07 December 2016

Menakar Program Perumahan Cagub Agus Yudhoyono dan Permasalahan-permasalahannya

Perumahan Rakyat memang menjadi masala serius dalam pembangunan kota-kota besar. Tidak dipungkiri, bahwa sebagian besar kepadatan yang terjadi pada Perumahan-perumahan di kota-kota besar akan menjadi sebuah pemandangan yang "lain dari pada yang lain". Kondisi kumuh dan tak teratur dengan rapi tentu akan mengganggu dari banyak segi. Baik dari segi keindahan kota, juga kemungkinan menjadi masalah buat banjir, rawan bagi kriminalitas dan masalah-masalah lain.

Permasalahan perumahan rakyat ini tentu tidak akan semudah itu untuk diselesaikan. Jika tanpa melakukan penggusuran tetapi hanya dengan penataan "kampung kumuh" tersebut, setidaknya seorang Romo Mangun saja butuh bertahun-tahun untuk merubah cara berfikir dan mentalitas masyarakat sebelum berhasil menata "Kampung deret". Perlu butuh bertahun-tahun lagi untuk menata dan membangun bahkan perlu seumur hidup setelahnya untuk tetap menjaga semangat awal yang dicita-citakan Romo. Perlu banyak komunitas yang terlibat dalam masyarakat. Mungkinkah konsep ini dilaksanakan seperti halnya Cawagub Sandiaga Uno pernah janjikan? Nyatanya pernah berhasil, untuk orang sekelas Romo Mangun. Adakah Romo Mangun lain saat ini yang akan begitu sabar dan telaten? Sejujurnya, sangat berat...

Balik lagi ke semangat seorang Agus Yudhoyono untuk membangun "Perumahan Rakyat" sebagai Programnya. Mungkinkah dilaksanakan? Sebelumnya Agus menjabarkan tentang 7 Prinsip dalam membangun Perumahan Rakyat. Baik, kita akan tinjau kembali 7 Prinsip itu;

1. Membangun tanpa menggusur
2. Onsite Upgrading, Pembangunan di Lokasi
3. Melibatkan komunitas yang ada
4. Masyarakat memiliki rumah, bukan menyewa rumah
5. Tersedia tempat untuk mengembangkan usaha
6. Pembangunan terintegrasi 
7. Program dilakukan dengan kolaborasi antara Pemda, Swasta dan BUMN

Masalah Perumahan Rakyat di kota besar terutama Jakarta selalu terkesan "Imposible". Dan Cagub yang menjanjikan dapat mengatasi juga seperti terkesan janji "Surga". Sementara Rakyat yang selalu lugu dengan janji pemimpinnya selalu berharap dengan prasangka baik seperti saat dijanjikan Gubernur sebelumnya. Maka saya akan menganalisa dengan hitungan "kasar" sebagai seorang Arsitek. Mungkinkah program "Perumahan Rakyat" ini terlaksana seperti janji seorang Agus Yudhoyono?

Sebaiknya kita lihat apa permasalahan-permasalahan terhadap konsep "Perumahan Rakyat" tersebut. Bisa kita analisa diantaranya;

Pertama, tingginya harga tanah di Jakarta. Tingginya harga tanah ini tentu akan jadi pertimbangan yang sangat berat bagi "Pemda" yang mau meng-ikhlaskan sebagian dari investasi nya untuk rakyat. Harga tanah di Jakarta saja paling rendah sekitar 10 jt permeter. Dibagian lain Jakarta, harga tanah bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Akankah Pemda memberi cuma-cuma untuk rakyat? Sementara pembangunan selama ini bagi siapapun adalah sebuah "investasi". Akankah Pemda bisa menganggap rakyat sebagai sebuah investasi yang lebih besar dari kepentingan sesaat? Let see...

Kedua, sebagian rakyat yang menghuni pemukiman-pemukiman kumuh di Jakarta berstatus tanah garapan. Tinggal bertahun-tahun dari tanah antah berantah. Hanya sebagian kecil yang memiliki dengan status girik (Akta jual beli), sementara lebih sedikit sekali yang memiliki sertifikat. Jika diambil rata-rata harga tanah Rp. 20 juta permeter saja, maka hanya sedikit yang "berhak" atas Rp. 20 juta itu, sebagian harga jual yang dimiliki rakyat dengan hanya memiliki Akta Jual Beli bisa kurang dari setengahnya. Bahkan yang lebih banyak pemilik tanah garapan akan lebih membuat Pemda "berkorban" lebih besar lagi.

Ketiga, minimnya penghasilan para penghuni yang berada di pemukiman-pemukiman kumuh dan tidak tertata tersebut. Penghasilan mereka bahkan bisa jauh dari UMP yang ada di DKI sekitar 3 juta, harus kita akui masih banyak buruh-buruh kasar dan pekerja informal lain dengan standar hidup yang bahkan tidak mencapai setengahnya.

Keempat, tingginya harga "membangun". Apakah akan masuk akal, ketika pembangunan di Jakarta terutama untuk bangunan tinggi begitu mahalnya, maka Pemda akan bisa meng-cover harga pembangunan dan ikhlas memberikan untuk rakyat?

Kelima, Sarana dan Prasarana, Utilitas, Akses dan Infrasturkur. Semua itu harus disediakan demi membuat sebuah pemukiman bagi rakyat. Semua itu bisa dibilang investasi yang juga tidak kecil dan menjadi "kehilangan" bagi Pemda yang harus diikhlasan.

Keenam, Aspek sosial budaya. Mungkin hal yang satu ini kita bisa sedikit abaikan, meski pada awal-awal isu ini, bangunan vertikal jadi utama bagi masyarakat yang terbiasa bersosialisasi secara horizontal.

Itulah beberapa permasalahan untuk menjalankan Program "Rumah untuk Rakyat" yang sebaiknya jadi pertimbangan awal. Semoga sudah dipertimbangkan, bahkan sebelum program itu dikemukakan. Dalam tulisan berikutnya kita akan meninjau studi kasus untuk menilai masalah Perumahan Rakyat ini pada bagian lain dari tulisan ini... Sampai jumpa

04 December 2016

Yang Unik, Aneh, Miris, Menyedihkan, Menjijikkan semua ada di #AksiBelaTaipan412

Panas sama aksi kemarin tapi gak bisa nyamain sama sekali mulai dari massa sampe akhlak. Sampah dimana2, taman diinjekin #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/snmKZFRhph
 
 
 
Ohh ternyata begini toh Aksi Tandingannya . Yang katanya 'kebhinekaan' . #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/32MteUPMvV
 
 
 
Ohh ternyata begini toh Aksi Tandingannya . Yang katanya 'kebhinekaan' . #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/32MteUPMvV
 
 
 
Maaf sekali lagi maaf, kok di tiga kata ini terselip kata yg sama ya? parTAI, TAIpan, kiTAIndonesia #AksiBelaTaipan412 
 
 
SUMPAH PEMUDA 212 : jong jawa, jong papua, jong celebes, dll 412 : jong os PNS, jong os AG, jong os ASG, jong os Nsdm, #AksiBelaTaipan412 
 
 
Jadi siapa yg sebenarnya di tunggangi partai politik?? #RayakanIndonesia #AksiBelaTaipan412 #KamiAlumni212 pic.twitter.com/9nMxaferul
 
 
Penasaran apa yang  Yang Unik, Aneh, Miris, Menyedihkan, Menjijikkan semua ada di #AksiBelaTaipan412? Baca selanjutnya di http://chirpstory.com/li/338913 
 
 
 

Sebagai Aksi Tandingan, #AksiBelaTaipan412 Pergunakan Surat Edaran dan Pemaksaan

Sebagai Aksi Tandingan, #AksiBelaTaipan412 Pergunakan Surat Edaran dan Pemaksaan sebuah Chirpstory by @floritalistyani



1. Sukses menggelar aksi Bela Islam III 212 muncul aksi tandingan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember besok #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/bQafzPURqr
 


2. Beberapa selebaran imbauan untuk mengikuti aksi 412 beredar di kalangan wartawan dan sosial media, Sabtu (3/12/2016) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/YGymXSkmNf
 


3. Baik lembaga setingkat kementerian ataupun swasta. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah.#AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/JkeKunLMK9
 


4. Hal yang sama juga dilakukan partai politik pendukung pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/cWMD8DxFc6
 


5. Misalnya, mengeluarkan surat edaran Nomor: 046/SJ-DAG/SE/11/2016 tentang Olahraga Bersama Menteri Perdagangan #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/vvunYuiEJT
 


6. Imbauan yang sama dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos) lewat surat Nomor: 2139/DYS-Sekt/12/2016 #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/3YoYiAkiU8
 


7. Acara Gelar Budaya 'Bhinneka Tunggal Ika' akan dihadiri oleh Presiden RI dan melibatkan seluruh kementerian & lembaga. #AksiBelaTaipan412 


8. Partai Golkar lewat surat bernomor B.871/Golkar/XI/2016 arahan ketua umum dan ketua bidang pemenangan pemilu #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/Mb79AdPwOm
 


9. Aksi kebangsaan ini akan berlangsung di seputaran Jalan Sudirman-MH Thamrin Jakarta #AksiBelaTaipan412 


10. Aksi diinisiasi oleh para ketua umum partai politik pendukung pemerintah, pemimpin ormas, dan tokoh masyarakat #AksiBelaTaipan412 


11. Seluruh karyawannya dari level kepala divisi, koordinator wilayah hingga sopir dan office boy untuk menghadiri  #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/76FqxrjXXq
 


12. Hal itu dinilai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono  bentuk dari kesewenang2an penguasa (...) #AksiBelaTaipan412 pic.twitter.com/oaICZ6g4gc
 


13. Dan kesewenang2an parpol seolah ingin mempertontonkan ke publik bahwa partai pendukung mampu mengerahkan massa #AksiBelaTaipan412 


14. Tp berbahagialah bahwa kesuksesan Aksi Bela Islam menginspirasi #AksiBelaTaipan412 salah satunya bawa kantong sampah sendiri 😆😆 pic.twitter.com/ptRIQV1kAr
 


15. Jgn lupa buat yg tdk ikut berpartisipasi dlm #AksiBelaTaipan412 bsok pg... jgn lupa di rumah pd cuci kaos kaki ya 😉 . pic.twitter.com/rfSmS04fA9






Catatan David Usman Headline Animator

Di Beli Limbah Komputer dan Elektronik

Anda Punya Barang Komputer dan Elektronik yang Rusak/Jadul/Terbakar/Terendam Banjir yang tidak terpakai? Tenang saja, disini barang tersebut masih kami hargai. Kilik link di Gambar untuk keterangan lebih lanjut...

Followers