07 March 2010

Papa dan Sholat

Papa telah renta ...
Rambutnya memutih, dan jalannya membungkuk
tahun-tahun berlalu
Papaku dulu adalah orang yang gagah dan bersemangat
dan ia tularkan semangat itu
Pada anak-anaknya

Papa terbaring lemas di pembaringannya ...
Kakinya membengkak, matanya memerah
Ada asam urat, ada darah tinggi, ada jantung
Tapi papaku selalu memaksakan diri bangkit
Untuk sekedar menyapaku
atau sekedar memeluk cucu-cucunya

Dan kembali ingatan tentang papa yang dulu,
Yang menyempatkan singgah disekolahku4373#
Sekedar menambah uang saku
Atau mengajakku jalan-jalan sepulang sekolah
Tidak ada papa lain yang begitu
Dan akupun dengan bangga berteriak
"Itu papaku!"

Siapkan air dan kursi
Papa berkata pada mama
Papaku siap berwudhu dan sholat
Ya, dengan kondisi kakinya
Papa tidak bisa sholat sempurna
Ia hanya duduk dan membaca doa-doa
Aku takkan lupa;
Bertahun-tahun lalu
Papa menggiringku ke sebelah kanannya
Untuk mengikuti gerakannya
Papa, mengajarkan sesuatu yang penting
Sholat!

Dan selalu begitu,
Setiap alpaku
Setiap pusingku
Setiap bangun dan sebelum terlelap
Papa selalu mengingatkan hal yang satu
Sholat!

Papa terbaring lemah
dan sesekali meringis
Miris rasanya
dan papa tetaplah seorang yang tabah
Dalam zikir
dalam sholat

Sedangkan aku;
Tak segagah papaku
dan setabah papaku
karena setiap ingat papa
lalu air matakupun menetes
Disejadah yang papa beri

Untuk papa yang terbaring lemah...dari doa dan rindu anakmu: dari peringatan yang engkau dengungkan setiap waktu... "SHOLAT".

Share this

0 Comment to "Papa dan Sholat"

Post a Comment