17 March 2010

Tentang Judi: Semua Sudah di Atur (Kisah Nyata)


Pada tulisan ini saya ingin berbagi kisah nyata tentang seorang yang pernah bekerja pada sebuah bandar judi di kepulauan Bangka. Judi yang dimaksud adalah berupa kupon yang dipasang dengan angka. Beberapa tahun lalu, judi ini booming di Indonesia. Saat ini, meskipun judi semacam ini sudah banyak dihabisi, bukan berarti tidak ada.

Nomor Memang Sudah di Atur!

Sebenarnya, hal ini bukanlah sebuah rahasia besar. Banyak orang sudah tahu, atau setidaknya mengira-ngira bahwa nomor yang keluar dari sebuah judi semacam togel sudah diatur sedemikian rupa. Tapi kenyataannya, banyak pula yang seakan buta pada hal ini. Banyak mereka yang tergila-gila oleh judi coba mengecak angka-angka yang akan keluar. Bahkan ada pula yang rela melakukan ritual-ritual untuk mendapatkan angka!

Inilah fenomena yang terjadi pada masyarakat kita. Mimpi tentang sebuah kehidupan yang layak tanpa banyak bekerja giat adalah hal umum yang banyak dijumpai. Karena itu, rasanya sebagai orang yang pernah bekerja pada bandar judi semacam itu saya merasa perlu untuk memperingatkan bahwa bersusah payah untuk mendapatkan angka adalah hal yang sia-sia! Betapapun, bandar lebih pintar untuk dapat menghasilkan uang sehingga bandar sendiri tidak mungkin "berjudi" dengan resiko kebangkrutan.

Dengan komputer sederhana dan operator gesit yang jumlahnya bisa puluhan, nomor yang masuk dari para pengecer dimasukkan dalam komputer untuk dijadikan database. Karena itulah, maka bandar menerapkan aturan batas akhir pemasangan. Biasanya batas akhir pemasangan nomor adalah 2 sampai 3 jam sebelum nomor keluar. Pada jam-jam itulah, pengecer harus sudah merekap nomor dan disampaikan ke bandar, baik diantar ataupun melalui fax. Lalu dengan gesit, operator-operator terlatih itu memasukan semua nomor ke komputer. Dengan jutaan angka, dan sekitar 5 karung kupon, adalah hal kecil bagi operator terlatih untuk menyelesaikan database nya dalam waktu sekitar 2 jam! Setelah data base komplit, amatlah mudah untuk memilih nomor berapa yang harus dikeluarkan.

Memilih angka yang akan keluar adalah perkara mudah. Tinggal bergantung pada bos besar berapa jumlah hadiah yang akan dikeluarkan. Apakah 50%, 40% atau 30% dari pendapatan. Dengan patokan itu, maka operator yang dipercaya untuk mencari angka akan melakukan try dan erorr. Dengan software pendukung, setiap angka yang di cak akan menunjukkan dengan komplit berapa total pendapatan, berapa total hadiah, dan berapa total pendapatan bersih. Bahkan, software tersebut merinci lebih detail berapa total hadiah 2, 3, 4 angka, berapa hadiah untuk colok tengah, ekor dan kepala. Juga software tersebut merinci berapa hadiah untuk pilih shio. Sangat gampang!

Sebagai bayangan, dengan menjual 2 kupon judi saja seorang bandar judi di daerah Bangka yang tidak terlalu besar bisa menghasilkan pendapatan kotor sekitar 25 hingga 40 juta sehari! Jadi, dengan prosentase keuntungan yang diinginkan bandar, anda bisa menghitung berapa pendapatan bandar dalam sehari.

Judi adalah Bisnis

Ya, judi adalah bisnis. Oleh karena itu, prinsip-prinsip bisnis di jalankan disini. Karena itu, banyaklah orang tertipu oleh strategi bisnis para bandar. Sebagai contoh, isu bahwa bandar telah kebobolan adalah strategi bisnis yang dijalankan oleh para bandar. Pada kasus ini, bandar biasanya melihat bahwa pada suatu daerah A misalnya telah beberapa minggu sepi dari pemasang judi. Dengan memberikan hadiah yang besar pada daerah A itu, maka pemasangan judi akan kembali bergairah. Karena itu, isu bahwa bandar telah bobol adalah strategi dari sang bandar sendiri.

Capeknya Bekerja Pada Sebuah Bandar

Bekerja pada sebuah bandar judi sangatlah tidak nyaman. Gaji besar tetap tidak sesuai dengan kerja yang dikeluarkan. Tidak ada waktu santai. Inilah urutan kerja seorang yang bekerja pada sebuah bandar.

Pada jam 8 pagi, seorang pekerja harus sudah siap untuk mensortir kupon-kupon untuk dikembalikan pada seorang pengecer. Kupon-kupon dari seorang pengecer disatukan dengan disertakan catatan jumlah hadiah yang di dapat untuk di masukkan ke dalam amplop beserta jumlah uang yang harus dibayarkan. Dengan jutaan kupon, pekerjaan ini memakan waktu antara 3 jam hingga 4 jam.

Kelar sekitar jam 12 atau jam 1 siang, para pekerja bisa istirahat sejenak. Kemudian para pekerja harus siap kembali pada pukul 3 sore di depan komputer untuk memasukkan data kupon pertama ke data base (bandar memainkan 2 kupon judi dengan nama berbeda). Pekerjaan ini hingga sampai memperoleh angka bisa memakan waktu 2 jam. Jam 5 atau 5.30 sore pekerja beristirahat kembali.

Jam 7 malam, pekerja harus siap kembali di depan komputer untuk merekap kupon kedua. Pekerjaan ini berakhir pada jam 10 malam, yaitu pada saat kupon di keluarkan. Bisa dibayangkan, saat selesai pekerjaan para pekerja benar-benar teler. Tidak ada waktu istirahat yang cukup untuk tidur di sela-sela istirahat dan tidak ada waktu untuk bisa keluar dan sekedar bermain keluar untuk keliling kota. Kalau di istilahkan para pekerja, mendingan kerja tanpa henti, tapi kelar jam 7 malam hingga masih bisa keluar (keliling kota) ataupun beristirahat penuh bagi yang capek.

Mungkinkah Bandar Rugi?

Bandar rugi adalah kejadian yang bisa dibilang tidak mungkin bila semua berjalan sebagaimana biasanya. Tapi banyak terdapat faktor X yang kadang kala juga merugikan bandar. Misalnya kesalahan memasukkan database. Kesalahan ini biasanya terjadi karena kelelahan dari sang pekerja atau karena ke tidak jelasan angka yang biasanya terjadi pada hasil rekap yang di fax oleh pengecer. Bila kesalahan itu kecil, misalnya rekap 1 kupon yang memasang 2 angka akan tidak terlalu pengaruh. Tetapi bila terjadi pada misalnya pasang Shio senilai 500 ribu? Bos tentu akan marah besar pada para pekerjanya!

Demikian sekelumit kisah nyata tentang seorang yang pernah bekerja pada sebuah Bandar judi. Mudah-mudahan dengan tulisan ini orang tidak lagi terkecoh dengan judi yang nyatanya hanya membuat rugi dan menguntungkan sang bandar, apalagi terjerembab untuk berbuat syirik dengan meminta-minta pada mahkluk halus dan dukun!

Share this

12 Comments to "Tentang Judi: Semua Sudah di Atur (Kisah Nyata)"

Post a Comment