangan tinggalkan bisnis atau kerjaan anda untuk itu. Tetaplah serius dengan pekerjaan anda. Bila perlu, lakukan hal-hal yang bisa menguntungkan bisnis anda dari Blog yang anda buat! Sehingga anda tetap bersemangat ngeblog. Banyak dari blogger yang karena merasa tidak ada keuntungan dari ngeblog akhirnya meninggalkan begitu saja blog nya hingga tidak terurus...

06 November 2010

Pembakaran Masjid di SUMUT... Dimana Media Massa? Dimana TVOne (Terbelakang, Mengabarkan)



Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI Sumut) menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sampai sejauh ini belum bersikap dan merespon secara tegas untuk mengungkap kasus penghancuran Masjid At-Thayyibah di Lingkungan I Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, awal Mei lalu.
Menurut Ketua Umum FUI Sumut Sudirman Timsar Zubil, kasus ini sudah terlalu lama dibiarkan berkepanjangan dan pihaknya pun sudah mengirimkan surat resmi ke presiden.

"Sampai hari ini belum ada tanggapan. Padahal sudah terlalu lama kasus ini diabaikan," kata Timsar kepada Hidayatullah.com, Kamis (4/11/10).

Bahkan kata Timsar, pembakaran ketiga kalinya Masjid Fi Sabilillah pada tanggal 27 Juli 2010 lalu di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, oleh orang yang tidak dikenal, belum ada yang ditangkap satu pun sebagai tersangka.

Namun yang mengagetkan, kata Timsar, aparat telah membuat pernyataan yang disiarkan media massa bahwa pembakaran Masjid Fi Sabilillah dilakukan oleh orang Islam sendiri.

Karena menilai pernyataan itu tidak masuk akal, Tim dari FUI Sumut pun melakukan investigasi ke lokasi masjid dan menemui nazir dan jama’ah serta masyarakat.

Dalam temuannya di lapangan FUI Sumut menyimpulkan alasan pembakaran Masjid tersebut oleh orang Islam sendiri seperti yang disampaikan Kapolda Sumut Irjen. Pol. Oegroseno, sama sekali tidak pernah terjadi.

"Nazir dan jama’ah Masjid Fi Sabilillah yang minoritas di tengah-tengah mayoritas pemeluk agama non-Muslim hidup rukun dan solid. Lalu, kenapa dan maksud apa Kapolda Sumut membuat pernyataan yang tidak berdasar tersebut?," tanyanya.

Pernyataan Kapolda Sumut tersebut dikhawatirkan Timsar dapat menjadi alat bagi provokator untuk menyulut tindakan anarkis, dan bahkan perilaku teror di wilayah ini.
Menurut Timsar, pernyataan sikap presiden yang mengecam keras rencana Terry Jones untuk membakar al-Qur’an menunjukkan sikap yang bagus. Pernyataan tersebut, papar Timsar, selain mewakili rasa keadilan, kebenaran dan nurani kemanusiaan, seyogyanya terwujud juga dalam sikap, kebijakan, dan tindakan nyata.

"Tapi kita melihat acapkali terjadi sikap dan kebijakan pejabat dan aparat yang tidak sejalan dengan rasa keadilan, kebenaran, dan nurani kemanusiaan," terangnya.

Timsar khawatir jika dua kasus yang terjadi di Sumatera Utara tersebut tidak segera direspon lebih cepat, berpotensi sangat tinggi untuk memicu timbulnya konflik horizontal yang bernuansa SARA.(hidayatullah/arrahmah.com)

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

02 November 2010

Catatan David Usman: Sebuah Refleksi dari Perjalanan Ngeblog Bag. 2

Mau Tenar tapi Nanggung ...


Pada sekitar bulan Agustus seseorang menelpon ke HP saya. Dia adalah Ibu Ellis Melini, S.Sn Seorang Deputy Head of Dept. Visual Communication Design Universitas Pelita Harapan.

Ibu Ellis ini bermaksud ingin melakukan penelitian masalah sampah elektronik, yang dikenal dengan istilah e-waste.

Membaca tulisan-tulisan saya mengenai limbah elektronik yang di olah menjadi emas, Ibu Ellis merasa bahwa saya banyak tahu tentang e-waste beserta pengolahannya menjadi emas.

Tentu saja, dengan tangan terbuka saya bersedia menjadi nara sumber dan ingin bertemu. Langsung saja, dari pada Ibu yang cantik ini mendapat informasi yang setengah-setengah, lebih baik saya pertemukan langsung dengan David sebagai pengolah emas. David tentu lebih mengerti tentang hal ini.

Itulah hal pertama yang mengembirakan bagi saya. Ada seseorang yang tertarik dengan tulisan saya di blog dan ingin membuat penelitian. Meski penelitiannya belum selesai, Ibu Ellis tetap melanjutkan hubungan baik dengan saya dan David. Semoga cepat kelar bu...

Ternyata Ibu Ellis bukan orang terakhir yang tertarik dengan tulisan saya. Ada Sutami dari Radio Kantor Berita KBR68H yang merupakan Radio Berita yang beritanya di siarkan di seluruh Indonesia lewat radio-radio lokal. Di Jakarta sendiri, KBR68H di siarkan melalui Green Radio.

Sama seperti Ibu Ellis, Sutami juga tertarik untuk membuat laporan tentang e-waste. Hasil laporan berita tentang e-waste bisa dilihat di situsnya berjudul Ada Emas pada Limbah Elektronik.

Selanjutnya, tanpa melewati saya, David sempat di wawancara oleh TPI untuk laporan tentang e-waste ini...