18 December 2014

Pegang tanganku erat mama



Pegang tanganku erat mama









 





Aku ada dan slalu berusaha ada
Disaat-saat kau butuhkan

Aku menikmati saat pelukanmu
Dan genggaman tanganmu
Menemaniku tumbuh

Dan tangan yang lunglai ini
Biarlah jadi saksi
Betapa aku mengasihimu

Pegang tanganku erat mama

Selamanya,
Sampai Sang Pemilik semesta ini
Mengambil alih
Menggenggam tanganmu

La hawla wala quwwata illa billah...


(Tulisan ini dibuat tanggal 13 Desember 2014 di RS Harum, pada tanggal 15 Desember 2014 sekitar jam 7.30 Ibunda (mertua) meninggal dunia).

01 December 2014

Beberapa Konsep Perumahan yang (Mungkin) Belum Terpikirkan

Saat ini, berkembang beberapa konsep Hunian. Mulai dari konsep Kota Wisata, dengan beragam Arsitektur dunia disetiap Cluster atau Blok. Sampai konsep Hunian Kota Mandiri, dengan kelengkapan fasilitas kota yang komplit. Rata-rata, konsep Hunian/Perumahan itu dilaksanakan dalam skala besar dan untuk kalangan atas atau elit.

Lalu bagaimana dengan konsep hunian atau perumahan kecil? Mereka sepertinya lebih kepada pemenuhan mencari keuntungan. Hingga, untuk perumahan kecil yang memiliki luas lahan kecil atau berupa Cluster-cluster lebih terkesan "asal jadi". Bahkan beberapa pengembang, tidak memiliki perencanaan apa-apa. Dan sebagian lainnya hanya mencontek konsep dan bentuk rumah dari beberapa perumahan yang sudah ada.

Padahal, akan terasa lebih apik jika pengelolaan perumahan -meski dalam skala kecil/menengah- dilaksanakan dengan memikirkan konsep hunian yang baik untuk penghuninya. Beberapa pemikiran, akan memberi pilihan yang memuaskan selera pembeli atau penghuni.

Berikut ini adalah beberapa Konsep Perumahan yang terpikirkan oleh saya dan mungkin juga bagi anda, tetapi belum banyak terealisir. Contoh berikut sekedar Ide, yang selebihnya bisa dikembangkan sendiri oleh masing-masing pengembang sesuai kondisi dan lingkungan sekitar perumahan yang akan dibangun.

1. Rumah Tumbuh

Konsep Rumah Tumbuh sering kita dengar dari sebuah pembangunan rumah. Tapi saya sendiri belum pernah dengar konsep ini diterapkan oleh sebuah perumahan. Konsep rumah tumbuh ini, akan membuat pembeli rumah tipe kecil, memiliki kesempatan menambah rumahnya baik vertikal (ke atas/Tingkat) atau Horizontal (Kesamping/belakang/depan) tanpa harus melakukan perombakan berarti terhadap rumah yang dibelinya.

Kita tahu, bahwa banyak -dan hampir semua- perumahan tipe kecil akan mengalami renovasi setelah beberapa tahun ditempati penghuninya. Rasanya, kita perlu mempertimbangkan sebuah konsep rumah tumbuh hingga penghuni dapat berkreasi menambah kamar atau ruangan lainnya dengan tidak banyak mengeluarkan biaya.

Rumah Tumbuh Vertikal

Syarat-syarat untuk bisa tumbuh vertikal/ke atas adalah dengan membuat tiang-tiang bangunan yang berpola dan dengan besaran yang lebih dari pada sekedar kolom praktis.

Pola-pola/Grid kolom akan mempermudah penghuni dalam membuat pola ruang diatasnya. Sementara, kolom yang cukup besar memungkinkan penghuni tidak perlu membuat kolom tambahan (Kolom suntik).

Rumah Tumbuh Horizontal

Untuk rumah horizontal, konsep bisa diatur dengan perletakan ruang yang apik. Misalnya; biasanya sebuah rumah kecil memiliki ruang tamu kecil, ruang makan dan dapur disatukan atau malah tidak ada. Maka perlu sebuah konsep, ketika menambah besar ruang tamu maka ruang tamu yang ada bisa difungsikan sebagai ruang makan dan dapur. Atau misal sebuah ruang tidur akan ditambah, sehingga ruang tidur utama bisa diberikan kamar mandi sendiri, maka pengaturan dan perletakan Kamar Mandi harus diatur agar memungkinkan dapat disatukan tanpa merubah Kamar Mandi itu sendiri.

Organisasi ruang perlu dipikirkan dalam hal ini, sehingga kita bisa menambah ruang seperti Kamar Tidur, menambah Dapur, memperbesar Ruang Tamu dengan leluasa tanpa banyak melakukan renovasi.


2. Dua Rumah Satu Tampak

Jujur, konsep ini pernah saya dengar dari senior saya. Beliau menjelaskan tentang konsep bagaimana sebuah rumah dengan tipe kecil, bila seseorang yang misalnya suatu saat memiliki keinginan untuk membeli rumah di sebelahnya, maka kedua rumah itu akan tampak seperti satu Rumah!

Ini salah satu konsep unik yang perlu dipikirkan juga oleh pengembang. Kejadian seperti ini, yaitu orang yang membeli dua rumah dalam perumahan kecil dengan fasilitas KPR banyak terjadi. Maka, ketika pengembang membuat sebuah konsep perumahan dengan Tampak yang bisa menyatu ketika seorang membeli dua rumah, akan memudahkan penghuni untuk tidak banyak melakukan perubahan pada rumah yang telah ia beli.

Kesatuan ini juga perlu dipikirkan tidak hanya berhubungan dengan Tampak/Fasade, tapi juga kesatuan ruang yang memungkinkan penggabungan akan memberi fungsi pada masing-masing ruang. Misalnya, ketika digabungkan, dengan sedikit perombakan akan menjadikan fungsi Ruang Tamu yang satu menjadi Ruang Tamu dan yang satu lagi menjadi Ruang Keluarga, misalnya.


3. Rumah Islami

Ini yang sangat menjadi konsen saya. Saya seringkali memikirkan sebuah konsep Rumah Islami. Dimana dalam konsep itu tidak hanya memikirkan konsep "Islami" yang umum, yang sering menjadi tulisan, tetapi tidak benar-benar mencapai sasaran. Tetapi konsep Islami yang benar-benar "Islami".

Maksud saya, banyak tulisan mengenai "Rumah Islami" tapi hanya memikirkan bahwa sebuah rumah harus bersih, indah, nyaman bagi penghuni, dll. Padahal, konsep seperti ini adalah konsep umum yang harus ada pada rumah.

Konsep Islami yang saya maksud, bahwa penataan ruang dan bangunan benar-benar mempengaruhi penghuni untuk membangun kehidupan Islami yang sesuai Al-Quran dan Sunah Rasul. Beberapa hal yang mungkin saya bisa tuliskan disini:

- Rumah Islami harus mampu membatasi/menjaga penghuninya dari aurat yang terbuka. Maka konsep "hijab" dalam rumah Islami harus benar-benar membatasi antara ruang publik, semi publik dan privat.

- Ruang makan yang memungkinkan penghuninya menjalankan sunah Rasul. Mampu "memaksa" penghuni untuk tidak makan berdiri, menyuap dengan tangan kanan, dan sebagainya.

- Ruang Tidur harus membuat penghuninya tidur secara sunah. Lampu yang mati ketika hendak tidur, badan miring ke arah Kiblat dan sebelah kanan, dll.

- Kamar Mandi yang tidak menghadap Kiblat dan Ruang Shalat yang jadi "central" sebuah Rumah Islami, sehingga memungkinkan semua penghuni selalu betah dan ingat waktu-waktu sholat.

Itulah beberapa konsep perumahan yang ada dalam "Impian" saya. Dan konsep-konsep lain masih mungkin bisa terpikirkan seandainya saja kita serius memikirkan kebutuhan penghuni dalam membuat sebuah perumahan.

Semoga bermanfaat


sumber: Rumah Idaman

08 November 2014

Trend Rumah Tahun 2015

Setelah sebelumnya menulis tentang Trend Ruko Tahun 2015, kini saya mencoba 'peruntungan' dengan membuat tulisan Trend Rumah Tahun 2015. Trend ini saya analisa berdasarkan kecenderungan-kecenderungan yang ada. 

Saya tidak akan menghubungkan tulisan Trend Rumah Tahun 2015 ini dengan Babi, Kuda, Kelinci ataupun binatang imoet lainnya. Karena saya bukan akan bicara tentang binatang, lagipula saya bukan ahli di dalam dunia per'binatangan'.

Ada beberapa hal yang saya lihat berdasarkan 'penerawangan' saya.

1. Minimalis Murni 

Selama ini, kita bicara tentang minimalis, tetapi kita terlalu "ribet" dalam membuat fasade rumah. Tempel sana, tempel sini, aksesoris disana-sini dan semacamnya. Minimalis murni memungkinkan sebuah fasade yang sangat simpel. Sisi keindahan dipancarkan dari 'kesimpelannya'. Ini yang disebut minimalis murni. 



(Gambar ini saya ambil dari Group SketchUnesia di Facebook. Linknya pun asli, dan gambar tanpa saya edit dan saya crop. Bila ada keberatan, saya akan hapus. Trims)

2. Mudah dalam perawatan (Zero Maintenance)

Batu alam, adalah salah satu elemen yang akan banyak berkurang dalam alternatif pembangunan rumah di tahun 2015, jika tidak mau dibilang ditinggalkan. Sebab penggunaan batu alam membuat perawatan sebuah rumah semakin 'ribet'. Selain berlumut/berjamur, batu alam semakin hari akan semakin terlihat kusam.

Begitu pula dengan tali air yang merupakan salah satu ornamen 'andalan' bagi seorang Arsitek ditengah ke‐monotonan ruang. Akan dibuat seminim mungkin, atau bahkan tidak dipergunakan sama sekali. 

3. Kemudahan pembangunan

Beberapa bahan bangunan akan ditinggalkan karena kesulitannya dalam pembangunan. Batu bata dan ornamen seperti Gypsum akan dihindarkan. 

Ornamen berbentuk profilan yang melengkung‐lengkung juga agak sulit untuk bertahan beberapa tahun kedepan. 

4. Sifat Bersosialisasi

Manusia adalah makhluk sosial. Maka, bersosialisasi adalah kebutuhan dasar bagi seorang manusia. Teknologi yang pernah dan sampai saat ini memanjakkan kita, seperti Laptop, PC, Handphone Android, ternyata tidak mampu mengisi kebutuhan itu. 


(Gambar ini saya ambil dari Group Kampoeng 3D di Facebook. Linknya pun asli, dan gambar tanpa saya edit dan saya crop. Bila ada keberatan, saya akan hapus. Trims)

 
Maka Trend Rumah Tahun 2015 akan semakin terbuka. Akan banyak jendela‐jendela, yang bukan saja berguna bagi penerangan alami tapi juga sebagai bentuk keterbukaan untuk bersosialisasi. Begitu juga dengan pagar yang tertutup serta dibuat tinggi, akan semakin terbuka untuk bisa melihat dan menyapa para tetangga. 

Uniknya, selain bentuk minimalis murni yang akan jadi jawara, kecenderungan tumbuhnya rumah‐rumah arsitektur tropis yang di dominasi penggunaan atap prisma atau pelana dan bahan‐bahan kayu juga akan tumbuh berkembang di tahun itu. 

Trend rumah seperti ini bisa mengadopsi bentuk bangunan tradisional Indonesia maupun bangunan tradisional Jepang. 

Untuk membaca tentang rumah dan Arsitektur, silakan membaca blog saya khusus Arsitektur di http://dsign-rumah.blogspot.com
  

Catatan David Usman Headline Animator

Di Beli Limbah Komputer dan Elektronik

Anda Punya Barang Komputer dan Elektronik yang Rusak/Jadul/Terbakar/Terendam Banjir yang tidak terpakai? Tenang saja, disini barang tersebut masih kami hargai. Kilik link di Gambar untuk keterangan lebih lanjut...

Followers