ADS 468x60

davidusman.blogspot.com

Pages

Slidershow

23 August 2014

Bisnis Tanpa Modal

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari Bisnis Modal Kecil yang telah saya posting sebelumnya. Seperti janji saya untuk memberikan beberapa contoh Bisnis Modal Kecil, maka saya akan tulis dalam beberapa seri. Berikut contoh bisnis tanpa modal yang bisa dijalankan bagi anda yang berniat untuk memulai bisnis.

Benarkah kita bisa berbisnis tanpa modal? Saya yakin sekali bisa. Tapi seberapa besar kemampuan anda untuk berjuang, akan menentukan hasilnya. Semakin besar perjuangan anda, semakin besar pula hasil yang bisa anda dapatkan.

Bahkan, menurut saya beberapa bisnis merupakan 'turunan' dari Bisnis Tanpa Modal. Artinya, misalkan sebuah bisnis anda jalankan tanpa modal bisa menghasilkan sejumlah "a" rupiah, maka dengan modal bisa menghasilkan beberapa kali lipat tergantung modal yang anda keluarkan. Dengan pernyataan ini, saya ingin mengatakan bohong jika anda dapat bertahan bertahun-tahun di bisnis anda jika anda bertahan tanpa modal. Cobalah mendapatkan modal baik dengan menghemat pengeluaran anda, dan sedikit-sedikit menambah modal, atau dengan cara mencari investor dan pinjaman bank.

Kita cukupkan basa-basi kita. Baik, kita mulai dengan pertanyaan, "Bisnis apa yang bisa dijalankan tanpa modal?" Maka saya akan jawab, setidaknya ada 3 bisnis atau yang mungkin anda lakukan jika anda tidak memiliki modal.

1. Bisnis Makelar

Terkesan serem ya? Padahal tidak. Makelar adalah kata lain dari Marketing atau penjualan. Saya menggunakan istilah Makelar karena pengertian kita Makelar adalah "mencari pembeli dari suatu barang atau jasa untuk mendapatkan 'fee' dari Penjual (dan Pembeli) atas transaksi tersebut"... Benar!

Dan kesan seramnya adalah, Makelar adalah "Perecok" dalam hubungan penjual dan pembeli. Menurut saya ini yang salah besar. Penjual yang ingin barangnya cepat terjual tentu butuh "pertolongan" dari orang lain. Sebaliknya, pembeli yang susah mencari barang sudah barang tentu membutuhkan "pertolongan" dari orang lain.

Dan percayalah, bahkan seorang yang menjual barang, misalnya rumah atau tanah dengan memampang besar-besar tulisan "TANPA PERANTARA", sebagian besar dari mereka baru bisa terjual rumah atau tanahnya setelah ditolong oleh Makelar!

Anda bisa menjual apa saja dengan menjadi Makelar. Mulai dari barang kecil seperti Elektronik dan Komputer, sampai rumah maupun tanah. Jangan menganggap remeh orang yang menjadi Makelar. Sebab, beberapa orang ada yang berhasil karena memulai dari bisnis ini. Kedua, bisnis makelar ini berkembang besar dan di "Modernisasi" menjadi bisnis coorporate dengan kantor besar dan cabang di mana-mana. Contohnya Raywhite, New Era bahkan Berniaga.com (oxl.com) dan sejenisnya.

Memulai bisnis ini, anda pertama harus tahu produk yang anda jual. Misal barang komputer. Anda harus tahu spesifikasi dan harga pasarannya. Dengan mengetahui produk yang anda jual, anda bisa menjelaskan secara detail kepada pembeli.

Kedua, anda harus memiliki koneksi dengan orang-orang yang berhubungan dengan bisnis ini. Misal dalam hal menjual produk komputer, anda harus memiliki hubungan dengan penjual/pedagang, teknisi, dan pengguna/pembeli produk yang bisa jadi perorangan maupun kantor/instansi.

Ketiga, anda harus memiliki image seperti yang mereka bayangkan! Artinya, misal anda adalah makelar tanah maka orang harus melihat muka anda seperti... tanah! Jadi jika nama anda Panjul, orang harusnya mengenal anda sebagai "Panjul Tanah" atau "Panjul Komputer". Dan image ini bukan hal yang mudah anda dapatkan. Anda harus banyak melakukan penjualan, dengan reputasi yang baik.

2. Menjual Keahlian

Anda memiliki keahlian? Maka anda bisa berbisnis tanpa modal! Keahlian tertentu dibutuhkan oleh orang-orang tertentu. Misal anda memiliki keahlian dalam elektronika, maka anda bisa memulai dengan menjadi teknisi dirumah atau menerima panggilan kerumah-rumah maupun ke kantor-kantor.

Jika anda tidak memiliki keahlian tetapi ingin mencoba bisnis ini, maka anda bisa mulai belajar dari buku dan internet. Anda juga bisa memiliki keahlian dengan bergaul bersama orang-orang yang memiliki keahlian tersebut. Sedikit demi sedikit, anda bisa minta diajari atau jika anda yang memiliki otak "tokcer" tentu anda bahkan bisa mempelajari hanya dengan melihat. Atau anda juga bisa sedikit "mengorbankan" diri anda menjadi karyawan di toko-toko yang anda butuhkan keahliannya, jika anda sudah merasa bisa, anda bisa keluar dan membuka usaha sendiri.

Contoh usaha ini misalnya; Teknisi Komputer, Teknisi elektronik, AC, HandPhone, Usaha sablon dan percetakan, Bengkel Motor. Semua usaha tersebut anda bisa lakukan dirumah jika anda tidak memiliki modal.

3. Menjual Jasa

Sengaja saya memisahkan antara menjual keahlian dengan menjual jasa. Karena menurut saya, menjual jasa bisa dilakukan tanpa anda harus memiliki keahlian.

Mungkin sedikit terlihat "hina", padahal tidak! Tidak ada yang hina dari mencari uang untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, orang tua, apalagi anak dan istri. Yang hina itu, tidak melakukan apa-apa karena "gengsi" memiliki ijasah "S1" dan membiarkan diri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya terlantar!

Contoh bisnis ini adalah jasa pengurusan SIM, KTP, Paspor, Pembayaran Rekening PLN dan Telpon, Angkut Barang, Ojek, Kurir, dan lain sebagainnya. Prinsipnya, disaat orang lain butuh pertolongan, disitu ada BISNIS!

Itulah 3 jenis usaha yang bisa anda lakukan tanpa modal. Setidaknya, itu yang ada difikiran saya. Saya tidak mau "muluk-muluk" membuat tulisan Bisnis Tanpa Modal tapi setelah mencari "Keyword" itu di Google, anda harus kecewa karena ternyata dalam tulisan itu tidak benar-benar memuat usaha/bisnis yang tanpa modal.

Dan anda tidak harus berhenti disana! Anda harus keluar dari "jebakan" bisnis ini, hanya karena anda merasa cukup. Bergerak cepat untuk mendapatkan modal dari cara menyimpan atau mencari investor untuk mengembangkan usaha anda. Baik usaha yang sudah anda jalani, atau usaha lain yang anda anggap baik prospeknya.

Anda tidak perlu membayangkan bahwa bisnis itu menjadi orang sukses dengan memakai setelan komplit jas dan dasi serta koper di tangan. Karena anda tidak memiliki modal (maaf), tetapi anda harus mempunyai impian itu...! 

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam...



David Usman 


17 August 2014

Bisnis Modal Kecil

Bisakah kita bisnis modal kecil? Jawabannya Bisa! Bahkan bila orang bertanya, mungkinkah bisnis tanpa modal? Maka jawabannya mungkin. Tapi tentu saja dengan 'kadar' perjuangan yang berbeda dengan bisnis yang memiliki modal besar.

Beberapa tulisan di internet, untuk pencarian keyword "Bisnis Modal Kecil" ternyata banyak yang sekedar beretorika. Karena beberapa tulisan tidak benar-benar memberi petunjuk kepada langkah nyata untuk memungkinkan orang yang mencari petunjuk tentang hal itu bisa dilaksanakan.

Mungkin, hal yang mereka tuliskan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata sang Penulis atau admin. Jika demikian, tentu sulit untuk memberi gambaran dan langkah nyata dalam upaya memberi petunjuk bagi orang yang benar-benar ingin memulai usaha dengan modal kecil.

Saya, termasuk yang beruntung memiliki pengalaman bagaimana usaha itu dimulai dengan modal minim. Tahun 1998 yang merupakan kondisi berat yang dialami bangsa ini karena krisis ekonomi, saya memulai usaha saya dengan uang jajan bulanan yang saat itu masih saya terima dari orang tua. Bagi saya saat itu, lulus Sarjana Arsitektur sudah cukup membebani orang tua saya. Saya tidak akan membiarkan mereka terus menerus memberi uang saku!

Alhamdulillah, setelah usaha yang saya jalani, 3 bulan kemudian saya meminta orang tua saya untuk menghentikan uang saku untuk saya. Bahkan dalam perjalanannya, saya bisa membagi sedikit rejeki saya kepada orang tua. Tentu ada sebagian anda yang memimpikan hal demikian bukan?

Baik kita mulai pembahasan kita. Sebagai pemula, dengan modal yang minim, ada syarat tertentu yang harus anda penuhi jika ingin berhasil sebagai pe-bisnis modal kecil. Syarat ini tentu lebih berat dibanding pebisnis yang memulai usahanya dengan modal besar. Jika anda siap, maka siapkan diri anda memenuhi syarat berikut:

1. Yakin. Bisnis dengan modal kecil, anda harus yakin dengan apa yang anda lakukan. Yakin? Yup, tidak ada kepastian memang yang akan membuat yakin bisnis anda akan berhasil. Tetapi keyakinan anda akan memulai, berjuang dan pantang menyerah tatkala anda membaca "Bismillah, saya mulai bisnis ini" adalah langkah penentu bagi langkah anda selanjutnya. Seperti juga halnya keyakinan bahwa Allah memberi rezeki kepada setiap makhluknya, dan langkah anda, adalah ikhtiar menyambut rizki anda.

2. Kerja keras. Setiap pekerjaan dan bisnis atau apapun dalam rangka kita berikhtiar memang diperlukan kerja keras. Tetapi bagi Bisnis dengan modal kecil, anda harus mengejar ketinggalan dalam hal modal dengan pebisnis lain dengan kerja keras yang lebih 'keras' dari mereka. Tidak ada kata istirahat, apalagi bermalas-malasan. Setiap waktu tenaga anda harus keluar, dan otak anda harus berfikir. Jika anda kehilangan semangat itu, anda membiarkan bisnis anda mati dengan sendirinya. 

3. Belajar dan mengembangkan diri. Belajar adalah hal umum dalam bisnis. Terlebih dalam bisnis dengan modal minim, maka anda harus meng-'upgrade' pengetahuan anda tentang bisnis yang akan anda jalani. Mulai dari awal, anda menentukan bisnis apa, hingga perjalanan bisnis anda dan tanpa akhir, selama bisnis anda berjalan. Maka orang yang malas untuk belajar dan mengembangkan diri akan 'gugur' juga dalam bisnis.

4. Hemat. Kunci untuk membuat usaha anda bertahan adalah sebisa mungkin menghemat pengeluaran. Ini adalah syarat untuk menjadikan usaha anda besar! Karena anda harus sadar, bahwa dengan minimnya modal, kita tidak bisa mengharapkan apa-apa atau dari siapapun untuk mendapatkan modal kecuali dari diri kita sendiri. Tidak ada teman, tidak ada pinjaman bank! Itu harus anda sadari, bahwa kita 'hampir' tidak bisa bergantung pada siapapun! Usaha anda kecil, siapa yang bisa percaya?

5. Pantang menyerah. Ini syarat yang ketiga. Setiap pebisnis yang berpengalaman bertahun-tahun pasti menyadari, tidak ada bisnis yang bisa berjalan mulus, bagaimanapun kerasnya kita berusaha. Dalam bisnis, adalah hal biasa mendapati kerugian yang mungkin akan membuat kita terpuruk. Meski akan ada juga keuntungan besar yang akan kita dapati. Jangan 'berjikrak' ketika mendapati untung besar, dan jangan 'lemas' ketika mendapati kerugian. Biasa-biasa saja, semua pebisnis baik besar maupun kecil pernah merasakannya.

6. Inovatif. Nah, jika anda memiliki 5 syarat diatas, anda telah cukup untuk memulai bisnis modal kecil. Inovatif, adalah syarat tambahan yang membuat anda sukses. Jika anda bisa mempelajari bisnis anda, kemudian anda menemukan cara bagaimana bisnis anda bisa menjadi besar maka anda akan melangkah di depan orang-orang yang berbisnis dengan cara 'konvensional'. Inovatif ini tergantung dari 'feeling' bisnis anda yang anda bisa asah selama menjalankan bisnis. Inovasi anda bukan tanpa resiko, bahkan mungkin akan membuat anda terpuruk. Tetapi dengannya anda akan belajar lebih baik lagi, dan lebih berani berinovasi. Inovasi anda akan memberi loncatan pada bisnis anda, yang bukan tidak mungkin akan mengejar ketertinggalan dengan bisnis yang memiliki modal besar.

Demikian tulisan "BISNIS MODAL KECIL" bagian Pertama ini. Berikutnya, saya akan menulis tentang beberapa contoh Bisnis Modal Kecil bagian Kedua (lihat: Bisnis Tanpa Modal). Dan bagian selanjutnya, Insya Allah saya akan menceritakan pengalaman bisnis saya sebagai contoh yang mungkin bisa anda ambil hikmahnya.


Terima Kasih,


David Usman

17 June 2014

Penyebab Runtuhnya Bangunan dalam Tahap Pengerjaan

Akhir-akhir ini setidaknya ada dua bangunan yang runtuh atau ambruk pada saat pengerjaan. Gedung pertama yaitu sebuah stadion di Koja, Jakarta. Dan yang kedua sebuah ruko di Menado.

Tentu menjadi sebuah pertanyaan bagi kita? Bagaimana sebuah bangunan yang direncanakan dengan baik, bisa hancur pada saat pembangunan dilaksanakan.

Ada beberapa pihak yang terkait dalam pembangunan sebuah gedung. Pertama; Owner atau pemilik bangunan. Pemilik bangunan ini adalah pemilik modal atau pengguna bangunan. Kedua; Arsitek atau perencana bangunan. Arsitek merancang bangunan sesuai keinginan pemilik modal.

Ketiga; Perencana Struktur. Perencana struktur membuat dan mendisain struktur bangunan sesuai dengan desain bangunan, kondisi lahan dan teknologi yang ada.

Keempat adalah pengawas dan pelaksana; pengawas dan pelaksana ini bertugas memastikan bangunan yang dikerjakan sesuai gambar dan jadwal, sesuai spesifikasi, dan mengambil keputusan lain di proyek.

Dan terakhir, tentu para pekerja proyek yang terdiri dari mandor, kepala tukang, tukang dan kenek.

Pada bangunan seperti stadion dan ruko ini, jelas  bahwa kelas bangunan yang dikerjakan termasuk katagori sederhana sampai dengan sedang dalam skala proyek. Kerumitan pekerjaan dan struktur juga termasuk sederhana. Oleh karena itu, tanpa bermaksud membela siapapun, maka menurut saya sebagai seorang Arsitek yang melaksanakan pembangunan gedung setipe atau sekelas bangunan tersebut, kita bisa mengabaikan faktor perencanaan. Baik perencana desain atau Arsitek, maupun Insinyur Sipil.

Pengalaman saya dalam hal ini, Teknik pengerjaan di lapangan perlu diperhatikan dengan tepat. Pengawas dan pelaksana harus benar-benar mengerti gambar dan kondisi lapangan. Dan para Insinyur, setidaknya mereka perlu mengadakan pengawasan juga ke lapangan guna mengindari kesalahan pelaksanaan.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yang bisa membuat bangunan yang dalam tahap pengerjaan runtuh atau ambruk:

1. Target waktu

Target waktu adalah hal yang paling sering membuat pekerja, pengawas dan pelaksana banyak melakukan kecerobohan. Hendaknya meski setiap proyek pasti memiliki progres, target waktu harus dibuat sesuai standar dan masuk akal.

Owner, atau pemberi tugas harusnya tidak tergesa-gesa dan mendesak pengerjaan kelar secepat mungkin. Dan para pembuat progres juga harus mempertimbangkan benar-benar sesuai desain, bahan, kondisi lapangan, dll.

2. Kekuatan Stut dan bekisting

Stut, atau penyangga dan bekisting adalah faktor utama untuk membentuk struktur bangunan. Sebagai penyangga terutama saat pembetonan, fungsi tiang-tiang dan rangka ini berpengaruh besar pada keamanan pengerjaan. Jika kurang kuat, baik karena jumlah maupun kualitas bahan maka nukan tidak mungkin kecelakaan terjadi pada saat pengerjaan cor beton.

3. Faktor kebekuan beton

Beton kita ketahui akan membeku atau mengering sempurna di umur 3 minggu sejak penuangan. Pada proyek-proyek kejar tayang, bisa saja lebih cepat dari itu dengan menggunakan obat tertentu.

Nah, disinilah masalahnya, terkadang, karena mengejar waktu dan menghemat biaya, beton yang belum kering sempurna dibuka bekistingnya pada saat belum waktunya. Ditambah lagi pembebanan pada bagian atasnya, jika masih ada lantai berikutnya.

4. Pengetahuan tentang struktur

Pengetahuan tentang struktur, perlu dipahami bukan hanya oleh insinyur, pengawas dan pelaksana. Tapi juga harus dipahami oleh mandor dan tukang di lapangan.

Jika tidak, maka kejadian yang berakibat ambruknya bangunan mungkin saja terjadi. Pengetahuan seperti pembesian, extra besi untuk tumpuan dan lapangan, penyambungan, kualitas beton sampai pada kekentalan cairan beton perlu diketahui. Dengan demikian, maka tukang dapat bekerja maksimal untuk mengurangi kerusakan pada bangunan

Demikian analisa sederhana saya, mudah-mudahan berguna.

Di Beli Limbah Komputer dan Elektronik

Anda Punya Barang Komputer dan Elektronik yang Rusak/Jadul/Terbakar/Terendam Banjir yang tidak terpakai? Tenang saja, disini barang tersebut masih kami hargai. Kilik link di Gambar untuk keterangan lebih lanjut...

Catatan David Usman Headline Animator

Followers