ADS 468x60

davidusman.blogspot.com

Pages

Di Beli Limbah Komputer dan Elektronik

Anda Punya Barang Komputer dan Elektronik yang Rusak/Jadul/Terbakar/Terendam Banjir yang tidak terpakai? Tenang saja, disini barang tersebut masih kami hargai. Kilik link di Gambar untuk keterangan lebih lanjut...

Slidershow

11 November 2013

Permasalahan Jakarta... ya gitu... gitu aja!

Bicara tentang Jakarta, seujug-ujug ya gitu-gitu aja! Macet, banjir, pedagang kaki lima, transportasi massa dan masyarakat yang tidak tertib. Lah, kalo gak kenal Jakarta yang dari dulu memiliki segudang permasalahan mbo ya jangan jadi pemimpin di Jakarta.

Kritik tentang permasalahan Jakarta terhadap 'kegagalan' Gubernur-gubernur sebelumnya juga bajir bak air bah yang menggenangi Jakarta beberapa tahun lalu. Dan kalo mau jujur, isu ini yang 'dijual' oleh calon Gubernur-gubernur berikutnya termasuk Jokowi. Bahkan dengan santai Jokowi menyebut permasalahan ini sebagai "permasalahan gampang..."

Kita sebagai penghuni dan sebagian lagi beraktifitas di Jakarta, yang mungkin punya mimpi terlalu tinggi dengan Jakarta yang tidak macet, tidak banjir, tidak ada pedagang kaki lima, masyarakatnya tertib. Hingga kita selalu melemparkan sumpah serapah kepada setiap Gubernur yang ternyata 'gagal' (pakai tanda petik) memuaskan ambisi kita.

Konon datanglah putra bumi pertiwi itu, yang senyum bersahaja, walikota terbaik dunia (konon), rajin blusukan, dan merakyat. Dengan senyum menawan Jokowi hadir dengan perkasa dan membuat janji-janji dengan meyakinkan bahwa dirinya  mampu membenahi Jakarta... "Masalah Jakarta itu GAMPANG..."

Dengan satu dua 'gebrakan' yang ternyata tidak pernah dijalankan, Jokowi beraksi dengan ide "GANJIL GENAP", Monorel, denda yang tinggi untuk pelanggar ruas busway (aturan yang ternyata juga melanggar aturan), memperbanyak armada busway, dll...


Satu tahun pemerintahan Jokowi memang bukan waktu yang lama untuk menilai kinerja seseorang pemimpin, tapi satu tahun dengan kondisi "stag" juga hal yang wajar untuk bertanya; "Dia sudah lakukan apa?". Tanpa perlu melihat hal itu berhasil atau tidak, seorang pemimpin perlu melangkah  maju, seorang pemimpin harus menjadi "pemberani" dalam membuat kebijakan publik.

Seperti saya tulis pada pembukaan diatas, sebenarnya tidak apa jika Gubernur Jakarta tidak 'berhasil' membenahi Jakarta karena kompleksnya permasalahan Jakarta. Tapi baru kali ini saya menemui seorang Gubernur yang menyalahkan macetnya Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan, masyarakat yang tidak tertib, tidak didukung oleh pemerintah pusat. Baru kali ini saya menemukan pemimpin Jakarta yang mengeluhkan beberapa hal yang sebenarnya sudah diketahui sejak dulu. Justru inti permasalahan kemacetan harus diselesaikan dari akarnya, dan mencari jalan untuk bisa mencabut akarnya. Kalau berharap supaya tidak ada pertumbuhan jumlah kendaraan, masyarakat tertib, didukung pemerintah pusat, itu sama saja berharap tidak ada permasalahan. Mungkin jika demikian keadaannya, anak SD juga bisa menjadi Gubernur DKI. Maaf Jok...

Hebatnya, baru kali ini 'penggemar' Gubernur mengamini 'keluhan' sang Gubernur. Saya bertanya-tanya, mungkinkah mereka juga menemukan bahwa Gubernur terdahulu juga sebenarnya berkualitas bagus seperti Jokowi, hanya saja tidak didukung pemerintah pusat, masyarakatnya tidak tertib, pertumbuhan jumlah kendaraan yang besar... wah, jangan-jangan mereka pengkritik yang gemar membunuh karakter Gubernur sebelumnya dengan alasan yang sama, tetapi beda penilaian ketika Jokowi berkuasa.

Jujur, takut rasanya berdiskusi tentang permasalahan Jakarta saat ini di sembarang tempat. Sekali bicara, dianggap anti Jokowi. Padahal, dulu sangat bebas bicara tentang kemacetan Jakarta, banjir, pedagang kaki lima, dan permasalahan-permasalahan lain. Kesan yang saya dapat, Jokowi tidak pernah salah, dan tidak patut dikritik apalagi dipermasalahkan.

Dan tentang mobil murah itu, kalian salah besar bung. Mobil murah tidak serta merta membuat 'orang-orang miskin' mampu membeli mobil. Yang membeli tetaplah orang-orang kaya! Jikapun dengan menabung puluhan tahun dapat membeli mobil murah itu, 'orang-orang miskin' hanya akan membeli satu buah mobil. Satu buah!! Lalu dipermasalahkan sebagai biang kemacetan! Padahal bukan rahasia, bahwa orang-orang kaya-lah yang memiliki mobil 'berjubel'. Satu untuk istri, satu untuk dirinya, masing-masing satu untuk anak-anaknya, satu mobil operasional untuk pembantu ke pasar, dan beberapa buah mungkin untuk 'selingkuhannya'... Please, tutup alasan untuk mobil murah ini dengan menyalahkan orang miskin, yang nyatanya tidak mampu membeli mobil! Sebagai orang miskin, saya sungguh tersinggung... :-)

Silakan bekerja Jok, silakan benahi Jakarta! Jangan salahkan pertumbuhan jumlah kendaraan, jangan salahkan masyarakat yang tidak tertib, jangan salahkan pemerintah, jangan salahkan orang miskin. Bekerjalah dari hati, ambil manfaat dari blusukan anda kepada rakyat kecil, untuk membantu mereka. Pendukungmu sudah terlalu besar yang bersemangat menjadikanmu besar, jangan menjadi kerdil hanya karena kebijakanmu satu-satu mentok lalu menyalahkan masalahnya. Lawan masalahnya, selesaikan masalahnya, itu baru pemimpin! Hidup Jokowi Ahok!!!

17 Mei 2013

Kasus Impor Daging Sapi, Kebenaran yang Terkuak

Ada yang aneh ketika Media Sebesar METRO TV dan TVONE menghentikan siaran langsung pengadilan KASUS IMPOR DAGING SAPI tepat disaat paling menentukan, kesaksian yang meringankan LHI. Disaat yang sama, link Video yang ada di Youtube pun ikut MENGHILANG. Mudah-mudahan ini bukan KTT (Konspirasi Tingkat Tinggi). Berikut Transkrip yang disadur dari Intriknews.com,

linknya: http://www.intriknews.com/2013/05/heboh-kesaksian-ahmad-fathanah-lhi-tak.html

Judul :

Heboh..! Kesaksian Ahmad Fathanah: LHI Tak Terima Suap



#Kesaksian AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor"


AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan"


AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan"

AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)".



AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri"


AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)"


AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan".


AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang"


AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis"


AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya"


AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak"


AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor".


AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan"


AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya"


AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya


AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia"


AF: "soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya"


AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja"


AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda"


AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI


AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain"


AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar

Diberita lain:

TIDAK ADA NIAT SAYA BERI USTAD LUTHFI 1 Milyar

Linknya: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/413742-fahtanah--tak-ada-niat-saya-beri-ustad-luthfi-rp1-miliar

Akhirnya, Ahmad Fathonah meminta maaf kepada PKS dan Kadernya:

Link: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/413730-ahmad-fathanah-minta-maaf-pada-pks

Sebarkan berita kebenaran ini, agar menjadi counter attack terhadap pemberitaan miring dan plintiran berita yang dilakukan rezim MEDIA...

Save KPK Save PKS, karena kita butuh keduanya...

16 Mei 2013

Kata Johan Budi; Luthfi Hasan Ishaq Tidak Bersalah

Gonjang ganjing tentang Kasus Suap Impor Daging Sapi terhadap Politisi dan Mantan Ketua Partai Luthfi Hasan Ishaaq terjawab sudah. Johan Budi, sebagai juru bicara mengungkapkan bahwa ada beberapa hal juga alasan tentang tidak bersalahnya Luthfi Hasan Ishaaq. Tidak berbeda dengan Johan Budi, Abraham Samad mengungkapkan hal yang sama untuk meminta publik tidak membenturkan antara PKS dan KPK. Berikut ATURAN yang menyebabkan Luthfi Hasan Ishaaq tidak bersalah:

Aturan PERTAMA:
Luthfi Hasan Ishaaq belum menjalani vonis pengadilan. 

Itulah aturan HUKUM yang baku, yang dipergunakan dari Tahun ke Tahun, dan dipakai di semua negara!

Aturan KEDUA:
Jika Anda Ngeyel dan Ngotot LHI bersalah, LIHAT ATURAN PERTAMA! 

Seperti berulang kali diucapkan JOHAN BUDI, sampai mukanya berkeringat dan menahan GALAU dan KEKESALAN: "NANTI DI PENGADILAN"

Masih Ngotot Juga? 

Catatan David Usman Headline Animator

Followers