13 March 2010

Negara Koboi dan Nyamuk vs Buaya


Negara KOBOI!!!

Indonesia sudah menjadi Negara Koboi! Adegan-demi adegan- layaknya koboi-koboi Amerika dipertontonkan ke halayak umum. Balik ke jaman tak beradap ala koboy, pembunuhan manusia atas manusia di halal kan entah demi apa! Dan peradilan yang seyogyanya jadi tempat pelampiasan tindak pidana, tidak lagi dipandang sebelah mata... khusus untuk orang-orang berjenggot dan bercelana diatas mata kaki!

Koboi-koboi tentu di atas angin tatkala menceritakan KEHEBATANNYA memberondong musuh-musuhnya dengan serentetan mesiu panas. Tak lagi dengan menghitung langkah maju, dan kecepatan memainkan senjata ... layaknya koboi-koboi yang masih cukup sportif, koboi yang ini tak memberi kesempatan lawannya untuk menghitung... tuk .. wak .. ga! Langsung terjang, timah panaspun bersarang di muka, kening dan tubuh korban!

Tanpa belas kasihan terhadap lawan, koboi-koboi menembak dari jarak dekat. Bahkan disaat lawan lengah, bahkan disaat lawan sudah MENYERAH! Koboi-koboi tentu tak perlu takut urusan HAM. Sebab sang SHERIF telah memberi restu, hingga perlu mengumumkan kemenangan di depan para petinggi-petinggi SHERIF dari segala penjuru negeri. Koboi-koboi tentu tak perlu takut di Demo, sebab demo-demo hanya bergerak ketika kepentingan petinggi-petinggi bisnis dan petinggi-petinggi politik merasa terancam!

Lalu berlomba-lomba pemberitaan dari media masa lokal dan interlokal mengagung-agungkan kemenangan sang Koboi! Sambil meneriakan slogan anti terorisme. Media telah menjadi alat untuk membungkamkan para pembela-pembela HAM dan orang-orang yang kritis dengan INTIMIDASI ala MEDIA. Hingga siapa yang berani bicara, dialah pembela teroris. Dengan kata lain; YANG MEMBELA ADALAH TERORIS.

Media lupa meneriakkan Keadilan ala Cicak Vs Buaya, Media juga lupa meneriakan HAM ala Aktivis-aktivis yang di culik dan sedihnya, media juga lupa hak jawab yang juga menjadi milik mereka; selain hak jawab sang Koboi!

Orangpun di buat buta atas fakta-fakta kebenaran di balik perilaku Koboi menghabisi nyawa manusia. Keanehan-keanehan dan keganjilan-keganjilan di nistakan demi rencana besar untuk membungkamkan mimpi (tak lebih dari sekedar mimpi) sebuah kekhalifahan Islam. Media lebih senang membela seorang gay dengan menonjolkan sifat manusiawinya ketimbang sifat iblisnya yang telah membunuh banyak jiwa. Media lebih senang membela sesosok artis yang malang melintang dengan maksiat dan membunuh demi uang dan karir untuk melihat sisi lain kebaikannya. Dan sekali lagi; menistakan seorang yang hanif dan hafidz untuk mengangkat sisi buruk yang tidak pernah ada untuk disatukan dengan menjelekkan Agama yang rahmatan lil 'alamin ini!

Nyamuk vs Buaya

Maka layaklah kalau kita sebut pertarungan ini sebagai Nyamuk vs Buaya. Sebab tidak seperti cicak, nyamuk teramat kecil dan tak ada artinya di bandingkan dengan buaya apalagi dengan buaya ribuan dengan nyamuk 10 nyawa! Dan tak ada artinya buat orang-orang untuk membela nyamuk yang dianggapnya telah menghisap darah yang tidak berarti (sedikit) itu untuk meneriakkan yel... yel... HIDUP BUAYA! HIDUP BUAYA!

Share this

0 Comment to "Negara Koboi dan Nyamuk vs Buaya"

Post a Comment