03 March 2010

Kalau Merasa Benar, Kenapa "Kebakaran Jenggot"?

Ada hal menarik dari Penyelidikan terhadap kasus Bank Century ini. Sejak awal, SBY dan Partai Demokrat "nyantai-nyantai" saja dan enjoy untuk memuluskan terbentuknya Pansus Hak Angket Bank Century. Entah karena "Stil Yakin" nggak ada yang salah dengan Bailout Bank Century atau memang yakin dengan dukungan "koalisi" yang dibentuk.

Ironisnya, menjelang tahap-tahap akhir pemandangan fraksi terhadap kasus century beberapa orang dilingkungan SBY dan PD seperti "kebakaran jenggot". Entah karena "terlibat" langsung terhadap kasus Century, atau "over akting" sehingga terlihat seperti "penjilat".


Para Penjilat yang "Kebakaran Jenggot"

Sejak mulai digelarnya sidang-sidang pansus Century hingga rapat Paripurna yang berakhir ricuh hari ini (2 Maret 2010) banyak "selebriti-selebriti" dadakan yang seperti "kebakaran jenggot". Mereka adalah orang-orang yang berusaha mati-matian "mengambil hati" Presiden SBY. Mereka adalah orang-orang yang berteriak lantang di rapat Century, sebagian lagi mengancam dengan gertakan "resuffle". Sebagian yang lain, memecah konsentrasi pansus Century dan masyarakat dengan isu L/C fiktif dan masalah pajak. Dan sebagian lain melakukan lobi-lobi dengan para petinggi untuk mendapatkan dukungan. Dan yang baru saja kita saksikan siang ini, pimpinan sidang, yang tak lain dari Partai Demokrat dengan semena-mena mengambil keputusan menghentikan sidang secara Otoriter.


SBY yang Santun, Kehilangan "Gregetnya!"


SBY adalah Presiden yang santun dalam berkata-kata. Ya, citra ini dijaga betul oleh Presiden. Dengan citra tenang dan berwibawa, ditambah kata-kata yang santun SBY mendapatkan tempat di hati rakyat. Dan SBY juga bukan orang yang 'suka' dengan statement-statement yang dikeluarkan secara kasar dan tidak santun oleh "anak buahnya" di PD. Ingat ketika Achmad Mubarok mengatakan bahwa Golkar "cuma" mendapat 2,5% suara? Presiden langsung menegur Mubarok hingga Presiden merasa perlu menggelar konferensi Pers. Hal yang berbeda ketika banyak "Selebriti-selebriti" dari PD dan Staf ahlinya yang berkata dan bertindak serampangan, SBY seolah kehilangan "gregetnya" untuk menegur "anak buahnya" tersebut.


Kalau Merasa Benar, Kenapa "Kebakaran Jenggot".


Pansus Century merupakan ujian bagi Presiden. Dengan bergulirnya pansus, sudah barang tentu rakyat ingin menunggu hasilnya. Sehari sebelumnya Presiden kembali menyatakan tidak ada yang salah dalam keputusan Bailout Bank Century. Lalu kenapa presiden dan selebriti-selebriti disekitarnya tidak "nyantai saja" menunggu dengan tentang hasil Pansus Century. Toh waktu dan hukum akan membuktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Bila memang kebijaksanaan itu benar, lalu mengapa harus "kebakaran Jenggot"?

Share this

0 Comment to "Kalau Merasa Benar, Kenapa "Kebakaran Jenggot"?"

Post a Comment